Sukses

Penyebab Kanker Serviks yang Harus Diwaspadai, Pahami Cara Mencegahnya

Liputan6.com, Jakarta Penyebab kanker serviks atau kanker mulut rahim merupakan salah satu penyakit yang paling banyak ditakutin oleh kaum wanita. Menurut catatan Badan Kesehatan Dunia atau WHO, kanker serviks merupakan jenis kanker nomor empat yang paling sering menyerang wanita. Di Indonesia, kanker serviks menempati peringkat kedua untuk jenis kanker yang paling banyak ditemui pada wanita, setelah kanker payudara.

Kanker ini tejadi ketika sel-sel yang sehat mengalami perubahan atau mutasi genetik. Mutasi genetik mengubah sel yang normal menjadi abnormal, kemudian berkembang secara tidak terkendali dan membentuk sel kanker. Walaupun demikian, hingga saat ini belum diketahui apa yang menyebabkan perubahan pada gen tersebut.

Pada tahap awal, kanker ini biasanya tidak menimbulkan gejala yang mudah dikenali. Gejala paling umum kanker serviks adalah pendarahan yang tidak normal. Misalnya pendarahan setelah berhubungan seks, di luar siklus menstruasi, atau setelah menopause.   

Keluhan sakit biasanya baru timbul ketika kanker sudah mulai bersifat invasif dan menyerang jaringan maupun anggota tubuh di sekitarnya. Oleh karena itu, penting bagi wanita untuk dapat mengenali penyebab kanker serviks dan faktor resikonya sebagai bagian dari langkah pencegahan penyakit berbahaya ini. Berikut ini Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, penyebab kanker serviks yang harus diwaspadai.

2 dari 3 halaman

Apa sebenarnya penyebab kanker serviks?

Penyebab kanker serviks belum dapat dipastikan, namun kondisi ini terbentuk ketika sel-sel di serviks atau mulut rahim berkembang menjadi ganas. Kanker serviks berhubungan erat dengan infeksi human papillomavirus (HPV). Selain itu, kemunculan kanker ini juga dikaitkan dengan faktor keturunan dan penyakit menular seksual.

Belasan jenis HPV tersebut dapat dikatakan sebagai HPV “risiko tinggi” yang ditularkan melaui hubungan seksual. Jenis HPV yang paling berbahaya adalah HPV 16 dan HPV 18 karena bisa menyebabkan 70 persen penyakit kanker serviks.

Sedangkan HPV yang tidak menyebabkan kanker disebut HPV “risiko rendah” yang dapat ditularkan dari satu orang ke orang lain melalui hubungan seksual, seperti vaginal, anal, dan termasuk oral.

Hubungan seksual yang terjadi pada usia masih muda dapat membuat infeksi HPV lebih memungkinkan. Selain itu, wanita yang memiliki banyak pasangan seks atau berhubungan seks dengan laki-laki yang telah memiliki banyak ‘mitra’ dapat berisiko lebih besar mendapatkan HPV.

Mengingat penyakit ini sangat mematikan, setiap perempuan perlu mengetahui faktor risiko apa saja yang dapat menyebabkan dirinya lebih rentan terkena kanker serviks. Hal ini penting untuk mencegah kemunculan kanker serviks.

3 dari 3 halaman

Kondisi yang bisa menjadi penyebab kanker serviks dapat muncul

Terdapat sejumlah faktor yang dapat meningkatkan risiko seseorang untuk menderita penyakit ini, berikut ini beberapa faktor risiko penyebab kanker serviks.

1. Infeksi human papillomavirus

Hampir seluruh kasus serviks disebabkan oleh infeksi virus HPV. Virus ini dapat menginfeksi sel-sel dipermukaan kulit dan alat kelamin, anus, serta mulut dan tenggorokan.

Seorang wanita dapat terinveksi HPV disebabkan oleh perilaku seks yang berisiko, misalnya sering berganti pasangan seksual sejak usia muda atau berhubungan seks tanpa kondom.

 2. Merokok

Zat kimia yang terdapat pada tembakau dapat berdampak negatif bagi tubuh karena akan merusak sel DNA. Tak hanya itu, merokok juga dapat membuat sistem kekebalan tubuh menjadi lebih lemah, sehingga kurang efektif dalam melawan infeksi HPV. Oleh sebab itu, merokok dipercaya merupakan salah satu penyebab kanker serviks.

3. Infeksi Chlamydia

Chlamydia adalah jenis bakteri yang relatif umum yang dapat menginfeksi sistem reproduksi. Bakteri ini disebarkan melalui kontak seksual. Berdasarkan hasil dari beberapa penelitian yang menunjukkan risiko yang lebih tinggi dari kanker serviks pada wanita dengan hasil tes darah dan tes lendir serviksnya menunjukkan pernah atau sedang memiliki infeksi Chlamydia.

4. Hamil atau melahirkan di usia sangat muda

Penyebab kanker serviks lainnya adalah pernah hamil atau melahirkan di usia sangat muda, seperti usia dibawah 17 tahun. Wanita yang berusia lebih muda dari 17 tahun saat hamil pertama atau tidak keguguran, dua kali rentan terkena kanker serviks. Hal ini terjadi karena sistem kekebalan tubuh yang melemah dan perubahan horman selama masa kehamilan dapat membuat wanita lebih rentan terhadap infeksi HPV.

5. Faktor keturunan

Seorang wanita memiliki risiko lebih tinggi untuk terkena kanker serviks, jika ada keluarga perempuan yang pernah terdiagnosis penyakit serupa. Dari beberapa peneliti mengungkapkan beberpa kasus yang jarang dari kecenderungan keluarga ini disebabkan oleh kondisi bawaan yang membuat beberapa wanita kurang mampu melawan infeksi HPV daripada yang lain.

Sebagai langkah untuk menekan risiko penyebab kanker serviks, Anda perlu untuk menerapkan pola hidup sehat dalam kehidupan sehari-hari dan jauhi perilaku seksual yang berisiko. Jangan lupa juga untuk mendapatkan vaksinasi HPV yang berguna mencegah penularan kanker serviks, serta menjalani skrining atau deteksi dini kanker serviks dengan pemeriksaan pap smear atau tes IVA.

Semua langkah pencegahan ini penting dilakukan karena umumnya penyebab kanker serviks tidak menimbulkan gejala pada stadium awal dan baru muncul saat kanker memasuki stadium lanjut.