Sukses

Markis Kido Meninggal Dunia Akibat Serangan Jantung, Ini 4 Faktanya

Liputan6.com, Jakarta Kabar duka yang mengejutkan datang dari dunia olahraga Tanah Air. Atlet bulutangkis Markis Kido meninggal dunia pada Senin (14/6/2021) malam. Kepergian atlet bulu tangkis legendaris ini tentu membuat terkejut masyarakat lantaran terjadi secara tiba-tiba.

Veteran bulu tangkis Indonesia, Yuni Kartika, sempat menyebarkan kabar itu lewat media sosial Twitternya. Saat dihubungi, pemain bulu tangkis Indonesia era 1990-an itu menjelaskan penyebab kematian Markis.

"Serangan jantung," ujar Yuni.

Markis Kido merupakan juara dunia bulu tangkis kategori ganda putra bersama Hendra Kurniawan dan menduduki peringkat pertama dunia. Pasangan ini menjuarai World Championship pada 2007 dan menyumbang emas untuk Indonesia di ajang Olimpiade Beijing 2008.

Kabar duka ini turut menyita perhatian para warganet di media sosial. Nama Markis Kido pun banjir ucapan duka. Berikut ini Liputan6.com rangkum, 4 fakta meninggalnya Markis Kido dari berbagai sumber, Selasa (15/6/2021).

2 dari 5 halaman

1. Dikonfirmasi oleh Yuni Kartika

Kabar duka kepergian atlet legendaris bulutangkis, Markis Kido, pertama kali diketahui melalui cuitan Yuni Kartika. Lewat akun media sosialnya itu, ia menuliskan Markis Kido telah berpulang pada Senin (14/6/2021) malam.

"BREAKING NEWS!! Telah meninggal dunia salah satu pebulutangkis terbaik anah air "Markis Kido" Semoga amal dan ibadahnya diterima disisi Tuhan YME!! Amin. Selamat jalan Markis Kido" tulis atlet hasil binaan PB Djarum tersebut.

3 dari 5 halaman

2. Meninggal Dunia Akibat Jantung

Markis Kido meninggal dunia pada Senin malam disebabkan serangan jantung. Pria yang tutup usia di umur 36 tahun itu terkena serangan jantung saat tengah main bulu tangkis.

Hal itu juga dibenarkan oleh Yuni Kartika yang menyebut jika Markis Kido meninggal dunia akibat serangan jantung, saat dihubungi oleh Liputan6.

"Serangan jantung," tutur Yuni.

4 dari 5 halaman

3. Tak Sadarkan Diri di Lapangan

Kronologi meninggalnya Markis Kido diceritakan oleh Candra Wijaya. Mantan pebulu tangkis ganda putra tersebut menuturkan biasa bermain dengan Markis Kido di GOR Petrolin, Tangerang, setiap hari Senin.

"Kido baru main 1/2 set. Pas pindah tempat 15-8, tiba-tiba saya sudah lihat jatuh enggak normal ke depan. Mulai enggak sadar dan ngorok," kata Chandra di akun Instagram miliknya @cwibc1.

"Kido ngorok dan tak sadar diri namun masih bernafas ketika Kido dimasukan kedalam mobil, namun tak lama setelah masuk ke IGD kami mendapat kabar kalo Kido sudah meninggal," terangnya. 

"Saya sangat sedih dan sangat terpukul karena usaha saya dan teman-teman tidak berhasil, sayapun merasa turut bersalah, Mohon maaf lahir batin yaa Do..gw sudah berusaha sebisnya tapi mungkin ini sudah kehendak atau jalan Nya yang terbaik buat elu". 

5 dari 5 halaman

4. Dimakamkan di TPU Kebon Nanas

Markis Kido direncanakan akan dimakamkan siang hari usai salat Dhuhur. Kemarin, pihak keluarga masih menunggu kedatangan istri mendiang dari Solo. Pihak keluarga sempat mengupayakan Markis Kido bisa dimakamkan di TMP Kalibata. 

Namun dikonfirmasi oleh Humas Pengurus Pusat Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI) Broto Happy Wondomisnowo yang mengatakan, jenazah peraih medali emas bulutangkis Olimpiade Beijing 2008, Markis Kido, akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Kebon Nanas, Cipinang, Jakarta Timur, Selasa (15/6/2021) pagi.