Sukses

Pengertian Konsolidasi adalah Tindak Penyatuan Korporasi, Simak Contohnya

Liputan6.com, Jakarta Pengertian konsolidasi adalah bentuk tindak penyatuan satu atau lebih korporasi melalui pembubaran atau pembentukan baru. Tindak konsolidasi adalah memiliki tujuan menyatukan banyak elemen yang memiliki kesamaan, utamanya agar peleburan korporasi maksimal.

Konsolidasi adalah bisa dimaknai dari berbagai macam aspek bidang ilmu pengetahuan. Ada pengertian konsolidasi adalah dalam Sosiologi, Analisis Teknik dan Perdagangan, Ilmu Teknologi, Bisnis, dan Akuntansi. Cambridge Dictonary pun memberikan definisi dari pengertian konsolidasi adalah secara umum sebagai proses membuat sesuatu lebih kuat dan lebih tertentu.

Contoh berdasarkan pengertian konsolidasi di Indonesia sudah banyak terjadi. Dalam Ilmu Teknologi, contoh kasus konsolidasi adalah banyak terjadi pada perusahaan operator sampai media. Berikut Liputan6.com ulas pengertian konsolidasi adalah tindak penyatuan korporasi dan contohnya dari berbagai sumber, Jumat (7/5/2021).

2 dari 7 halaman

Pengertian Konsolidasi Menurut Para Ahli

Rudi Prasetya

Pengertian konsolidasi adalah tindak pembubaran dua atau lebih perusahaan serta menggantinya dengan sebuah perusahaan yang baru. Di tindakan ini, tiap-tiap perusahaan yang dibubarkan atau dikonsolidasi itu akan dileburkan menjadi satu perusahaan.

Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)

Pengertian konsolidasi adalah tindak meleburnya dua perusahaan atau lebih menjadi satu perusahaan serta mempunyai visi yang sama atau disamakan.

Peraturan Pemerintah No. 28 Tahun 1999

Pengertian konsolidasi adalah tindak suatu penggabungan dua bank atau lebih dengan cara mendirikan bank baru serta membubarkan bank lama tanpa melakukan likuidasi itu terlebih dahulu.

Aliminsyah

Pengertian konsolidasi adalah tindak penggabungan suatu usaha antara dua perusahaan atau lebih, di mana kegiatan atau aktivitas untuk meneruskan kegiatan/aktivitas usaha gabungan itu dibentuk secara khusus oleh sebuah perusahaan baru dan seluruh perusahaan yang sudah bergabung untuk menghentikan kegiatan atau aktivitasnya secara besar-besaran.

Roman Nurbawa

Pengertian konsolidasi adalah tindak suatu pembubaran dua atau lebih suatu perusahaan yang nantinya akan digantikan dengan perusahaan baru. Terkhusus secara finansial mengambil alih seluruh aset yang dimiliki oleh perusahaan yang dibubarkan tersebut.

3 dari 7 halaman

Pengertian Konsolidasi adalah Secara Umum

Istilah konsolidasi berasal dari bahasa Latin konsolidatus yang artinya menggabungkan menjadi satu tubuh. Dalam bahasa Inggris, pengertian konsolidasi adalah secara umum dekat dengan tindak penguatan atau pengukuhan. Apa pun konteksnya, untuk mengkonsolidasikan adalah melibatkan menyatukan beberapa item yang lebih besar menjadi satu kesatuan.

Sesuai penjelasan Kamus Besar Bahasa Indonesia, pengertian konsolidasi adalah secara umum dekat tindak atau perbuatan untuk memperteguh atau memperkuat hubungan atau persatuan. Pengertian konsolidasi adalah secara umum bisa berarti peleburan dua perusahaan atau lebih menjadi satu perusahaan saja.

Kamus Merriam-Webster menyebut pengertian konsolidasi adalah secara umum proses penyatuan baik itu kualitas atau keadaan. Pengertian konsolidasi adalah secara umum merujuk penyatuan dua atau lebih korporasi melalui pembubaran dan pembentukan satu korporasi baru.

4 dari 7 halaman

Ciri-Ciri Konsolidasi

Tak hanya pengertian konsolidasi yang bisa dirujuk untuk memahami tindakan ini. Ciri-ciri konsolidasi pun bisa dijadikan gambaran dan patokan memahaminya lebih gamblang. Berikut ciri-ciri konsolidasi melansir dari laman pendidikan.co.id, Jumat (7/5/2021):

1. Ciri-ciri konsolidasi adalah setiap perusahaan lama yang akan ditiadakan itu akan dibubarkan tanpa dengan melalui proses likuidasi.

