Sukses

Selandia Baru Gelar Konser Dihadiri 50.000 Penonton Tanpa Masker, Ini 7 Faktanya

Liputan6.com, Jakarta Saat dunia masih dilanda ketakutan dan para petinggi negara sibuk memikirkan solusi untuk menanggulangi lonjakan virus Covid-19 yang kian meningkat, kondisi berbeda terjadi di Selandia Baru. Negara yang terletak di barat daya Samudera Pasifik ini justru sudah bisa menggelar konser akbar.

Konser yang diselenggarakan pada Sabtu (24/4/2021) di stadion Eden Park, Auckland tersebut menampilkan band rock Six60 dengan dihadiri 50.000 penonton. Mereka menikmati konser tersebut tanpa mengenakan masker dan tak perlu menjaga jarak.

Pada Selasa (27/4/2021), "Kota kami menunjukkan kepada dunia pekan ini bahwa di tengah pandemi global, kami bisa hidup mendekati normal di Auckland," kata Walikota Auckland Phil Goff seperti dikutip Liputan6.com dari Independent.

Faktanya, konser yang digadang-gadang menjadi konser terbesar di dunia setelah pandemi Covid-19 melanda ini membuat iri seluruh dunia. Berikut fakta lain seputar konser di Selandia Baru yang Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (27/4/2021).

2 dari 8 halaman

1. Sabtu (24/4) band rock Six60 adakan konser di Selandia Baru dengan 50.000 penonton.

3 dari 8 halaman

2. Konser yang disebut sebagai konser terbesar di dunia setelah pandemi Covid-19 ini digelar dengan penonton tanpa masker dan tak menjaga jarak.

4 dari 8 halaman

3. Konser yang membuat iri seluruh dunia ini menandakan keberhasilan Selandia Baru dalam mengendalikan pandemi Covid-19.

5 dari 8 halaman

4. Walau penonton tidak memakai masker dan menjaga jarak, namun mereka diimbau untuk memindai sistem pelacakan nasional, serta disediakan pembersih tangan di banyak lokasi.

6 dari 8 halaman

5. Penonton yang hadir juga diminta menunjukkan bukti vaksinasi atau hasil tes negatif virus Covid-19.

7 dari 8 halaman

6. Angka kematian akibat COVID-19 di Selandia Baru terbilang rendah, kurang dari 3 persen dari populasi juga telah menerima satu dosis vaksin.

8 dari 8 halaman

7. Tiket konser ini habis terjual hanya dalam beberapa pekan dan merupakan acara musik pertama yang diizinkan di Eden Park.