Sukses

Putuskan Tak Menikah, Ini 5 Curahan Hati Leony Eks Trio Kwek Kwek

Liputan6.com, Jakarta Sosok Leony Vitria Hartanti atau yang lebih dikenal sebagai Leony eks Trio Kwek Kwek tentunya bukanlah sosok yang asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Perempuan berusia 33 tahun ini telah memiliki sepak terjang yang panjang di dunia hiburan Tanah Air.

Baru-baru ini, sulung dari tiga bersaudara ini tengah menjadi sorotan. Lantaran Leony mengeluarkan statement yang cukup kontroversial terkait pernikahan.

"Aku tahu kemampuanku kak, di saat kita bicara ini, aku mengakui tidak tertarik pada lembaga pernikahan," ujar Leony dalam sebuah sesi obrolan bersama Sophie Nopita pada 2 Februari 2021 lalu. Ia juga mengatakan bahwa belum ingin bahkan tak butuh menikah.

"Karena aku enggak punya planning dan ngikutin apa kata hati. Hatiku bilang, aku belum pengin atau gak butuh menikah," lanjut Leony.

Berikut ini merupakan curahan hati lengkap dari Leony terkait keputusannya untuk tidak menikah, dirangkum dari berbagai sumber oleh Liputan6.com, Selasa (2/3/2021).

2 dari 6 halaman

1. Jadi tulang punggung

Telah terjun di dunia hiburan sejak usianya masih sangat belia, pemilik Leony Vitria Hartanti ini telah sadar bahwa ia memang merupakan tulang punggung keluarga. 

"Jaman Trio Kwek Kwek dulu kan belom ada model manajemen gitu, apa-apa masih orang tuanya yang ngurus. Ternyata berlanjut lama, akhirnya nyokap beneran fulltime buat ngurus aku. Terus aku ada adik juga, akhirnya mereka bagi tugas. Saat aku mulai solo karier, dari situlah bokap memutuskan untuk berhenti dari kerjaannya juga untuk ngurus aku," ungkap Leony.

Sejak sebelum Leony mengenal uang, kedua orang tuanya pun mengelola pendapatannya dengan baik. Pendapatan Leony dari sinetron dan iklan akhirnya diwujudkan untuk membeli rumah, membiayai adiknya sekolah, bahkan ketika memutuskan untuk undur diri sementara dari layar kaca, Leony tak memiliki cicilan dan tak perlu mengkhawatirkan keuangan keluarga sama sekali.

3 dari 6 halaman

2. Dukungan dan proteksi orang tua

Kedua orang tua Leony memiliki peranan yang besar dalam kariernya di dunia hiburan. Terlebih dalam hal menciptakan lingkungan yang aman baginya semasa remaja sembari mengeksplor berbagai kemampuannya di dunia entertaiment.

"Akhirnya aku mikir, ini aja mereka mau loh berkorban untuk aku. Masa aku mau egois gak mikirin keluarga. Tapi aku gak pernah merumuskan itu ya. Aku tu pengen apa yang aku kerjain tu bikin keluarga happy. Soalnya percuma kalo yang aku lakuin ini bukan buat keluarga. Itulah yang jadi motivasi aku juga."

 

4 dari 6 halaman

3. Punya tanggung jawab besar

Sejak usianya 13 tahun, Leony sudah memiliki keinginan sendiri untuk bertanggungjawab atas keluarganya, terutama adik bungsunya yakni Richie Victor Hartanto. Ia pun berkomitmen untuk membiayai dan mengurus adiknya hingga dewasa.

Ketika adik bungsunya tersebut lulus SMA dan mengutarakan keinginan untuk kuliah di Selandia Baru, Leony pun tak menolak sama sekali kendati waktu itu ia sedang tidak memiliki pekerjaan.

Akhirnya ia berserah kepada Tuhan dan mengatakan bahwa waktu itu, tiba-tiba saja ia mendapatkan tawaran untuk main sinetron. Tanpa pikir panjang, Leony mengambil tawaran itu padahal ia telah vakum dari dunia sinetron selama kurang lebih 10 tahun. Maka terselesaikanlah sudah urusan finansial untuk kuliah adiknya.

Bagi Leony, kebahagiaan atau senyum yang tersungging di wajah keluarganya merupakan hal nomer satu baginya. Meskipun saat ini ia sedang tidak bekerja, namun bagaimana pun caranya, Leony selalu mencari cara untuk tetap memenuhi kebutuhan keluarganya. Termasuk dengan menyewakan ruko yang ia miliki.

"Untungnya adik aku yang di Jepang juga udah settle, jadi sedikit-sedikit bisa ngirim uang ke papi mami. Ketika cece-nya lagi nganggur gak punya penghasilan, adikku yang kedua itu amanlah di Jepang, jadi somehow we manages," ungkap Leony.

5 dari 6 halaman

4. Tak pedulikan omongan orang

Tak kunjung menikah di usia kepala tiga, tentunya Leony pernah mendapatkan omongan-omongan yang kurang menyenangkan dari orang di lingkungannya. Kendati demikian, ia tak pernah ambil pusing dengan omongan tersebut.

"Aku sebenernya gak pernah pusing sama omongan orang dari dulu, terus aku tipe yang bisa gak ngedengerin kata orang. Aku punya kemampuan untuk tidak mendengarkan orang ketika berbicara, jadi aku block out. Terus aku punya prinsip bahwa yang tahu diri aku ya aku sendiri bukan orang-orang itu. Omongan orang-orang itu gak ngasih aku makan dan kebahagiaan, ngapain aku terusik?" jelas Leony.

Ia menambahkan pula bahwa setiap individu itu berbeda-beda, memiliki keunikan sendiri-sendiri. Setiap orang memiliki cara pandangnya sendiri, sehingga itulah yang membuat hidup menyenangkan.

6 dari 6 halaman

5. Tak tertarik dengan pernikahan

Bagi Leony membahagiakan keluarga adalah prioritas. Ia pun mengaku bahwa agar dapat membahagiakan keluarga, ia harus bahagia terlebih dahulu. Maka dari itu, ia tak tertarik dengan lembaga pernikahan.

"Aku dari umur 26 atau 27 udah ngasih statement ke orang tua agar gak mengharapkan cucu dari aku, soalnya kayaknya aku gak mau nih," ujar Leony.

Merespon hal tersebut, kedua orang tua Leony juga tak ambil pusing. Mereka tak pernah memaksakan agar putri sulungnya tersebut menikah karena ingin Leony menjalani hidup sesuai keinginannya. "Mereka yang penting aku happy, dan aku juga yang penting mereka happy," ungkap perempuan kelahiran tahun 1987 ini.

"Aku tu seneng jadi anak, masih seneng diurusin sama orang tua, aku gak mau menyia-nyiakan privilege ini. Aku gak punya kemampuan untuk mengurus rumah, jadi aku masih seneng tinggal di rumah bersama mami dan papi," tambah Leony.