Sukses

25 Penyebab Sesak Napas, Ketahui Kondisi yang Mendasarinya

Liputan6.com, Jakarta Penyebab sesak napas bisa disebabkan oleh berbagai kondisi. Sesak napas atau dalam istilah medisnya dispnea merupakan sebuah gejala yang membuat seseorang kesulitan untuk menarik napas penuh. Orang yang mengalami sesak napas akan merasa terengah-engah ketika hendak menarik napas.

Penyebab sesak napas bisa terjadi tiba-tiba (akut) atau berkala (kronis). Sesak napas dapat berkisar dari ringan hingga serius, tergantung penyebabnya. Penting mengetaui penyebab sesak napas jika disertai gejala lainnya.

Sejumlah penyebab sesak napas bisa terkait dengan masalah paru-paru, jantung, pencernaan, hingga psikologis. Namunm sebagian penyebab sesak napas tidak selalu berhubungan langsung dengan kesehatan individu. Seseorang dapat merasa sesak napas setelah olahraga yang intens, saat bepergian ke tempat yang tinggi, atau melalui perubahan suhu yang besar.

Banyaknya penyebab sesak napas membuat gejala ini tak boleh didagnosis sendiri. Jika mengalami sesak napas tiba-tiba atau berulan, perting memeriksakannya ke dokter. Berikut penyebab sesak napas, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Selasa (22/6/2021).

2 dari 6 halaman

Penyebab sesak napas yang terkait dengan paru-paru

Asma

Asma adalah suatu kondisi di mana saluran udara menyempit dan membengkak serta menghasilkan lendir ekstra. Gejala utama asma antara lain mengi, dada terasa seperti ada yang menghimpit, batuk, dan sulit bernapas. Gejala asma yang memburuk dalam waktu singkat, dikenal sebagai serangan asma. Ini bisa terjadi tiba-tiba atau bertahap selama beberapa hari.

penyakit paru obstruktif kronik (PPOK)

Penyakit paru obstruktif kronik, biasa disebut sebagai PPOK, adalah sekelompok penyakit paru-paru progresif. PPOK membuat penderitanya sulit bernapas. Gejala mungkin ringan pada awalnya, dimulai dengan batuk intermiten dan sesak napas. Seiring perkembangannya, gejalanya bisa menjadi lebih konstan hingga menjadi semakin sulit bernapas.

Tuberkulosis

Tuberkulosis merupakan infeksi bakteri Mycobacterium tuberculosis. Bakteri ini ditularkan oleh orang yang terinfeksi tuberculosis yang melepaskan Mtb ke udara melalui batuk, bersin, atau meludah. Gejala tuberculosis yang utama meliputi batuk yang berlangsung lama, sakit dada, batuk darah, dan sesak napas.

Edema paru

Edema paru adalah kondisi di mana paru-paru terisi cairan. Ketika edema paru terjadi, tubuh berjuang untuk mendapatkan oksigen yang cukup dan penderitanya mulai mengalami sesak napas. Ini karena jumlah cairan yang meningkat di paru-paru mencegah oksigen masuk ke aliran darah.

Pneumonia

Pneumonia adalah infeksi yang memengaruhi sistem pernapasan. Infeksi ini menyebabkan peradangan di kantung udara di paru-paru yang disebut alveoli. Penyebab pneumonia yang paling umum adalah bakteri dan virus di udara. Gejala pneumonia umum termasuk nyeri dada, demam, batuk, dan sesak napas.

3 dari 6 halaman

Penyebab sesak napas yang terkait dengan paru-paru

Emboli paru

Emboli paru adalah penggumpalan darah yang terjadi di paru-paru. Ini dapat merusak bagian paru-paru karena aliran darah yang terbatas, menurunkan kadar oksigen dalam darah, dan juga mempengaruhi organ lain. Gejala emboli paru yang paling umum adalah sesak napas. Ini mungkin bertahap atau tiba-tiba.

Pleuritis

Pleuritis adalah peradangan pada selaput yang mengelilingi paru-paru dan melapisi rongga dada (pleura). