Sukses

Penyakit Liver, Gejala, Penyebab, dan Cara Mencegahnya yang Tepat

Liputan6.com, Jakarta Penyakit liver bisa dialami oleh siapa saja, terutama yang memiliki keturunan dengan penyakit serupa. Penyakit liver merupakan masalah kesehatan yang menyerang organ hati manusia.

Seseorang yang memiliki penyakit liver dapat merasakan beberapa gejala. Biasanya akan menimbulkan masalah pada pencernaan, kulit, urin, hormon, dan masih banyak lagi.

Selain keturunan atau genetika, penyebab penyakit liver adalah obesitas, infeksi virus, alkohol, sampai penyakit bawaannya. Agar bisa mencegah penyakit liver, lakukan vaksinasi, hindari virusnya, dan perhatikan perilaku.

Mulai jaga berat badan dan gunakan obat dengan bijak. Berikut Liputan6.com ulas tentang penyakit liver dari berbagai sumber, Jumat (19/3/2021).

2 dari 5 halaman

Penyakit Liver

Penyakit liver merupakan masalah kesehatan yang menyerang organ dalam hati manusia. Hati terletak di sisi kanan abdomen, tepat di balik tulang rusuk manusia.

Bila penyakit liver menyerang, maka manusia akan mengalami masalah pada pencernaannya juga. Hati merupakan organ yang memiliki peran sangat penting dalam mencerna makanan dan melakukan eliminasi pada zat berbahaya dalam tubuh.

Penyakit liver tergolong berbahaya. Penyakit liver dapat diturunkan karena faktor genetika, bukan hanya infeksi virus, obesitas, dan konsumsi alkohol.

Dapat dikatakan bahwa penyakit liver muncul karena organ hati sedang kuwalahan memperbaiki kerusakan. Penderita penyakit liver biasanya akan melihat perbedaan pada kondisi kulit, pencernaan, urin, dan hormon dalam tubuhnya.

3 dari 5 halaman

Gejala Penyakit Liver

Mudah Memar

Pemicunya adalah liver yang telah memperlambat atau menghentikan produksi protein pembekuan darah. Jika merasa mengalami gejala penyakit liver ini, jangan tunda melakukan pemeriksaan agar segera mendapat penanganan tepat.

Pembuluh Darah Kentara

Bagi yang kulitnya tidak memiliki pembuluh darah yang kentara lalu mengalaminya, waspadai. Pembuluh darah yang kentara secara tiba-tiba termasuk gejala penyakit liver. Bentuk pembuluh darah yang menonjol ini biasanya mirip dengan jaring laba-laba. Warnanya merah campur hijau sedikit. Sebutannya adalah spider naevi.

Wasir

Kerusakan pembuluh vena yang menjadi gejala penyakit liver adalah wasir. Wasir terjadi saat vena menjadi sangat lebar. Padahak vena porta merupakan aliran utama menuju liver. Jika rusak, stres akan dialami seiring kerusakan vena dan menyebabkan perdarahan wasir.

Gangguan Hormon

Tak hanya menstruasi yang dialami wanita, sirosis hati juga berdampak pada hormon pria. Tepatnya ketika pria mengalami impotensi lebih dini. Kondisi ini sudah pasti dipicu oleh liver yang bermasalah dan menjadi gejala penyakit liver.

Kembung

Waspadai masalah ini karena bisa menjadi gejala penyakit liver. Sirosis hati membuat banyak air terakumulasi di dalam rongga perut. Di sinilah sumber kembung dan visual perut buncit terjadi.

Gatal

Gejala penyakit liver ini terjadi ketika cairan empedu dalam liver tersumbat. Pemecahan lemak tidak terjadi dan menyebabkan kulit gatal tanpa sebab yang pasti. Tepatnya ketika asam empedu menyebar dalam darah dan mengendap di kulit.

Mata Kuning

Pemicu gejala penyakit liver ini adalah ketika liver sudah tidak mampu lagi mengeluarkan kandung empedu bilirubin dari sel darah merah yang mati. Jika sudah begini, segera periksa ke dokter terdekat.

Kelelahan

Ketika liver terlalu banyak bekerja dan tidak menghasilkan glikogen dengan cukup, maka energi tidak bisa terpenuhi. Liverlah yang akan mengubah glukosa menjadi glikogen. Di sinilah sumber kelelahan berlebihan yang menjadi gejala penyakit liver terjadi.

Sakit Perut Atas

Meski liver tidak bisa merasakan sakit, sensasi sakitnya berasal dari organ yang berdekatan dengannya. Coba tekan sendiri perlahan. Apabila bagian atas organ hati mengalami nyeri ketika ditekan, bisa jadi gejala penyakit liver.

Berat Badan Naik Drastis

Gejala penyakit liver ini terjadi ketika hati sudah tidak bisa menyaring racun dan menyimpannya dalam sel lemak. Tepatnya ketika konsumsi makanan tinggi lemak dalam jumlah banyak tak terkontrol. Bisa jadi, liver menjadi stres dan tidak bisa berfungsi sebagaimana mestinya.