2. Ciri-ciri konsolidasi adalah terjadi peleburan atau juga penggabungan dua perusahaan bahkan lebih dengan membentuk sebuah perusahaan baru.

3. Ciri-ciri konsolidasi adalah rancangan konsolidasi sera juga konsep akta konsolidasi itu harus disetujui oleh RUPS ditiap-tiap perseroan.

4. Ciri-ciri konsolidasi adalah perusahaan baru dari hasil peleburan beberapa perusahaan itu juga harus mempunyai status badan hukum yang baru.

5. Ciri-ciri konsolidasi adalah sebuah konsep akta konsolidasi yang sudah/telah disetujui oleh RUPS itu akan dituangkan kedalam akta konsolidasi yang dibuat dihadapan notaris itu di dalam bahasa Indonesia.

6. Ciri-ciri konsolidasi adalah semua harta serta hutang perusahaan yang digabungkan itu secara otomatis akan beralih kepada perusahaan baru.

7. Ciri-ciri konsolidasi adalah perusahaan baru dari adanya konsolidasi ini akan memiliki atau mempunyai status badan hukum pada tanggal diterbitkannya keputusan dari Menkumham mengenai atau juga tentang suatu perusahaan yang meleburkan diri tanpa proses likuidasi.

5 dari 7 halaman

Pengertian Konsolidasi adalah dalam Sosiologi

Pengertian konsolidasi adalah dalam sosiologi dekat tindak peneguhan atau penguasaan sikap individu atas keanggotaan. Biasanya, pengertian konsolidasi adalah dalam sosiologi tumpang tindih dalam berbagai kelompok sosial ke dalam wadah yang memiliki unsur-unsur kesamaan.

Dalam struktur sosial, pengertian konsolidasi adalah dalam sosiologi erat dengan usaha untuk menata kembali suatu kelompok sosial yang dinilai mengalami perpecahan atau ketidakkompakan. Selain itu, pengertian konsolidasi adalah dalam sosiologi melekat dengan usaha memperkuat parameter (nilai ukur) suatu kelompok (in group) terhadap kelompok yang lain (out group).

Contoh berdasarkan pengertian konsolidasi adalah dalam sosiologi, ketika suatu kelompok merasa terancam keberadaannya, karena melihat kelompok lain menjadi solid dan bersatu padu. Biasanya, pengertian konsolidasi adalah dalam sosiologi ini membuat kelompok tersebut akan melakukan konsolidasi atau penguatan demi eksisnya kelompok bersangkutan.

6 dari 7 halaman

Pengertian Konsolidasi adalah dalam Bidang Lainnya

Pengertian Konsolidasi adalah dalam Analisis Teknis dan Perdagangan

Pengertian konsolidasi adalah bagian istilah analisis teknis yang mengacu pada harga sekuritas yang berosilasi dalam suatu koridor dan secara umum diartikan sebagai ketidaktegasan pasar.

Pengertian konsolidasi adalah biasanya digunakan dalam analisis teknis untuk menggambarkan pergerakan harga saham dalam pola level perdagangan yang terdefinisi dengan baik. Konsolidasi umumnya dianggap sebagai periode keraguan, yang berakhir ketika harga aset bergerak di atas atau di bawah harga dalam pola perdagangan.

Pola pengertian konsolidasi adalah biasanya dalam pergerakan harga dipatahkan pada rilis berita utama yang secara material mempengaruhi kinerja sekuritas atau pemicuan urutan limit order.

Pengertian Konsolidasi adalah dalam Ilmu Teknologi

Dalam komputasi, pengertian konsolidasi adalah mengacu pada saat penyimpanan data atau sumber daya server dibagi di antara banyak pengguna dan diakses oleh banyak aplikasi. Berdasarkan pengertian konsolidasi adalah memiliki tujuan membuat penggunaan sumber daya komputer lebih efisien dan mencegah server dan peralatan penyimpanan kurang dimanfaatkan dan menghabiskan terlalu banyak ruang.

Dua jenis sesuai pengertian konsolidasi adalah ada konsolidasi server dan konsolidasi penyimpanan. Pengertian konsolidasi server adalah melibatkan pengurangan jumlah server dan lokasi server dalam suatu organisasi.

Hasil yang diharapkan pengertian konsolidasi adalah penggunaan sumber daya server yang lebih efisien dan ruang yang ditempati. Pengertian konsolidasi penyimpanan, atau konvergensi penyimpanan adalah metode pemusatan penyimpanan data melalui salah satu dari tiga arsitektur berupa Network Attached Storage (NAS), Redundant Array of Independent Disk (RAID), dan Storage Area Network (SAN).

