Sukses

6 Penyebab Diare yang Tak Boleh Diabaikan, Waspadai Parasit Mengintai

Liputan6.com, Jakarta Penyebab diare adalah penyakit yang sering dialami oleh manusia. Penyakit ini membuat penderitanya menjadi sering buang air besar, dengan kondisi tinja yang encer. Di Indonesia, umumnya sering terjadi pada bayi, anak-anak, dan manula.

Ada banyak penyebab diare yang perlu kamu ketahui. Diare bisa datang dari makanan yang kita konsumsi, baik karena sudah kedaluwarsa atau karena tingkat kematangan yang kurang baik. Pada diare kronis yang terjadi dalam waktu yang cukup lama, kemunculannya bisa jadi adalah tanda dari penyakit pencernaan lain yang diderita.

Selain membuat frekuensi buang air besar menjadi lebih sering, gangguan pencernaan yang satu ini juga menimbulkan gejala lain seperti perut mulas, kembung, mual, dan muntah. Jika terus dibiarkan dan tak segera diatasi, kondisinya akan semakin parah sehingga kesehatan akan terganggu.

Penyakit diare sungguh mengganggu aktivitas, sebab penderitanya kerap harus bolak-balik ke toilet untuk buang air besar. Dengan mengetahui penyebab diare, pengobatan akan semakin mudah dilakukan. Berikut Liputan6.com merangkum penyebab diare dari berbagai sumber, Rabu (10/3/2021).

2 dari 7 halaman

1. Infeksi Bakteri

Bakteri penyebab diare biasanya masuk ke dalam tubuh melalui makanan dan minuman yang tidak higienis. Bakteri juga mengintai pada makanan yang tidak matang sempurna, entah itu sayuran, daging, atau ikan. Berbagai bakteri yang bisa menyebabkan timbulnya gejala diare adalah sebagai berikut.

Escherichia coli (E. coli)

Bakteri ini sebagian besar hidup di dalam usus manusia dan hewan, seringkali keberadaannya tidak berbahaya. Namun, terdapat beberapa jenis E. coli yang dapat menimbulkan infeksi parah.

Bakteri ini sangat berbahaya apabila masuk ke dalam tubuh. Misalnya melalui konsumsi daging sapi yang kurang matang atau ketika tidak mencuci tangan setiap sebelum dan sesudah makan serta sehabis pergi ke toilet.

Salmonella

Salmonella bisa mengontaminasi manusia melalui makanan seperti daging sapi, unggas, susu, atau telur yang sudah terkontaminasi. Bisa juga disebabkan oleh konsumsi buah dan sayuran mentah yang tidak dicuci dengan baik.

Bahkan tak hanya diare, infeksi salmonella dapat menyebar dari usus ke aliran darah atau ke organ tubuh lainnya.

Shigella

Bakteri ini melepaskan racun yang dapat mengiritasi usus sehingga dapat menyebabkan diare. Infeksi dari Shigella ini dikenal sebagai shigellosis.

Bakteri ini banyak ditemukan pada air atau makanan yang terkontaminasi kotoran. Infeksi shigella lebih sering menjadi penyebab diare pada anak atau balita.

Campylobacter

Bakteri Campylobacter biasa ditemui di burung dan ayam. Bila unggas yang terinfeksi tersebut tidak dimasak dengan matang, maka infeksinya bisa menular ke manusia yang memakannya.

Vibrio cholerae

Infeksi bakteri ini juga disebut dengan penyakit kolera. Kolera adalah penyakit menular yang menyebabkan diare parah, sehingga bisa menimbulkan dehidrasi pada penderitanya.

Sumber-sumber penularan bakteri ini yaitu pasokan air atau es yang terkontaminasi, sayuran yang ditanam dengan air kotor, serta ikan dan makanan laut mentah yang ditangkap di perairan yang telah tercemar limbah.

