Sukses

Tujuan Organisasi Budi Utomo, Pahami Asal Usulnya

Liputan6.com, Jakarta Mendirikan sebuah organisasi bukan semata untuk perkumpulan banyak orang saja. Salah satunya dalam uraian tujuan organisasi Budi Utomo ini.

Tujuan organisasi Budi Utomo dijelaskan dalam Kongres pertama Budi Utomo yang diadakan di Yogyakarta pada Oktober 1908. Dalam kongres dijelaskan tujuan organisasi Budi Utomo adalah “menjamin kehidupan bangsa yang terhormat”.

Berawal dari tujuan organisasi Budi Utomo yang hanya mengumpulkan dana pelajar. Sampai akhirnya tujuan organisasi Budi Utomo meluas menjadi ingin memperbaiki keadaan sosial di Jawa dan Madura.

Mengapa hanya Jawa dan Madura? Simak penjelasan tujuan organisasi Budi Utomo, berikut Liputan6.com ulas dari berbagai sumber, Jumat (12/3/2021).

2 dari 5 halaman

Tujuan Organisasi Budi Utomo adalah Kemajuan Jawa dan Madura

Budi Utomo merupakan organisasi pertama yang ada di Indonesia dan disusun dengan bentuk modern. Pembentukannya berawal dari perjalanan dokter Wahidin Sudirohusodo yang mengadakan kampanye di kalangan priayi Jawa antara tahun 1906-1907.

Tujuan organisasi Budi Utomo awalnya hanya mendirikan suatu dana pelajar. Sampai akhirnya tujuan organisasi Budi Utomo diperluas dengan jangkauan yang kelak memungkinkan berdirinya organisasi Budi Utomo.

Istilah Budi Utomo terdiri atas, kata budi yang berarti perangai atau tabiat dan utomo yang berarti baik atau luhur. Istilah ini pun bisa menggambarkan tujuan organisasi Budi Utomo berdiri, yakni bentuk perkumpulan yang akan mencapai sesuatu berdasarkan keluhuran budi, kebaikan perangai atau tabiat.

Tak lama, tujuan organisasi Budi Utomo berubah menjadi memperoleh kemajuan yang harmonis bagi nusa dan bangsa di Jawa dan Madura. Pada waktu itu ide persatuan seluruh Indonesia dalam tujuan organisasi Budi Utomo belum dikenal.

Hal ini yang membuat tujuan organisasi Budi Utomo hanya menghendaki perbaikan sosial yang meliputi wilayah Jawa dan Madura. Untuk melaksanakan tujuan organisasi Budi Utomo tersebut ditempuh beberapa usaha:

1. Memajukan pengajaran sesuai dengan apa yang dicita citakan dr. Wahidin. Ini merupakan usaha pertama untuk mencapai kemajuan bangsa;

2. Memajukan pertanian, peternakan, perdagangan. Jadi sudah dimengerti bahwa kemajuan harus juga meliputi bidang perekenomian;

3. Memajukan teknik dan industri, yang berarti bahwa ke arah itu sudah menjadi cita-cita;

4. Menghidupkan kembali kebudayaan.

3 dari 5 halaman

Kendala Organisasi Budi Utomo

Pemerintah Hindia-Belanda mengesahkan Budi Utomo sebagai badan hukum yang sah karena dinilai tidak membahayakan. Akan tetapi, tujuan organisasi Budi Utomo karena beberapa kendala.

Kendala dari segala upaya mencapai tujuan organisasi Budi Utomo adalah:

1. Mengalami kesulitan finansial.

2. Kelurga R.T. Tirtokusumo lebih memperhatikan kepentingan pemerintah kolonial daripada rakyat.

3. Lebih memajukan pendidikan kaum priyayi dibanding rakyat jelata.

4. Keluarga anggota-anggota dari golongan mahasiswa dan pelajar.

5. Bupati-bupati lebih suka mendirikan organisasi masing-masing.

6. Bahasa belanda lebih menjadi prioritas dibandingkan dengan Bahasa Indonesia.

7. Pengaruh golongan priyayi yang mementingkan jabatan lebih kuat dibandingkan yang nasionalis.

Dalam perkembangan selanjutnya, suasana politik semakin terbuka melalui Kongres 1928, tujuan organisasi Budi Utomo memutuskan akan menjalankan prinsip nonkooperasi jika rencana undang-undang tentang Inlandsche Meerderheid dalam Volksraad ditolak Perwakilan Rakyat Belanda.

