Sukses

Penyebab Pneumonia, Kenali Faktor Risiko, Penularan, dan Pencegahan

Liputan6.com, Jakarta Penyebab pneumonia penting untuk diwaspadai. Pneumonia termasuk penyakit pernapasan yang bisa berakibat fatal jika tidak segera tertangani. Penyebab pneumonia dapat sangat berbahaya bagi lansia, bayi, dan orang dengan penyakit bawaan, serta orang dengan gangguan sistem kekebalan.

Penyebab pneumonia dapat menimbulkan serangkaian gejala pernapasan yang mengganggu. Penyebab pneumonia bisa diketahui dari jenisnya. Penyebab pneumonia bisa menular dari satu orang ke orang lainnya.

Salah satu penyebab pneumonia yang saat ini begitu diwaspadai adalah virus COVID-19. Dalam COVID-19 ditemukan banyak kasus pneumonia yang parah. Mengetahui apa saja penyebab pneumonia bisa membuat seseorang lebih waspada akan kondisi ini.

Berikut penyebab pneumonia menurut jenisnya, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Rabu(17/2/2021).

2 dari 9 halaman

Penyebab pneumonia secara umum

Pneumonia adalah infeksi yang memengaruhi sistem pernapasan. Infeksi ini menyebabkan peradangan di kantung udara di paru-paru yang disebut alveoli. Penyebab pneumonia yang paling umum adalah bakteri dan virus di udara.

Tubuh mengirimkan sel darah putih untuk menyerang infeksi. Inilah sebabnya kantung udara menjadi meradang. Bakteri dan virus mengisi kantung paru-paru dengan cairan dan nanah, menyebabkan pneumonia.

3 dari 9 halaman

Pneumonia bakterial

Pneumonia bakterial disebabkan oleh bakteri yang masuk ke paru-paru dan kemudian berkembang biak. Ini dapat terjadi dengan sendirinya atau berkembang setelah penyakit lain, seperti pilek atau flu. Pneumonia bakteri mungkin hanya melibatkan satu bagian kecil paru-paru atau mungkin mencakup seluruh paru-paru.

Penyebab pneumonia bakterial paling umum adalah Streptococcus pneumoniae. Penyebab lainnya termasuk bakteri Mycoplasma pneumoniae, Haemophilus influenzae, dan Legionella pneumophila.

4 dari 9 halaman

Pneumonia virus

Pneumonia virus adalah komplikasi dari virus yang menyebabkan pilek dan flu. Virus menyebar di udara dengan berbagai cara. Batuk, bersin, atau menyentuh permukaan yang terkontaminasi adalah cara umum penyebaran virus. Virus menyerang paru-paru dan menyebabkannya membengkak, menghalangi aliran oksigen.

Beberapa virus yang bisa menjadi penyebab pneumonia adalah influenza, virus pernapasan syncytial (RSV), rhinoviruses, SARS, dan COVID-19.

5 dari 9 halaman

Pneumonia jamur

Pneumonia jamur adalah infeksi paru-paru oleh jamur. Jamur penyebab pneumonia dapat ditemukan di tanah atau kotoran burung dan berbeda-beda tergantung pada lokasi geografis. Jenis pneumonia ini paling sering terjadi pada orang dengan masalah kesehatan kronis atau sistem kekebalan yang lemah.

Pneumocystis pneumoniais adalah infeksi jamur serius yang disebabkan oleh Pneumocystis jirovecii. Pneumonia ini terjadi pada orang yang memiliki sistem kekebalan yang lemah karena HIV / AIDS. Pneumocystis pneumoniais juga bisa terjadi akibat penggunaan obat-obatan jangka panjang yang menekan sistem kekebalan tubuh seperti yang digunakan untuk mengobati kanker atau mengelola transplantasi organ.

6 dari 9 halaman

Pneumonia yang didapat di rumah sakit

Seseorang bisa terkena pneumonia selama dirawat di rumah sakit. Pneumonia yang didapat di rumah sakit bisa serius karena bakteri yang menyebabkannya mungkin lebih resisten terhadap antibiotik dan karena orang yang mendapatkannya sudah sakit.

Selain orang yang dirawat di rumah sakit, orang yang tinggal di fasilitas perawatan jangka panjang atau yang menerima perawatan di klinik rawat jalan juga berisiko terkena pneumonia. Seperti pneumonia yang didapat di rumah sakit, pneumonia yang didapat dari perawatan kesehatan dapat disebabkan oleh bakteri yang lebih resisten terhadap antibiotik.

7 dari 9 halaman

Penularan pneumonia

Bakteri, jamur, dan virus mudah menular. Artinya mereka dapat menyebar dari orang ke orang. Pneumonia bakteri dan jamur dapat menyebar ke orang lain melalui menghirup tetesan udara dari bersin atau batuk.

Seseorang juga bisa tertular pneumonia ini ketika bersentuhan dengan permukaan atau benda yang terkontaminasi bakteri atau virus penyebab pneumonia.

Seseorang juga bisa tertular pneumonia jamur dari lingkungan. Namun, jenis pneumonia jamur tidak menyebar dari orang ke orang.

8 dari 9 halaman

Faktor risiko penyebab pneumonia

Siapa pun bisa terkena pneumonia, tetapi kelompok tertentu memiliki risiko lebih tinggi menghadapi penyebab pneumonia. Kelompok-kelompok ini meliputi:

- bayi baru lahir sampai usia 2 tahun

- orang berusia 65 tahun ke atas

- orang dengan sistem kekebalan yang lemah karena penyakit atau penggunaan obat-obatan, seperti steroid atau obat kanker tertentu

- orang dengan kondisi medis kronis tertentu, seperti asma, fibrosis kistik, diabetes, atau gagal jantung

- orang yang baru saja mengalami infeksi saluran pernapasan, seperti pilek atau flu

- orang yang baru saja atau sedang dirawat di rumah sakit, terutama jika mereka sedang atau menggunakan ventilator

- orang yang pernah mengalami stroke, kesulitan menelan, atau memiliki kondisi yang menyebabkan imobilitas

- orang yang merokok, menggunakan jenis obat tertentu, atau minum alkohol dalam jumlah berlebihan

- orang yang pernah terpapar iritasi paru-paru, seperti polusi, asap, dan bahan kimia tertentu.

9 dari 9 halaman

Cara mencegah pneumonia

Dalam banyak kasus, pneumonia dapat dicegah. Pencegahan ini bisa dilakukan dengan berbagai cara. Berikut cara mencegah pneumonia:

Vaksin

Garis pertahanan pertama melawan pneumonia adalah mendapatkan vaksinasi. Ada beberapa vaksin yang dapat membantu mencegah pneumonia. Vaksin diberikan sesuai dengan penyebab pneumonia.

Praktikkan kebersihan yang baik

Untuk melindungi diri dari infeksi saluran pernapasan yang bisa menjadi penyebab pneumonia, cuci tangan secara teratur atau gunakan pembersih tangan berbahan dasar alkohol.

Berhenti merokok

Jika merokok, cobalah berhenti. Merokok membuat seseorang lebih rentan terkena infeksi saluran pernafasan, terutama pneumonia. Merokok bisa merusak pertahanan alami paru-paru terhadap infeksi pernapasan.

Jaga sistem kekebalan tubuh

Pertahankan gaya hidup sehat untuk memperkuat sistem kekebalan. Istirahat yang cukup, makan makanan yang sehat, dan olahraga teratur.