Sukses

Mahasiswa Ini Tolak Mudik Meski Diizinkan Pemerintah, Alasannya Bikin Haru

Liputan6.com, Jakarta Di saat pelarangan mudik yang ada di Indonesia, banyak masyarakat yang rela melakukan berbagai cara untuk menerobos pertahanan para anggota gabungan yang bertugas.

Meski telah diimbau untuk tak pulang kampung karena adanya pandemi Covid-19 yang masih terus bertambah jumlah kasus positif, namun tradisi yang sudah ada sejak zaman dulu ini nekat untuk dilakukan. 

Jika di Indonesia menerapkan pelarangan mudik, berbeda dengan Malaysia. Dilansir dari World of Buzz, Kementerian Pendidikan Tinggi di Malayada mengumumkan bahwa siswa lokal boleh mudik.

Alih-alih diperbolehkan mudik, ada salah satu mahasiswa yang menolak kesempatan tersebut. Alasannya pun bikin haru. Seperti yang dilansir Liputan6.com dari World of Buzz, berikut kisah lengkapnya, Minggu (9/5/2021).

2 dari 3 halaman

Menolak Kesempatan Mudik Hari Raya

Ini bisa menjadi salah satu tindakan paling tepat yang dapat dilakukan seseorang untuk menghentikan penyebaran Covid-19. Yaitu dengan menolak pulang ke kampung halaman pada Hari Raya Idulfitri.

Seperti yang dilakukan oleh mahasiswa Universiti Teknikal Malaysia, Muhammad Ikmal Fariz Norazizan. Ia menolak kesempatan untuk pulang kampung bersama dengan teman-teman lainnya.

Mahasiswa ini tetap kekeh menolak meskipun Kementerian Pendidikan Tinggi mengumumkan bahwa 70.000 siswa lokal akan dipulangkan untuk Hari Raya Idulfitri.

Saat ini UTEM telah memulangkan 652 mahasiswa secara bertahap untuk menyambut Hari Raya yang dimulai pada 7 Mei 2021.

 

3 dari 3 halaman

Alasannya Demi Keselamatan Orang Tua

Mahasiswa ini mantap menolak pulang ke kampung halaman pada Hari Raya Idulfitri karena takut menyebarkan Covid-19 ke keluarganya.

“Orang tua saya mendukung keputusan saya. Selain itu, tidak banyak yang dapat saya lakukan di rumah selama MCO dibandingkan dengan tinggal di perguruan tinggi,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan alasan lain yang membuatnya ingin tetap bertahan dan tidak melakukan mudik.

“Penerapan Perintah Kontrol Gerakan di Kulai adalah alasan lain saya tidak kembali,” ucapnya.

"Banyak sekali tugas yang harus diselesaikan, dan banyak teman saya juga memutuskan untuk tetap tinggal di kampus untuk merayakan hari raya,” tambah mahasiswa tersebut.

Dari kisah ini, semoga orang lain akan terinspirasi untuk tidak melakukan kegiatan pulang kampung untuk menahan penyebaran Covid-19.