Sukses

Aksi Kebaikan, Borong Makanan Pedagang Kecil untuk Dibagikan Secara Gratis ke Warga

Liputan6.com, Jakarta Bulan Ramadan menjadi momentum paling tepat untuk berbuat kebaikan. Bulan istimewa yang penuh dengan keberkahan ini, banyak orang berlomba-lomba untuk melakukan amal baik. Salah satu kebaikan yang mudah dilakukan adalah dengan berbagi sesama.

Di bulan Ramadan seperti saat ini, biasanya banyak orang turun ke jalan untuk menyalurkan sedekah berupa makanan untuk orang-orang berbuka puasa. Hal itu dilakukan untuk membantu sesama sekaligus mencari pahala di bulan yang suci ini. 

Terlebih Ramadan tahun 2021 ini, Indonesia masih dilanda pandemi Covid-19. Tak sedikit orang yang membutuhkan uluran tangan. Seperti aksi kebaikan yang dilakukan oleh komunitas Sahabat Hijrah Baitullah ini. Di bulan suci ini, komunitas yang ada di Lumajang tersebut memborong pedagang kecil khususnya yang menjual makanan.

Kemudian bersama-sama mereka membagikan makanan tersebut pada masyarakat yang kurang mampu. Mulai dari pemulung, tukang becak hingga masyarakat di sekitar yang membutuhkan. Ketua Yayasan Sahabat Hijrah Baitullah, Mohammad Syafril Rizam mengatakan jika kegiatan amal yang disebut 'Tebas Warung' itu dilakukan setiap hari selama bulan Ramadan.

"Program tebas warung itu program yang kita buat dalam rangka peduli kepada pedagang-pedagang kecil. Jadi kita menebas jualan mereka, tapi nanti kita bagikan kembali kepada masyarakat di sekitar yang memang kurang mampu." ungkap pria yang akrab disapa Ustaz Rizam itu ditemui Liputan6.com saat membagikan makanan gratis di jalan Kapten Suwandak, Lumajang, Jawa Timur, Kamis (6/5/2021).

2 dari 5 halaman

Melariskan Pedagang Kecil

Selain untuk berbagi sesama, kegiatan Tebas Warung itu dilakukan untuk membantu melariskan dagangan pedagang kecil. Apalagi pedagang-pedagang yang bertahan hidup di tengah pandemi Covid-19. Biasanya para Sahabat Hijrah Baitullah turun ke jalanan serta melakukan survei pedagang yang dagangannya tampak sepi dan jarang pembeli.

"Intinya kita ingin membantu masyarakat kecil apalagi pedagang kaki lima saat ini dengan kondisi pandemi itu terhimpit. Istilahnya ekonominya semakin terhimpit. Jadi kita inginnya membantu seperti itu," kata Ustaz Rizam.

Kemudian mereka memborong jualan pedagang kecil yang ditemuinya dan dibagikan ke masyarakat. Tak hanya itu, bagi-bagi makanan gratis ini menggunakan sistem kupon agar berjalan tertib dan menghindari kerumunan. Dalam sehari komunitas tersebut bisa membagikan makanan mulai dari 50 porsi hingga 60 porsi.

"Jadi setiap hari kita cari warung-warung yang memang kelihatannya penghasilannya tidak banyak di bulan Ramadan itu, tapi mungkin agak sepi, kita datangi langsung kita tebas berapa dia jualan itu. Dari kita pakai kupon. Jadi jualan yang ada itu kita beli semua dan orang-orang yang mau mendapatkan gratis untuk buka puasanya mendapatkan kupon," tutur pria kelahiran 1982 ini.

"Jadi kita bagikan kupon di jalan mereka langsung dapat ditukarkan dengan makanan di warung yang kita tebas. Nanti kita totalnya dengan warung yang ada berapa habisnya. Kalau habisnya 500 ribu ya kita bayarnya 500 ribu," tambahnya.

3 dari 5 halaman

Sebagai Media Penyalur Kebaikan

Lebih Lanjut, Ustaz Rizam menceritakan jika aksi Tebas Warung ini dilakukan agar berbeda dari yang lain. Jika biasanya membuat makanan sendiri atau pesan pada orang, Tebas warung ini memang disasarkan untuk pedagang yang memang jualannya sepi dan jarang pembeli.

