Sukses

Rian D'Masiv Bantah Tuduhan Pelecehan Seksual, Ini 5 Klarifikasinya

Liputan6.com, Jakarta Rian Ekky Pradipta atau dikenal sebagai Rian D'Masiv beberapa waktu terakhir tengah menjadi sorotan publik. Pasalnya, vokalis dari grup D'Masiv ini mendapatkan tudingan telah melakukan pelecehan seksual terhadap anak dari pengamat musik Denny Sakrie.

Tak ingin berlarut dengan tudingan yang dituduhkan padanya, Rian pun akhirnya mendatangi Polda Metro Jaya dengan didampingi oleh kuasa hukumnya. Ayah dua anak ini pun diketahui telah membuat laporan terkait fitnah dan pencemaran nama baik atas dugaan pelecehan seksual yang dituduhkan kepadanya pada Senin (21/6/2021).

Laporan Rian D'Masiv beserta kuasa hukumnya ke Polda Metro Jaya sendiri merupakan respons atas berbagai cuitan dari akun Twitter @DennySakrie. Tak hanya membuat laporan ke pihak berwajib saja, akan tetapi pria kelahiran 17 November 1986 ini juga memberikan klarifikasi dan pernyataan kepada awak media.

Dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, berikut ini beberapa klarifikasi yang diberikan oleh Rian D'Masiv atas tuduhan pelecehan seksual yang ditujukan padanya, Selasa (22/6/2021).

2 dari 6 halaman

1. Pilih laporkan pemilik akun Twitter ke Polda Metro Jaya

Tudingan atas dugaan pelecehan seksual yang dialamatkan kepada Rian D'Masiv ini pun membuatnya cukup jengah. Rian sendiri memilih untuk melaporkan akun Twitter milik mendiang Denny Sakrie ke pihak berwajib dengan nomor terdaftar LP/B/3117/VI/2021/SPKT/Polda Metro Jaya.

Langkah yang dilakukan Rian sendiri dilakukan sebagai bentuk bantahan atas tudingan yang beredar luas di media.

"Kenapa saya harus melakukan ini, karena jujur saya sangat sedih dengan pemberitaan yang beredar di media. Sangat menyudutkan saya, satu hal yang tidak saya lakukan tapi dibesar-besarkan. Akhirnya saya membuat laporan polisi," kata Rian di Polda Metro Jaya, Senin malam (21/6/2021).

Ia juga menyebut sebenarnya rumor yang beredar hanya kesalahpahaman saja. Bahkan, seharusnya tidak perlu berbuntut panjang.

3 dari 6 halaman

2. Mengganggu keluarga

Isu soal tudingan pelecehan seksual yang ditujukan kepada Rian D'Masiv ini menurutnya telah mengganggu keluarga kecilnya juga.

"Menanggapi isu yang cukup lumayan bikin saya terganggu dan keluarga, jadi saya terganggu jadi saya juga," ungkapnya.

Tak hanya itu saja, dirinya bahkan mengakui adanya ajakan untuk bertemu dari pihak yang menuduhnya.

"Kemarin itu dari pihak yang menuduh saya mereka sudah mengajak untuk bertemu mediasi Awalnya saya sempat telepon juga ketemu. Saya sudah ketemu sama keluarga mereka harusnya ini bukan hal yang harus diperpanjang salah paham dan saya tidak pernah melakukan apa hal yang dituduhkan," lanjutnya.

4 dari 6 halaman

3. Tak diperbolehkan mengajak teman dalam pertemuan

Tak hanya membenarkan adanya ajakan untuk bertemu saja, akan tetapi pria asal Yogyakarta ini juga mengungkapkan alasan dirinya tidak menghadiri pertemuan tersebut. Pasalnya, menurutnya pertemuan tersebut tidaklah aman bagi Rian. Hal ini dikarenan dirinya tidak diperbolehkan membawa teman atau siapapun untuk mendampingi mediasi tersebut.

"Jadi kemarin itu mereka mengajak bertemu saya di sebuah tempat yang menurut saya merasa tidak aman. Mereka sempat mengajak, saya bilang saya ingin satu orang sahabat saya ini untuk mendampingi saya bagaimana pun saya juga harus menjaga diri saya juga karena saya tidak mau terjadi hal dengan saya juga. Tapi mereka tidak diizinkan untuk mengajak asisten saya atau orang sahabat saya, akhirnya saya tidak datang karena menurut saya sudah tidak aman untuk saya," ujarnya seperti yang dikutip Liputan6.com dari Kapanlagi.com, Selasa (22/6/2021).

5 dari 6 halaman

4. Memilih bertemu di Polda Metro Jaya

Walaupun sempat menghindari pertemuan yang dialakukan oleh pihak yang menudingnya, akan tetapi Rian memilih memberikan pilihan lain. Dimana dirinya memilih mengajak pihak yang menudingnya melakukan pelecehan seksual melakukan pertemuan di Polda Metro Jaya.

Hal ini dilakukan karena Polda Metro Jaya merupakan tempat yang aman dan netral. Pasalnya, dirinya tak ini isu yang merebak semakin panjang karena menghormati mendiang Denny Sakrie.

"Akhirnya setelah itu saya mengundang mereka untuk mediasi karena buat saya ingin baik-baik, karena nggak ada saya tidak mau ada berantem saya juga menghormati almarhum juga dan teman saya juga. Saya coba undang mereka, ke tempat yang netral yaitu Polda, saya bilang kalau Polda Metro Jaya." ujarnya.

6 dari 6 halaman

5. Pihak penulis cuitan tak datang untuk mediasi

Telah mengajukan mediasi dan melakukan pertemuan di Polda Metro Jaya, namun menurut Rian pihak penuduh tidak mendatangi Polda Metro Jaya. Bahkan, dirinya harus menunggu berjam-jam hingga akhirnya memilih membuat laporan polisi.

"Saya mengundang mereka ke tempat yang netral yaitu Polda untuk mediasi. Kita tunggu sampai jam 2 enggak datang, jam 3 enggak datang, jam 4 enggak datang, sampai akhirnya jam 5 kita bikin laporan polisi," tuturnya.