Sukses

Konduktor adalah Bahan Penghantar Listrik, Kenali Perbedaanya dengan Isolator

Liputan6.com, Jakarta Konduktor adalah zat perantara yang mudah menghantarkan listrik dan panas. Pelajaran terkait konduktor ini akan kamu temui dalam pembahasan perpindahan kalor pada mata pelajaran fisika. Mengenal konduktor tentunya tidak lengkap tanpa membahas juga lawannya, yaitu isolator. 

Konduktor adalah benda atau bahan penghantar panas, listrik, atau suara. Contohnya logam seperti aluminium, baja, besi, dan lain-lain. Semantara itu, isolator adalah benda-benda yang sulit menghantarkan panas, seperti ebonit, plastik, kain, dan lain-lain.

Secara umum, konduktor adalah benda atau bahan yang dapat menghantakan listrik maupun panas, sedangkan isolator merupakan benda atau bahan yang tak dapat menghantarkan panas. Untuk memahami konduktor, kamu perlu mengenali pengertiannya, perbedaannya dengan isolator, serta contoh-contohnya.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (6/5/2021) tentang konduktor.

2 dari 5 halaman

Konduktor adalah

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, konduktor adalah  benda atau bahan yang dapat menghantarkan panas dan listrik dalam fisika. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, konduktor adalah benda atau bahan penghantar panas, listrik, atau suara.

Konduktor adalah suatu zat atau bahan yang dapat menghantarkan arus listrik, baik itu zat padat, cair, ataupun gas. Disebabkan sifat dari zat atau benda tersebut yang konduktif, maka disebut dengan Konduktor.

Konduktor adalah penghantar listrik yang baik karena memiliki banyak elektron-elektron bebas. Hal ini berkaitan dengan struktur molekul konduktor yang mudah melepaskan elektron-elektron terluar.  Sebagian besar logam memiliki sifat ini.

Contoh konduktor adalah emas (Au), perak (Ag), tembaga (Cu), aluminium (Al), seng (Zn), besi (Fe) berturut-turut dari jenis konduktor listrik yang paling baik. Syarat benda disebut konduktor adalah memiliki konduktivitas yang tinggi dengan resistensi yang rendah.

Sifat Konduktor

Konduktor memiliki beberapa sifat yang memungkinkannya bisa menghantarkan arus listrik/panas. Sifat konduktor adalah sebagai berikut:

- Memiliki daya hantar listrik. Daya hantar listrik didapat dari banyaknya elektron-elektron bebas yang terkandung dalam bahan konduktor. 

- Resistivitas kecil. Semakin kecil hambatan jenis atau resistivitas suatu bahan, maka semakin baik nilai konduktivitasnya.

- Daya hantar panas tinggi. Bahan-bahan logam sebagian besar memiliki daya hantar panas tinggi sehingga dapat berfungsi sebagai konduktor.

- Tegangan tarik kuat. Tegangan tarik dipengaruhi oleh aliran arus dan suhu. Semakin kuat suatu bahan mengatasi pengaruh suhu dan aliran arus, maka semakin baik bahan tersebut berfungsi sebagai konduktor.

3 dari 5 halaman

Contoh Konduktor

Syarat Konduktor yang Baik

Syarat-syarat konduktor yang baik antara lain sebagai berikut:

- Konduktivitas yang baik. Semakin besar nilai konduktivitas suatu konduktor, maka semakin baik kemampuannya dalam menghantarkan arus listrik.

- Kekuatan mekanik tinggi. Kemampuan mekanik (mekanis) adalah kemampuan suatu bahan untuk menerima beban/gaya/energi tanpa menimbulkan kerusakan pada bahan tersebut. Konduktor pada umumnya memiliki kekuatan mekanik yang tinggi agar bisa dialiri panas atau arus listrik dengan baik.

- Koefisien muai kecil. Bahan konduktor adalah bahan yang memiliki koefisien muai yang kecil sehingga sekalipun pada suhu yang tinggi, konduktor tetap menghantarkan listrik dengan baik.

- Modulus elastis besar. Modulus elastisitas adalah perbandingan antara tegangan dan regangan.  Nilainya menunjukkan ketahanan suatu konduktor untuk mengalami deformasi elastis dan kerusakan ketika dialiri tegangan listrik atau panas yang tinggi. 

 

Contoh Benda Konduktor

Contoh benda konduktor adalah barang-barang yang biasa digunakan di dapur. Contoh benda konduktor adalah panci, wajan, dan cerek yang merupakan barang-barang atau peralatan dapur. Ketiga benda ini merupakan benda yang biasanya terbuat dari logam.

Hal ini disebabkan karena logam dapat menghantarkan panas, sehingga kamu akan lebih mudah dalam memasak. Hal inilah yang menjadikan ketiga peralatan dapur tersebut tergolong ke dalam konduktor. Alat-alat ini dapat menghantarkan panas yang berasal dari api ke minyak, makanan, atau air yang sedang dimasak. 

Sementara itu, tutup panci dan tutup oven yang juga merupakan peralatan dapur juga bisa dibiang konduktor. Namun, karena biasanya terbuat dari kaca, kedua benda tersebut tergolong ke dalam benda yang tidak terlalu baik dalam menghantarkan panas.

4 dari 5 halaman

Isolator adalah

Berkebalikan dengan konduktor, isolator adalah benda yang tidak dapat menghantarkan listrik ataupun panas. Bahkan isolator juga dikenal dengan sebutan penghambat aliran listrik. Selain itu, bahan isolator juga bisa digunakan sebagai pemisah konduktor tanpa harus mengeluarkan arus listrik dan juga dapat dipakai sebagai penopang beban.

Syarat benda disebut isolator secara sederhananya adalah memiliki resistivitas yang tinggi dengan konduktivitas yang rendah. Semakin besar resistivitas bahan mengartikan bahwa bahan tersebut adalah isolator yang baik karena dapat mengioslasi listrik agar tidak bisa mengalir di dalamnya.

5 dari 5 halaman

Contoh Benda Isolator

Berbeda dengan konduktor, benda yang bersifat isolator tentunya adalah benda-benda yang tidak dapat menghantarkan panas. Biasanya dalam peralatan dapur benda isolator ini dijadikan sebagai gagang dari panci yang merupakan konduktor. Hal ini untuk melindungi tangan kamu saat memasak agar tidak kena panas dari logam pada panci.

Gagang wajan, gagang panci, hingga gagang setrika merupakan contoh benda isolator tersebut. Ketiga benda ini biasanya terbuat dari kayu dan plastik. Kayu dan plastik memiliki sifat lambat menghantarkan panas. 

Selain itu, contoh benda islotar berikutnya masih berkaitan dengan perlindungan tangan saat memasak, yaitu sarung tangan memasak. Sarung tangan terbuat dari kain dan kain memiliki sifat isolator karena lambat menghantarkan panas. Sarung tangan atau pelindung tangan yang tebal bisa membantu kamu dalam mengangkat wajan atau panci agar tidak panas di tangan.