Pengertian Konsolidasi adalah dalam Bisnis

Dalam bisnis, pengertian konsolidasi adalah praktik menggabungkan secara legal dua atau lebih organisasi menjadi satu organisasi baru. Setelah adanya pengertian konsolidasi adalah dalam bisnis ini, organisasi asli tidak ada lagi dan digantikan oleh entitas baru. Konsolidasi adalah bisa disebut dengan peleburan.

Pengertian konsolidasi adalah berarti penggabungan dan akuisisi banyak perusahaan kecil menjadi beberapa perusahaan yang jauh lebih besar. Pengertian konsolidasi adalah dalam bisnis, terjadi ketika dua atau lebih bisnis bergabung untuk membentuk satu entitas baru, dengan harapan meningkatkan pangsa pasar dan profitabilitas serta keuntungan menggabungkan bakat, keahlian industri, atau teknologi.

Dari pengertian konsolidasi adalah dalam bisnis dapat menghasilkan terciptanya entitas bisnis yang sama sekali baru atau anak perusahaan dari perusahaan yang lebih besar. Pendekatan berdasarkan pengertian konsolidasi adalah dalam bisnis dapat menggabungkan perusahaan yang bersaing menjadi satu bisnis koperasi.

pengertian konsolidasi adalah dalam bisnis berbeda dalam istilah praktis dari merger karena perusahaan yang dikonsolidasi dapat menghasilkan entitas baru. Sementara pengertian konsolidasi adalah dalam bisnis sesuai merger, bisa terjadi tindak satu perusahaan menyerap yang lain dan tetap ada sementara yang lain dibubarkan.

Pengertian Konsolidasi adalah dalam Akuntansi

Pengertian konsolidasi adalah dalam akuntansi keuangan memiliki makna laporan keuangan konsolidasi memberikan gambaran yang komprehensif. Terutama tentang posisi keuangan perusahaan induk dan anak perusahaan, bukan posisi berdiri sendiri satu perusahaan.

Dalam konteks berdasarkan pengertian konsolidasi adalah dalam akuntansi keuangan, mengacu pada agregasi laporan keuangan suatu perusahaan grup sebagai laporan keuangan konsolidasian. Biasanya informasi dari perusahaan induk dan anak perusahaan diperlakukan seolah-olah berasal dari satu entitas.

pengertian konsolidasi adalah dalam akuntansi memiliki aset kumulatif dari bisnis, serta pendapatan atau pengeluaran, dicatat di neraca perusahaan induk. Informasi berdasarkan pengertian konsolidasi adalah dilaporkan dalam laporan laba rugi perusahaan induk.

7 dari 7 halaman

Contoh Penerapan dari Pengertian Konsolidasi

1. Konsolidasi PT Indosat, PT Satelindo, dan PT IM3

Penggabungan keempat perusahaan itu resmi dilakukan pada 20 November 2003 menjadi satu entitas yaitu PT Indosat.

Kasus ini merupakan jenis penggabungan badan usaha merger, dimana PT Indosat sebagai perusahaan yang menerima merger (absorbing company) tetap eksis sedangkan PT Satelindo, PT IM3, dan PT Bimagraha sebagai perusahaan yang bergabung (target company) akan dibubarkan demi hukum tanpa ada likuidasi.

Perusahaan yang bergabung pun hampir semuanya dimiliki mayoritas Indosat. Bahkan IM3 dimiliki sampai 100 persen, sedangkan Satelindo 57,5 persen.

Indosat sendiri dulunya merupakan penyelenggara telekomunikasi seluler, telepon tetap, dan MIDI (multimedia, komunikasi data dan internet), sedangkan Satelindo merupakan penyedia jarigan telekomunikasi internasional, seluler dan komunikasi satelit. Adapun, IM3 merupakan penyelenggara seluler GSM/DCS di pita 1800MHz.

Tujuan utama penggabungan usaha dimaksud untuk menyatukan strategi dan mengkonsolidasikan sumber daya grup Indosat dengan fokus pada bisnis seluler yang tumbuh cepat dan memberikan margin yang tinggi.

Bergabungnya Indosat, Satelindo, dan IM3 akan dapat mengurangi tingkat persaingan terutama di bisnis seluler saat itu, dan juga mengurangi tingkat resiko tidak tercapainya target penjualan. Saat itu, tidak ada pengurangan frekuensi baik dari sisi Indosat maupun Satelindo karena dimungkinkan, Indosat mengambil saham anak usahanya sendiri.

