Sukses

9 Penyebab BAB Berdarah yang perlu Diwaspadai, Kenali Gejala dan Cara Mengobatinya

Liputan6.com, Jakarta Penyebab BAB berdarah bisa terjadi dengan berbagai faktor. Terkadang hal tersebut dapat terjadi karena luka atau tanda penyakit serius, penyebabnya perlu dicari tahu. Buang air besar (BAB) berdarah, adalah kondisi ketika terdapat darah dalam feses.

Kondisi ini merupakan gejala adanya perdarahan di saluran pencernaan, seperti lambung, anus, rektum, atau bagian bawah anus besar. BAB berdarah dapat mengakibatkan kondisi medis yang serius dan berakibat fatal.

Pada kebanyakan kasus, jika darah yang keluar bersama tinja berwarna merah segar, menunjukkan adanya perdarahan di usus besar bagian bawah atau rektum. Sedangkan darah dengan warna merah yang lebih gelap dapat menjadi tanda perdarahan di usus kecil atau usus besar bagian atas. Sementara, darah yang sangat gelap atau merah-hitam sering dikaitkan dengan pendarahan di lambung atau organ lain di sistem pencernaan.

BAB berdarah dapat menjadi penyakit yang serius apabila disepelekan dan tidak diobati dengan tepat. Namun sebelum itu, Anda harus tau apa penyebab dari BAB berdarah agar hal ini dapat dicegah dan tidak terjadi berulang-ulang.

Berikut ini penjelasan mengenai penyebab BAB berdarah, gejala hingga cara mengobatinya yang telah dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Rabu (26/5/2021).

2 dari 5 halaman

Penyebab BAB Berdarah

Ada beberapa gangguan pada saluran pencernaan di bawah ini yang dapat menjadi penyebab BAB berdarah, diantaranya :

1. Perdarahan Saluran Pencernaan Atas

Penyebab BAB Berdarah bisa berasal dari saluran pencernaan atas. Yang cukup sering adalah perdarahan dari ligament Treitz, yang merupakan bagian dari usus dua belas jari. Guna memeriksa kondisi ini, dokter biasanya perlu melakukan endoskopi

2. Fisura Ani

Penyebab BAB berdarah yang selanjutnya bisa terjadi karena fisura ani. Fisura ani adalah robekan pada dinding anus. Kondisi ini biasanya disebabkan oleh konstipasi atau karena mengeluarkan feses berukuran besar dan keras.

Robekan ini bisa sembuh dengan sendirinya. Untuk meredakan gejala dan mengurangi penyebab rasa sakitnya, Anda bisa menggunakan krim pereda sakit dan obat pelunak feses agar BAB tidak berdarah. 

3. Polip

Penyebab BAB berdarah yang berikutnya adalah karena polip. Istilah polip usus sebetulnya merujuk pada tonjolan apapun yang muncul di usus.

Ada beberapa jenis polip yang dibedakan dari bentuk dan histologinya. Jenis polip yang cukup sering muncul di usus adalah polip adenomatosa. Polip adenomatosa bisa berkembang menjadi kanker usus. Jika dokter mendiagnosis polip sebagai penyebab BAB berdarah Anda, usahakan agar Anda rutin memeriksakan kesehatan guna mencegah kanker.

4. Wasir

Wasir alias ambeien atau hemoroid juga bisa menjadi penyebab BAB berdarah. Ambeien merupakan pembengkakan pembuluh darah di anus. Kondisi ini menimbulkan gejala berupa rasa gatal dan perih.

Hemoroid seringkali menjadi penyebab BAB berdarah dengan warna darah merah terang dari anus. Penyebab wasir umumnya sembelit, diare, maupun kehamilan. 

Pada sebagian besar kasus, wasir cukup diatasi dengan memperbanyak asupan serat dan air putih, serta penggunaan obat wasir yang dijual bebas. Tindakan operasi juga bisa jadi pilihan, tergantung dari jenis wasir eksternal atau internal dan tingkat keparahan gejala. 

5. Angiodisplasia

Jika tidak ada gangguan organ pencernaan yang secara jelas menjadi penyebab BAB berdarah, kemungkinan pemicunya adalah angiodisplasia. Angiodisplasia adalah kelainan pembuluh darah di saluran cerna. Kondisi ini umumnya berkaitan dengan penyakit ginjal dan penyakit von Willebrand. 

Pengobatan angiodisplasia bisa dilakukan dengan terapi hormon, transfusi darah rutin, dan pemberian suplemen zat besi. Untungnya pada kebanyakan kasus, perdarahan karena angiodisplasia bisa berhenti dengan sendirinya. 

 

6. Inflammatory Bowel Disease

Inflammatory bowel disease (IBD) adalah penyakit autoimun yang menimbulkan peradangan kronis pada saluran pencernaan. Jenis IBD yang paling sering terjadi adalah penyakit crohn dan kolitis ulseratif.

Gejala-gejala dari IBD yang jadi penyebab BAB berdarah bisa diatasi dengan penggunaan steroid atau obat yang meningkatkan kekebalan tubuh. Pada tingkat lanjut, penderita IBD mungkin harus menjalani operasi. 

