Sukses

Pengertian Kewirausahaan, Pahami Keuntungan dan Faktor Kegagalannya

Liputan6.com, Jakarta Pengertian kewirausahaan menurut Eddy Soeryanto Soegoto adalah usaha kreatif yang dilakukan berdasarkan inovasi untuk menghasilkan sesuatu yang baru, memiliki nilai tambah, memberikan manfaat, menciptakan lapangan kerja dan hasilnya berguna bagi orang lain.

Dalam buku Entrepreneurial Finance oleh J. Leach Ronald Melicher, pengertian kewirausahaan adalah sebuah proses dalam merubah ide menjadi kesempatan komersil dan menciptakan nilai (harga). Menciptakan nilai yang unggul akan menghasilkan loyalitas pelanggan yang kuat.

Sebelum mendirikan sebuah usaha, seorang wirausaha harus mampu memaksimalkan sumber daya yang berupa rancangan ide, inovasi, proses, pengendalian, dan tujuan. Peluang usaha memang sangat banyak, namun perlu dipikir juga bahwa setiap usaha pasti ada resikonya.

Maka dari itu perlu untuk mengetahui pengertian kewirausahaan, apa saja keuntungan yang didapat, dan juga faktor kegagalan yang perlu dipertimbangkan dengan baik. Merangkum dari berbagai sumber, berikut liputan6.com ulas tentang pengertian kewirausahaan, Selasa (30/3/2021).

2 dari 6 halaman

Pengertian Kewirausahaan

Berikut ini beberapa pengertian kewirausahaan, antara lain:

  1. Pengertian Kewirausahaan menurut Instruksi Presiden Republik Indonesia (INPRES) No.4 Tahun 1995 tentang Gerakan Nasional Memasyarakatkan dan membudayakan Entrepreneur adalah semangat, sikap, perilaku dan kemampuan seseorang dalam menangani usaha dan atau kegiatan yang mengarah pada upaya mencari menciptakan, menerapkan cara kerja, teknologi dan produk baru dengan meningkatkan efisiensi dalam rangka memberikan pelayanan yang lebih baik dan atau memperoleh keuntungan yang lebih besar.
  2. Pengertian Kewirausahaan menurut Thomas W Zimmerer adalah keinovasian aplikasi dan kreativitas untuk memecahkan masalah dan memanfaatkan peluang yang lain hadapi setiap hari.
  3. Pengertian Kewirausahaan menurut Stein dan Jhon F. Burgess adalah salah satu yang mengatur, mengelola dan berani mengambil risiko untuk menciptakan peluang bisnis dan bisnis baru.
  4. Pengertian Kewirausahaan menurut Robert D.Hisrich adalah proses kreatif untuk menciptakan sesuatu yang bernilai lebih tinggi dengan mengoptimalkan segala daya upaya, seperti  mencurahkan waktu, dana, psikologis, dan penerimaan penghargaan atas kepuasan seseorang.
  5. Pengertian Kewirausahaan menurut Kasmir adalah jiwa pemberani yang berani mengambil risiko untuk memulai bisnis di berbagai kesempatan.
3 dari 6 halaman

Tujuan Kewirausahaan

Berikut tujuan kewirausahaan yang harus dimiliki oleh seorang wirausaha yang sukses, diantaranya:

  1. Membuka lapangan pekerjaan baru untuk orang lain serta membantu mereka guna menjadi pengusaha mandiri.
  2. Menciptakan jaringan bisnis yang baru yang bisa menyerap banyak tenaga kerja di sekitarnya.
  3. Meningkatkan kesejahteraan hidupnya serta masyarakat di usaha yang dijalankan dengan membuka lapangan kerja.
  4. Menularkan serta mengembangkan semangat berwirausaha pada orang lain.
  5. Membantu para pengusaha muda guna berkreasi serta berinovasi.
  6. Membangun bisnis pada awal mula adalah niat mendirikan usaha dan berjanji akan menjalankan dengan sebaik mungkin.
  7. Meningkatkan kesejahteraaan masyarakat dengan cara ikut serta dalam pelatihan kemampuan wirausaha.
  8. Menumbuhkan dan mengembangkan kesadaran kewirausahaan yang kokoh.
  9. Mengembangkan dalam bentuk inovasi dan kreasi agar tercipta dinamika dalam kewirausahaan atau dunia bisnis sehingga mencapai kemakmuran.
  10. Menyebarluaskan dan membuat budaya ciri kewirausahaan disekitarnya terutama dalam masyarakat.
4 dari 6 halaman

Keuntungan Kewirausahaan

Keuntungan kewirausahaan diantaranya:

  • Tantangan Awal dan Motif Berprestasi.

Ini merupakan kesempatan untuk mengembangkan konsep usaha yang bisa menghasilkan keuntungan sangat memotivasi wirausaha.

  • Otonomi.

Pengelolaan yang bebas dan tidak terikat membuat wirausaha menjadi seorang bos yang penuh kepuasan.

  • Kontrol Finansial.

Wirausaha bebas dalam mengelola keuangan dan merasa kekayaan sebagai milik sendiri.

5 dari 6 halaman

Faktor Kegagalan Kewirausahaan

Menurut Zimmerer (dalam Suryana, 2003: 44-45) ada beberapa faktor yang menyebabkan wirausaha gagal dalam menjalankan usaha barunya, diantaranya:

1. Tidak kompeten dalam manajerial.

Tidak kompeten atau tidak memiliki kemampuan dan pengetahuan mengelola usaha merupakan faktor penyebab utama yang membuat perusahaan kurang berhasil.

2. Kurang berpengalaman.

Kurang berpengalaman baik dalam kemampuan mengkoordinasikan, keterampilan mengelola sumber daya manusia, maupun kemampuan mengintegrasikan operasi perusahaan.

3. Kurang dapat mengendalikan keuangan.

Agar perusahaan dapat berhasil dengan baik, faktor yang paling utama dalam keuangan adalah memelihara aliran kas. Mengatur pengeluaran dan penerimaan secara cermat. Kekeliruan memelihara aliran kas menyebabkan operasional perusahan dan mengakibatkan perusahaan tidak lancar.

4. Gagal dalam perencanaan.

Perencanaan merupakan titik awal dari suatu kegiatan, sekali gagal dalam perencanaan maka akan mengalami kesulitan dalam pelaksanaan.

6 dari 6 halaman

Faktor Kegagalan Kewirausahaan

5. Lokasi yang kurang memadai.

Lokasi usaha yang strategis merupakan faktor yang menentukan keberhasilan usaha.Lokasi yang tidak strategis dapat mengakibatkan perusahaan sukar beroperasi karena kurang efisien.

6. Kurangnya pengawasan peralatan.

Pengawasan erat berhubungan dengan efisiensi dan efektivitas.Kurang pengawasan mengakibatkan penggunaan alat tidak efisien dan tidak efektif.

7. Sikap yang kurang sungguh-sungguh dalam berusaha.

Sikap yang setengah-setengah terhadap usaha akan mengakibatkan usaha yang dilakukan menjadi labil dan gagal. Dengan sikap setengah hati, kemungkinan gagal menjadi besar.

8. Ketidakmampuan dalam melakukan peralihan/transisi kewirausahaan.

Wirausaha yang kurang siap menghadapi dan melakukan perubahan, tidak akan menjadi wirausaha yang berhasil. Keberhasilan dalam berwirausaha hanya bisa diperoleh apabila berani mengadakan perubahan dan mampu membuat peralihan setiap waktu.