Urin Gelap

Urine yang termasuk gejala penyakit liver memiliki warna gelap. Tepatnya ketika warna urine berubah menjadi jingga tua, kemerahan, dan cokelat. Perubahan warna urine saat liver bermasalah dipengaruhi banyaknya bilirubin yang terbentuk karena organ hati tidak bisa memecahnya secara optimal.

Selera Makan Menurun

Beberapa penderita liver awal biasanya akan kehilangan selera makan. Selera makan ini menurun karena perut sering merasa mual dan ingin muntah. Kondisi ini harus diwaspadai karena termasuk gejala penyakit liver.

4 dari 5 halaman

Penyebab Penyakit Liver

Alkohol

Alkohol menjadi salah satu penyebab penyakit liver, dikarenakan alkohol bersifat toksik yang menyerang sel-sel hati. Sehingga hati tidak mampu untuk menyaring racun-racun lain yang masuk ke dalam tubuh.

Kematian pada sel-sel ini tentu saja akan menghambat kinerja hati yang berfungsi sebagai pembuang racun. Meski sel-sel pada liver ini mampu regenerisasi kembali, akan tetapi kemampuan dalam re-generasi akan terhambat.

Obesitas

Obesitas atau kelebihan berat badan dapat menjadi pemicu penyakit liver ini. Hal ini dikarenakan, penumpukan lemak yang berlebih dalam hati dapat memperlambat kinerja hati itu sendiri.

Hal ini sering disebut pula dengan non-alcoholic fatty liver disease (NAFLD) atau perlemakan hati. Karena kandungan lemak yang tinggi pada tubuh dapat meningkatkan pula kandungan lemak yang terdapat pada hati.

Infeksi

Penyebaran virus dalam tubuh yang menyebabkan penyakit liver ini dapat melalui darah ataupun urin. Kemudian bersentuhan dengan orang yang terinfeksi.

Melalui makanan dan minuman yang dikonsumsi bersama dengan orang yang terinfeksi.

Penyakit pada liver yang paling ditemui akibat dari infeksi parasit dan virus ialah hepatitis. Hepatitis sendiri merupakan penyakit liver yang dapat disembuhkan.

Genetika

Kondisi ini terjadi karena adanya gen ataupun zat-zat berlebih yang menumpuk pada hati. Dan penyebab penyakit liver yang diakibatkan oleh genetik ialah:

1. Hemochromatosis atau timbunan zat besi secara berlebih

2. Hiperoksaluria dan oxalosis atau eksresi oksalat yang berlebih, hal ini juga dapat disebabkan seringnya mengonsumsi makanan yang kaya akan oksalat seperti, the, kopi instan, softdrink, coklat, serta sayuran yang berwarna hijau terutama bayam.

3. Penyakit Wilson, penyakit ini merupakan penyakit keturunan langka yang diakibatkan adanya timbunan tembaga dalam jumlah banyak di hati serta organ lainnya.

Tumor atau Kanker

Beberapa jenis tumor atau kanker yang dapat terjadi pada hati adalah kanker hati, kanker saluran empedu, dan adenoma hati.

Penyakit Hati Lainnya

Beberapa penyakit hati lain yang dapat terjadi mencakup penggunaan alkohol secara berlebih dan berkepanjangan serta akumulasi lemak di hati (non-alcoholic fatty liver disease).

5 dari 5 halaman

Cara Mencegah Penyakit Liver

1. Membatasi konsumsi alkohol. Konsumsi alkohol disarankan untuk dibatasi, karena konsumsi alkohol yang berlebih dikaitkan dengan meningkatnya risiko terjadinya penyakit hati.

2. Menghindari perilaku yang berbahaya. Perilaku yang berbahaya termasuk hubungan seksual tanpa pengaman dengan pasangan multipel, penggunaan obat-obatan terlarang menggunakan jarum suntik yang bersamaan, melakukan tato atau tindik pada tubuh dengan alat yang tidak steril, dan sebagainya.

3. Mendapatkan vaksinasi. Vaksinasi hepatitis A dan hepatitis B dapat melindungi dari tertularnya infeksi hati tersebut.

4. Penggunaan obat secara bijak. Mengonsumsi obat sebaiknya hanya dilakukan sesuai resep dokter dan dengan dosis yang dianjurkan. Selain itu, juga tidak disarankan untuk mengonsumsi obat-obatan dan alkohol pada waktu yang bersamaan.

5. Hindari kontak dengan cairan tubuh atau darah individu lain. Virus hepatitis dapat menyebar melalui tertusuk jarum suntik atau darah dan cairan tubuh individu lain.

6. Menjaga berat badan agar tetap stabil. Obesitas dapat meningkatkan risiko seseorang untuk mengalami non-alcoholic fatty liver disease.