7. Penyakit Divertikular

Penyakit divertikular terbagi dalam dua jenis, yaitu divertikulosis dan divertikulitis. Keduanya bisa menjadi penyebab BAB berdarah. 

Divertikulosis adalah kondisi terbentuknya kantung-kantung di usus besar karena dinding usus besar yang lemah. Jika kantung-kantung ini terinfeksi, kondisinya disebut divertikulitis. Penderita divertikulitis biasanya diberi antibiotik dan dirawat di rumah sakit. 

8. Kolitis Iskemik

Kondisi penyebab BAB berdarah ini terjadi saat aliran darah ke usus besar berkurang atau tersumbat. Hampir 90% penderitanya adalah orang-orang usia lanjut. Selain menjadi penyebab feses keluar bersama darah, kolitis iskemik juga bisa menimbulkan diare, keinginan BAB yang sulit ditahan, sakit perut, dan muntah. 

Untungnya, kolitis iskemik tergolong cepat sembuh dan bisa membaik dengan sendirinya. Meski demikian, ada juga kasus parah di mana penderita harus dirawat di rumah sakit dan sekitar 20% penderitanya membutuhkan tindakan operasi. 

9. Kanker Kolorektal

Kanker kolorektal juga bisa menjadi penyebab BAB berdarah. Terkadang, darah itu bisa masuk ke dalam saluran pencernaan. Itulah mengapa kanker kolorektal bisa menyebabkan BAB berdarah.

3 dari 5 halaman

Gejala yang Timbul Saat BAB Berdarah

Banyak orang yang mengalami BAB berdarah tidak menyadari atau mengalami gejala apa pun. Namun, ada beberapa orang yang merasakan gejala lain, seperti:

1. Muntah

2. Tubuh lesu

3. Sulit bernafas

4. Sakit perut

5. Jantung berdebar

6. Pingsan

7. Diare

8. Kehilangan berat badan

4 dari 5 halaman

Cara Mengobati BAB Berdarah

Pengobatan BAB berdarah tergantung dari banyaknya darah yang keluar dan penyebab yang mendasarinya. Pengobatan ditujukan untuk mengatasi kekurangan darah atau anemia, menghentikan perdarahan, serta mencegah perdarahan kembali terjadi.

Pada perdarahan skala sedang hingga berat, hematochezia dapat menimbulkan tekanan darah rendah, pusing, hingga syok. Pasien dengan gejala tersebut harus segera diberikan cairan pengganti melalui infus dan transfusi darah.

Kemudian untuk menghentikan perdarahan, dokter akan menjalankan endoskopi. Selain digunakan untuk menentukan penyebab dan lokasi perdarahan, endoskopi juga dapat dimanfaatkan untuk mengatasi perdarahan melalui beberapa metode berikut ini:

1. Electrocauterization

Prosedur ini menggunakan arus listrik untuk membakar jaringan atau pembuluh darah yang menyebabkan perdarahan.

2. Band ligation

Prosedur ini dilakukan dengan mengikat wasir atau varises esofagus yang membengkak. Tindakan ini akan menghambat aliran darah yang menimbulkan perdarahan.

3. Endoscopic intravariceal cyanoacrylate injection

Dalam prosedur ini, dokter akan menyuntikkan zat khusus, yaitu cyanoacrylate, di area yang mengalami perdarahan. Cyanoacrylate adalah perekat sintetis yang dapat menghentikan perdarahan.

Selain melalui endoskopi, dokter bedah dapat melakukan tindakan operasi untuk menghentikan perdarahan secara langsung. Terdapat juga teknik embolisasi, yaitu memasukkan material khusus ke dalam pembuluh darah melalui kateter untuk menghentikan perdarahan.

Setelah BAB berdarah teratasi, dokter akan mengobati penyebab yang mendasarinya agar BAB berdarah tidak kembali terjadi. Beberapa cara yang dapat dilakukan adalah:

1. Pola diet

Dokter akan menyarankan konsumsi makanan berserat, seperti buah dan sayur. Bila diperlukan, dokter akan memberikan suplemen berserat untuk melunakkan feses.

2.  Pemberian obat-obatan

Ada beberapa pemberian obat agar BAB berdarah tidak terjadi lagi, seperti:

AntibiotikObat penurun produksi asam lambungObat kemoterapiObat imunosupresifObat penghambat TNF (tumor necrosis factor)Penghambat beta.

3. Tindakan medis

Contohnya adalah kolostomi untuk mengobati kanker kolon, dan radioterapi untuk mengobati kanker lambung.

5 dari 5 halaman

Cara Mencegah BAB Berdarah

Berikut ini adalah upaya yang dapat Anda lakukan untuk mencegah timbulnya BAB berdarah:

1. Konsumsi makanan sehat dan bergizi seimbang

2. Rutin berolahraga

3. Menjaga berat badan ideal.

4. Berhenti merokok.

5. Rutin memeriksakan tekanan darah dan kolesterol.

6. Jaga area dubur tetap kering.

7. Bersihkan dubur dengan air hangat dan sabun yang lembut.

8. Minum banyak air

9. Hindari mengejan terlalu keras saat BAB.

10. Tidak menunda BAB bila sudah terasa.

11. Jangan duduk terlalu lama di permukaan yang keras