Sukses

GDP adalah Gross Domestic Product, Pahami Definisi dan Manfaatnya

Liputan6.com, Jakarta GDP adalah singkatan dari Gross Domestic Product atau disebut juga Produk Domestik Bruto (PDB). Berdasarkan laman resmi Badan Pusat Statistik (BPS), GDP adalah salah satu indikator penting untuk mengetahui kondisi ekonomi di suatu negara dalam suatu periode, baik atas dasar harga berlaku maupun atas dasar harga konstan.

Secara ringkas, GDP adalah jumlah nilai tambah yang dihasilkan oleh seluruh unit usaha dalam suatu negara tertentu, atau merupakan jumlah nilai barang dan jasa akhir yang dihasilkan oleh seluruh unit ekonomi.  PDB atau GDP atas dasar harga berlaku menggambarkan nilai tambah barang dan jasa yang dihitung menggunakan harga yang berlaku pada setiap tahun. 

Salah satu tolok ukur pertumbuhan suatu negara dapat dilihat dari GDP adalah statistika perekonomian yang paling diperhatikan karena dianggap ukuran tunggal terbaik mengenai kesejahteraan rakyat. Hal yang mendasarinya tak lain karena GDP dapat mengukur dua hal pada saat bersamaan yaitu total pendapatan semua orang dalam perekonomian dan total pembelanjaan negara untuk membeli barang dan jasa hasil perekonomian.

Agar Anda lebih memahami mengenai definisi GDP dan manfaatnya bagi negara, hingga cara perhitungan dari GDP. Berikut rangkuman oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Kamis (8/4/2021).

2 dari 4 halaman

Definis GDP atau Gross Domestic Product

Produk Domestik Bruto diartikan sebagai nilai keseluruhan semua barang dan jasa yang diproduksi di dalam wilayah tersebut dalam jangka waktu tertentu (biasanya per tahun). PDB berbeda dari produk nasional bruto karena memasukkan pendapatan faktor produksi dari luar negeri yang bekerja di negara tersebut. Sehingga PDB hanya menghitung total produksi dari suatu negara tanpa memperhitungkan apakah produksi itu dilakukan dengan memakai faktor produksi dalam negeri atau tidak. Sebaliknya, PNB memperhatikan asal usul faktor produksi yang digunakan.

Menurut BI Institute, GDP adalah ukuran pendapatan dan pengeluaran sebuah ekonomi, mengabaikan pendapatan yang diterima dari atau dibayar kepada non residen. Selain itu, PDB juga merupakan total nilai pasar semua barang dan jasa yang diproduksi dalam suatu negara dalam jangka waktu tertentu.

Untuk Perekonomian secara keseluruhan, pendapat harus sama dengan pengeluaran karena setiap transaksi ada pembeli dan penjual, dan setiap dolar pengeluaran oleh pembeli adalah dolar pendapatan untuk penjual.

Namun, menurut Mankiw GDP adalah  statistika perekonomian yang paling diperhatikan karena dianggap sebagai ukuran tunggal terbaik mengenai kesejahteraan masyarakat. Hal yang mendasarinya karena GDP mengukur dua hal pada saat bersamaan: total pendapatan semua orang dalam perekonomian dan total pembelanjaan negara untuk membeli barang dan jasa hasil dari perekonomian.

Alasan GDP dapat melakukan pengukuran total pendapatan dan pengeluaran dikarenakan untuk suatu perekonomian secara keseluruhan, pendapatan pasti sama dengan pengeluaran.

3 dari 4 halaman

Manfaat GDP bagi Negara

Sebagai suatu alat ukur perekonomian dalam suatu negara, GDP atau sering disebut PDB memiliki beberapa manfaat yang menunjang pertumbuhan perekonomian dalam negara. Beberapa manfaat GDP adalah sebagai berikut.

  1. Mengukur laju pertumbuhan ekonomi nasional sudah sejauh mana dan apa saja yang masih perlu ditingkatkan.
  2. Membandingkan kemajuan ekonomi antar negara untuk mengetahui negara mana yang memiliki perekonomian terkuat.
  3. Mengetahui struktur perekonomian suatu negara, untuk mengetahui sektor mana yang memerlukan perbaikan.
  4. Sebagai landasan perumusan kebijakan pemerintah. Dalam hal ini PDB seringkali diartikan sebagai indikator dari kesejahteraan suatu negara. Angka PDB yang tinggi diartikan dengan tingginya angka produksi. Tingginya angka produksi dihubungkan kepada daya beli masyarakat yang juga tinggi.
4 dari 4 halaman

Perhitungan GDP atau PDB

Untuk menjadi tolat ukur perekonomian suatu negara, ada perhitungan angka-angka GDP atau PDB. Ada tiga pendekatan yang dapat digunakan GDP adalah sebagai berikut.

1. Pendekatan Produksi

GDP adalah jumlah nilai tambah atas barang dan jasa yang dihasilkan oleh berbagai unit produksi di wilayah suatu negara dalam jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun). Unit-unit produksi tersebut dalam penyajian ini dikelompokkan menjadi 9 lapangan usaha (sektor) yaitu :

  1. Pertanian, Peternakan, Kehutanan dan Perikanan
  2. Pertambangan dan Penggalian
  3. Industri Pengolahan
  4. Listrik, Gas dan Air Bersih
  5. Konstruksi
  6. Perdagangan, Hotel dan Restoran
  7. Pengangkutan dan Komunikasi
  8. Keuangan, Real Estate dan Jasa Perusahaan
  9. Jasa-jasa termasuk jasa pelayanan pemerintah. Setiap sektor tersebut dirinci lagi menjadi sub-sub sektor.

2. Pendekatan Pendapatan

GDP adalah jumlah balas jasa yang diterima oleh faktor-faktor produksi yang ikut serta dalam proses produksi di suatu negara dalam jangka waktu tertentu (biasanya satu tahun). 

Balas jasa faktor produksi yang dimaksud adalah upah dan gaji, sewa tanah, bunga modal, dan keuntungan yang semuanya sebelum dipotong pajak penghasilan dan pajak langsung lainnya. Dalam definisi ini, PDB mencakup juga penyusutan dan pajak tidak langsung neto yakni pajak tak langsung dikurangi subsidi.

3. Pendekatan Pengeluaran

GDP adalah semua komponen permintaan akhir yang terdiri dari pengeluaran konsumsi rumah tangga dan lembaga swasta nirlaba, pengeluaran konsumsi pemerintah, pembentukan modal tetap domestik bruto, perubahan inventori, ekspor neto (ekspor neto merupakan ekspor dikurangi impor).