Keputusan penting penambahan satu kalimat dalam pasal tujuan organisasi Budi Utomo perhimpunan: membantu terlaksananya cita-cita persatuan Indonesia. Konggres 1932, tujuan BU diubah secara radikal yaitu: Mencapai Indonesia Merdeka. 

4 dari 5 halaman

Lahirnya Tujuan Organisasi Budi Utomo

Budi Utomo beridiri berkat gagasa Dr. Wahidin Sudirohusodo. Pada akhir tahun 1907 di hadapan para pemuda pelajar Sekolah Dokter Jawa “STOVIA”, Dokter Wahidin menyampaikan tentang pentingnya pendidikan sebagai sarana untuk membebaskan diri dari kemiskinan dan keterbelakangan.

Cita-cita Dokter Wahidin Sudirohusodo tersebut mendapat sambutan positif dari para pemuda pelajar Sekolah Dokter Jawa “STOVIA” terutama Soetomo dan Goenawan Mangoenkoesoemo.

Pada tanggal 20 Mei 1908 R. Soetomo dan kawan-kawan lainnya yaitu Goenawan Mangoenkoesoemo, Soeradji Tirtonegoro, Gondo Soewarno, Soelaiman, Angka Prodjosudirdjo, M. Soewarno, Moehammad Saleh, dan RM. Goembrek, mendirikan suatu perkumpulan atau organisasi yang dinamai “Boedi Oetomo” (Budi Utomo).

Nama Budi Utomo diusulkan oleh Mas Soeradji dan semboyan yang dikumandangkan adalah Indie Vooruit (Hindia Maju) dan bukan Java Vooruit (Jawa Maju). Hanya dalam waktu lima bulan sejak berdiri, Budi Utomo berhasil meraih anggota sejumlah 1.200 orang.

Organisasi Budi Utomo bergerak di bidang sosial yang menitikberatkan pada masalah-masalah pendidikan, pengajaran, dan kebudayaan. Keanggotaannya yang mula-mula terbatas hanya pada orang-orang Jawa dan Madura, kemudian meluas hingga mencapai Bali.

5 dari 5 halaman

Tujuan Organisasi Budi Utomo dalam Kebangkitan Nasional

Lahirnya tujuan organisasi Budi Utomo membangkitkan semangat kebangsaan atau nasionalisme bangsa Indonesia pada masa tersebut. Setelah lahirnya Budi Utomo, muncul banyak organisasi di berbagai bidang. Organisasi ini meliputi bidang agama, ekonomi, sosial, kebudayaan, pendidikan, dan lain sebagainya.

Budi Utomo merupakan organisasi perintis yang telah menjadi inspirasi bagi pertumbuhan organisasi-organisasi pergerakaan nasional. Organisasi dan perkumpulan yang berdiri setelah Budi Utomo di antaranya seperti Sarekat Islam (SI) dan Indische Partij (IP).

Kelahiran organisasi Budi Utomo menjadi tonggak sejarah awal bangkitnya nasionalisme, semangat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia hingga akhirnya pada tahun 1928 para Pemuda Indonesia melakukan “Sumpah Pemuda”. Semangat perjuangan ini terus membara dan mencapai puncaknya hingga proklamasi kemerdekaan pada 17 Agustus 1945.

Berdirinya organisasi Budi Utomo pada 20 Mei 1908 dinilai sebagai awal gerakan untuk mencapai kemerdekaan Indonesia. Kebangkitan Nasional memiliki arti yang sangat penting dalam perjuangan meraih cita-cita Indonesia merdeka.

Kebangkitan Nasional Indonesia yang dipelopori Budi Utomo adalah periode pada paruh pertama abad ke-20, di mana rakyat Indonesia mulai menumbuhkan rasa kesadaran nasional sebagai "orang Indonesia".