"Alhamdulillah ini bisa membantu masyarakat. minimal PKL-PKL yang mungkin penghasilannya tidak banyak atau mungkin setiap harinya cuman dapatnya, misal tukang bakso jualannya sampe malem nah dengan ini dalam 1 jam sudah bisa habis."

Dana yang dipakai untuk memborong warung pun hasil dari sumbangan anggota Sahabat Hijrah Baitullah, donatur serta rekan-rekan yang ikut berkontribusi. Mereka menjadi media penyalur sumbangan dari orang-orang baik tersebut.

"Dananya dari temen-temen. Istilahnya, awalnya kita semua temen-temen SHB berbagi tim yang sumbangan awalnya setelah itu kita set ternyata banyak yang berminat. Nah jadi dana-dana itu dari sumbangan para donatur, para temen-temen yang memang tertarik dan mau ikut berkontribusi terhadap program SHB berbagi tebas warung ini."

4 dari 5 halaman

Pedagang Ucap Rasa Syukur

Bertujuan untuk membantu perekonomian pedagang kecil, aksi memborong makanan ini berjalan dengan lancar. Pedagang yang semula jarang pembeli dan harus berkeliling kembali hingga malam agar terjual habis, adanya aksi Tebas Warung ini mereka bisa pulang lebih cepat dan berkumpul bersama keluarga.

Penghasilan yang didapat pun sesuai harapan. Rasa bahagia dan senang saat jualannya terjual habis begitu terpancar dari raut wajahnya. Apalagi makanan yang dijual pedagang dapat dibagikan untuk masyarakat yang membutuhkan. Tak lupa para pedagang mengucapkan rasa syukur dan terima kasih.

"Terima kasih dagangan saya ditebas, di bulan puasa ini dapat membantu sekali, terima kasih. Biasanya jualan saya habis jam 12 malam, tapi hari ini sore sudah habis dan diborong," tutur salah satu pedagang bakso yang diborong.

"Saya dibantu, sekarang pulang sore nggak pulang malam, alhamdulillah," lanjutnya.

Tak hanya pedagang, masyarakat yang mendapat makanan secara gratis juga merasa senang. Mereka merasa terbantu dan mendoakan agar sang pemberi makanan gratis tersebut mendapatkan keberkahan di bulan Ramadan ini.

"Ya terbantu ya, alhamdulillah rezeki, semoga berkah bagi yang memberi," ucap salah satu masyarakat yang mendapat makanan secara gratis.

5 dari 5 halaman

Keinginan Dapat Membantu Sesama

Aksi borong pedagang kecil dan bagi-bagi makanan gratis di bulan Ramadan ini dilandasi keinginan dapat membantu sesama. Mengingat di tengah pandemi Covid-19, banyak orang yang mengalami perekonomian yang sulit. Rupanya selain borong warung dan bagi-bagi makanan, Sahabat Hijrah Baitullah juga memiliki program kebaikan lainnya.

Komunitas itu juga melaksanakan Tadarus Al Quran selama bulan Ramadan. Bagi seseorang yang mampu membaca satu juz Al Quran di tempat Sahabat Hijrah Baitullah, mereka akan mendapatkan beras 5 kilogram secara gratis.

"Kita ada program tadarus Al Quran minimal 1 juz kita mengadakan Khotmil Quran setiap hari. Jadi setiap orang minimal membaca 1 juz dan kita hadiahkan setiap membaca Al Quran itu beras 5 kg. Alhamdulillah hampir setiap hari kita tadarus Al Quran. Jadi setiap hari kita membutuhkan 5 Kg kali 30, 150 kg beras," ungkap Ustaz Rizam.

Ustaz Rizam pun berharap aksi Tebas Warung dan kebaikan lainnya bisa terus terlaksana agar dapat membantu masyarakat sekitar yang kurang mampu. Tak hanya di bulan Ramadan, tapi dapat membantu dengan berbagai aksi kebaikan lainnya di setiap momen.

"Harapannya ke depan kegiatan ini enggak hanya terlaksa di lumajang tapi juga terlaksa juga dimana pun berada. Berharapnya seperti itu dan mudah-mudahan bisa terlaksana istiqomah dan tidak hanya di bulan Ramadan tapi kita bisa bantu di program-prigram lainnya seperti luar bulan Ramadan, insyaallah." tutup pria 39 tahun itu.