3 dari 7 halaman

2. Infeksi Virus

Diare tak hanya disebabkan oleh bakteri, tapi juga virus. Jenis virus yang menjadi penyebab diare adalah rotavirus dan norovirus. Jalur penularannya yaitu lewat konsumsi makanan dan minuman yang tidak higienis atau kontak langsung dengan orang yang sakit diare. Seseorang yang terinfeksi virus penyebab diare dapat mulai menularkan penyakitnya bahkan sebelum merasakan gejala diare.

Pada orang dewasa, infeksi rotavirus tidak selalu menyebabkan diare. Bahkan beberapa tidak memunculkan gejala apapun. Namun, infeksi rotavirus rentan menjadi penyebab diare yang parah pada anak kecil dan bayi. Diare anak yang disebabkan oleh rotavirus bisa berlangsung hingga 8 hari.

4 dari 7 halaman

3. Infeksi Parasite atau Jamur

Selain bakteri dan virus, penyebab diare yang lain adalah mengonsumsi makanan atau minuman yang terkontaminasi jamur atau parasit. Parasit yang menjadi penyebab diare pada manusia yaitu Giardia duodenalis.

Bahan makanan atau air dapat terkontaminasi oleh parasit sewaktu masa pengolahan, produksi, persiapan, pengiriman, atau penyimpanan. Infeksi parasit tidak hanya menjadi penyebab diare, tapi juga memicu kram perut, kembung, mual, dan feses berbau busuk dalam satu hingga dua minggu setelah terpapar.

5 dari 7 halaman

4. Efek Samping Obat Tertentu

Penyebab diare juga datang dari obat yang kita konsumsi. Misalnya dari antibiotik. Bagi sebagian orang, efek samping antibiotik yang diresepkan dokter bisa menjadi penyebab mencret. Meski bertugas untuk membunuh bakteri, obat ini tidak bisa membedakan mana bakteri jahat dan mana bakteri baik.

Karena itu, mengonsumsi antibiotik dapat membunuh bakteri baik yang melindungi usus. Selain antibiotik, diare juga dapat disebabkan oleh efek samping obat tekanan darah, obat kanker, dan obat antasida.

6 dari 7 halaman

5. Makanan yang Tidak Tepat

Sistem pencernaan akan menjadi lebih sensitif seiring bertambahnya usia. Karena itu, pilihan makanan yang tidak tepat bisa jadi penyebab terjadinya masalah pencernaan, salah satunya diare. Bahkan, bisa juga memperparah diare yang sudah terjadi.

Jenis makanan yang rentan menjadi penyebab diare, antara lain makanan pedas yang mengandung capsaicin, makanan bergula, susu dan keju, makanan yang digoreng atau berlemak, dan minuman berkafein.

7 dari 7 halaman

6. Kondisi Medis Tertentu yang Jadi Penyebab Diare

Jika gejala diare masih dirasakan sampai lebih dari dua minggu, maka diare termasuk dalam jenis kronis. Diare kronis disebabkan oleh adanya penyakit peradangan pada saluran pencernaan. Berikut beberapa penyakitnya.

Irritable Bowel Syndrome (IBS)

IBS ditandai dengan gangguan pada usus besar. Usus yang teriritasi tidak dapat bekerja maksimal untuk menyerap nutrisi sekaligus cairan, sehingga memicu gejala diare. Umumnya dipicu oleh stress. Selain diare, IBS biasanya disertai dengan gejala lain seperti perut kembung, bergas, sembelit, kram perut, dan feses berlendir.

Inflammatory Bowel Disease (IBD)

IBD digunakan untuk menggambarkan beberapa penyakit gangguan usus kronis seperti Crohn disease dan kolitis ulseratif. Kondisi ini ditandai dengan adanya peradangan pada saluran pencernaan. Diare yang disebabkan oleh penyakit ini bisa disertai dengan darah.

Penyakit Celiac

Jika memiliki penyakit Celiac, mengonsumsi makanan yang mengandung gluten akan memicu respon sistem imun untuk menyerangan jaringan sehat di usus kecil. Kondisi ini dapat merusak lapisan usus yang mengganggu proses penyerapan nutrisi penting di dalam tubuh (malabsorbsi).