Sukses

Viral Netizen Kena Denda Air PAM Hingga Rp 34 Juta, Ini Kronologinya

Liputan6.com, Jakarta Mendapat tagihan denda senilai Rp 34 juta, tentu membuat siapapun kaget. Nominal yang begitu besar, tentu tidak semua orang dapat membayarnya.

Kejadian ini terjadi pada seorang netizen yang menceritakan pengalamannya saat mendapat denda dari perusahaan air daerahnya. Penggunaan air PAM memang cukup umum dan memudahkan setiap masyarakat. 

Netizen dengan akun TikTok @cat.leo.ar ini pun menceritakan kronologinya. Berawal dari meteran yang rusak, ia diduga melakukan kecurangan hingga diganjar denda.

Berikut kronologi netizen kena denda air PAM yang Liputan6.com kutip dari TikTok @cat.leo.ar, Selasa (18/5/2021).

2 dari 3 halaman

Dapat denda Rp 34 juta karena diduga lakukan kecurangan

Mendapat denda dengan nominal yang besar sampai Rp 34 juta tentu membuat siapa saja panik. Padahal riwayat pemakaiannya pun wajar seperti waktu-waktu sebelumnya. Kejadian yang dialami oleh netizen TikTok @cat.leo.ar ini pun menjadi viral usai jadi sorotan netizen.

Dalam video tersebut ia menceritakan kronologinya yang berawal dari rusaknya meteran air miliknya pada Desember 2020. Diketahui bahwa netizen tersebut pelanggan dari perusahaan air minum yang merupakan BUMD yakni PT PAM Lyonnaise Jaya (Palyja). Lalu pada bulan Januari 2021 ada petugas yang mengecek meteran airnya tersebut saat pemilik rumah pergi. Hasil dari pengecekan diketahui bahwa meteran rusak dan akan diganti.

Lalu pada 4 Mei 2021, pemilik rumah diduga lakukan kecurangan yang membuat saluran air tersebut diputus dan harus mengurus ke kantor. Namun saat diurus diketahui bahwa tidak ditemukan bukti kecurangan, namun denda tetap harus dibayar. 

Pada akhirnya, rumahnya pun tidak teraliri air selama dua hari.

@cat.leo.ar

#kecewa #panikgakpaniklahmasakenggak #PAM #berbagimakna #samasamabelajar #leluconhidup

♬ Panik ngga - Ragil
3 dari 3 halaman

Komentar netizen

Melihat curhatan netizen tersebut, banyak orang pun menanggapinya. Saat ini kasus tersebut pun sudah dilaporkan ke Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK). 

"sama pernah, gak ngecek meteran cuma nembak angka. Jadi dalam 1 bulan itu bayar 500k yang biasanya cuma 60k doang. Langsung ke pengadilan" tulis akun Fikri Maulana

"34 juta dapat sumur bor lengkap dengan mesin air paling bagus" tulis akun Gusti