Sukses

Sudah Dianggap Anak Sendiri, Kisah Pria Ditinggal Keponakannya Ini Bikin Pilu

Liputan6.com, Jakarta Anak merupakan sumber kebahagiaan untuk kedua orang tuanya. Namun sumber kebahagiaan tak hanya didapatkan dari anak kandung, orang tua juga bisa merasakan kebahagiaan ketika tengah bersama anak sambung ataupun keponakannya.

Kedekatan seseorang dengan keponakan sering terlihat. Bahkan tak sedikit orang yang memperlakukan keponakannya seperti anak kandung sendiri. Ada banyak alasan kenapa seseorang bisa dekat dengan keponakannya, entah karena sudah dirawat seperti anak sendiri sejak kecil ataupun alasan lainnya.

Saat kehilangan seseorang yang dicintai untuk selama-lamanya tentunya menyisakan duka mendalam. Apalagi jika sosok yang dicinta tersebut adalah sumber kebahagiaan dan sumber semangat untuk dirinya.

Seperti yang belum lama ini dialami seorang bapak-bapak yang ditinggalkan keponakannya selama-lamanya karena sakit. Tak sedikit warganet yang tersentuh dengan kisah sang bapak yang ditinggal keponakan satu-satunya untuk selamanya.

Kisah pria ditinggal keponakan satu-satunya untuk selama-lamanya ini dilansir Liputan6.com dari laman TikTok @badut_salamun, Sabtu (24/4/2021).

2 dari 3 halaman

Kisah Pria Ditinggal Keponakannya

Ditinggal seseorang yang paling disayang selama-lamanya pasti menyisakan duka mendalam, apalagi kehilangan darah daging sendiri. Momen yang pernah terukir bersama seakan berhenti dan tidak bisa kembali mengulang momen tersebut kecuali dalam kenangan.

Belum lama ini melintasi linimasa FYP seorang pria unggah momen detik-detik sebelum keponakan satu-satunya pergi selamanya. Momen tersebut banjir doa dari warganet agar sang bapak bisa ikhlas melepas kepergian sang keponakan.

Sang pemilik akun menuliskan dalam video tersebut bahwa keponakannya adalah sosok yang selalu memberikan semangat untuknya selama ini.

@badut_salamun

#pemakaman ponakan saya satu2nya #st12saaterakhir

♬ original sound - Badut salamun - Badut salamun

Dalam video tersebut sang pemilik akun mengunggah video kompilasi foto dan video muali dari potret masa kecil sang keponakan sampai momen di mana ia mengantarkan keponakannya ke tempat peristirahatan terakhir.

Sang pemilik aku menuliskan bahwa sang keponakan menderita sakit parah sampai sudah tiga kali bolal balik rumah sakit namun tak kunjung ada perubahan, padahal usia sang keponakan masih sangat muda dan baru saja lulus SMA.

Dalam video tersebut sang pemilik akun juga menuliskan bahwa keponakannya adalah salah satu orang yang ia harapkan untuk mengirimkan doa kepadanya ketika dirinya sudah tiada.

Namun ternyata sang pencipta memanggil sang keponakan terlebih dahulu. Pada video singkat tersebut pemilik akun juga menuliskan bahwa ia akan berusaha untuk tetap tersenyum setelah kepergian sang keponakan.

Pada video singkat tersebut sang pemilik akun juga menuliskan bahwa dirinya adalah seorang badut yang selalu memberikan hiburan. Pada akhir video sang pemilik akun menuliskan bahwa ia berusaha tersenyum karena profesinya yang juga seorang yang selalu memberikan hiburan.

Terlihat dalam video tersebut sang pemilik akun baru bisa menumpahkan semua kesedihannya setelah para pelayat pulang. Tentunya dapat dibayangkan bagaimana rasanya berusaha tegar dihadapan banyak orang sampai akhirnya kesedihan itu tumpah ketika sedang sendiri.

3 dari 3 halaman

Komentar Warganet

Video yang diunggah pada 23 April 2021 ini sudah ditonton lebih dari 2,3 juta kali. Video tersebut sudah dibagikan lebih dari seribu kali dan mendapatkan 249 ribu likes dari para pengguna TikTok. 4 ribu komentar dibubuhkan warganet pada kolom komentar, dan banyak warganet yang juga merasa terharu dan menuliskan ucapan belasungkawa.

“innalillahi wa innailaihi rojiun yang sabar ya kakek mudahan kakek dan keluarga sehat selalu amiin.” Tulis bunny disertai emot sedih.

“Banyak yang nganterin sampai rumah terakhirnya, pasti orangnya baik, surga tempat ponakannya.” Kata Jov disertai emot senyum.

“Semoga penyakitnya menjadi penghapus dosanya, aamiin. Semoga ditempatkan di tempat yang terbaik di sisinya.” Timpal DHEAN.

“Innalillahi wa innailaihi rojiun, selamat jalan orang baik.” Imbuh kaka disertai emot sedih.