2. PT Mobile-8 Telecom dengan Smart Telecom

PT Smartfren Telecom Tbk (smartfren) awalnya bernama PT Mobile-8 Telecom Tbk (Mobile-8) sebelum bulan April 2011. Perusahaan ini awalnya dimiliki oleh PT Global Mediacom Tbk. Namun akibat krisis finansial dan penurunan penjualan produk, maka Perusahaan ini diakuisisi oleh Sinar Mas Group pada bulan November 2011.

Oleh Sinar Mas, Smartfren kemudian dijadikan holding atau induk usaha dari PT Smart Telecom. Padahal, smartfren sendiri merupakan hasil merger dari PT Telekomindo Selular Raya (Telesera), PT Metro Selular Nusantara (Metrosel), PT Komunikasi Selular Indonesia (Komselindo), dan PT Menara Jakarta

Saat itu, Komisi Pengawas Persaingan Usaha menilai penggabungan antara Smart dengan Mobile-8 tidak menimbulkan efek persaingan tidak sehat karena baik dari sisi pelanggan maupun penguasaan frekuensi tidak memicu dominasi di industri.

Kementerian Kominfo pun merasa tak perlu mengambil sebagian atau seluruh frekuensi keduanya karena yang terjadi adalah proses akuisisi, bukan merger, meski pergantian nama dari Mobile-8 menjadi Smartfren seharusnya tidak diperbolehkan karena kepemilikan frekuensi melekat pada nama perusahaan, bukan pemilik saham.

3. PT Bakrie Telecom dengan PT Sampoerna Telekomunikasi Indonesia (STI)

Awalnya merupakan kerja sama pemasaran bersama, yaitu antara produk Esia dan Ceria, namun, akhirnya kedua perusahaan sepakat merger dan melebur ke Esia. STI sendiri menempati frekuensi 450MHz selebar 10MHz, sedangkan Vakrie Telecom di pita 850MHz selebar kurang dari 5MHz.

Kedua perusahaan telah menandatangani Conditional Sale and Purchase Agreement/CSPA (CSPA) pada 13 Maret 2012.

Dalam kurun waktu tiga tahun ke depan jika negosiasi selama perjanjian jual beli bersyarat berjalan mulus akan mengambil 100 persen saham STI. Sebagai imbalannya, Sampoerna Strategic akan menjadi pemegang saham BTEL yang cukup berarti.

Frekuensi 450 MHz yang dimiliki STI itu memiliki jangkauan yang luas dan membutuhkan belanja modal yang murah untuk pengembangannya. Dalam proses mergernya STI dan Bakrie Telecom, KPPU juga menilai tidak menimbulkan dominasi baik frekuensi maupun pelanggan yang bisa menimbulkan persaingan tidak sehat.

4. Konsolidasi Telkom Vision dan CT Corp

Meski bukan operator besar, namun besarnya frekuensi yang ada di dalamnya menjadikan proses konsolidasi ini patut dicermati. Wajar saja, dengan frekuensi 200Mhz yang sebelumnya dimiliki 100 persen oleh Telkom, kini mayoritas dimiliki CT Corp.

Namun, selama Telkom Vision belum berganti nama perusahaan, maka frekuensi memang tidak perlu diambil pemerintah karena frekuensi melekat pada nama, sedangkan bila mengubah namanya, otomatis pemerintah perlu mengkaji untuk mengambil sebagian atau seluruh frekuensinya.

5. PT XL Axiata Tbk dengan PT Axis Telekom

Tak seperti empat proses konsolidasi sebelumnya, yang relative 'adem ayem'. Proses konsolidasi antaar XL dan Axis menimbulkan hawa yang panas, bahkan bukan hanya di level industri, tapi juga di pemerintahan.

Bukan rahasia lagi, dukung mendukung di tingkat regulator atau pemerintah sudah biasa terjadi, itu lah mengapa, hasil kajian Kominfo terkait proses konsolidasi antara XL dan Axis belum juga keluar, padahal XL sangat membutuhkannya untuk menentukan kelanjutan proses jual beli bersyarat tersebut.

KPPU pun memberikan 'warning', apabila konsolidasi tersebut menimbulkan dominasi pelanggan maupun kepemilikan frekuensi yang mengganggu pasar, maka konsolidasi tersebut tak bisa dilaksanakan, kecuali Kominfo dengan bijak mengurangi jumlah frekuensi perusahaan gabungan, sehingga XL-Axis tidak mendominasi frekuensi.

Namun, bila proses akuisisi yang dipilih XL, maka seharusnya tak ada pengambilan frekuensi, karena kedua perusahaan yaitu XL maupun Axis tetap ada. Namun, berarti tujuan konsolidasi yaitu pengurangan jumlah pemain dan efisiensi sumber daya tidak tercapai.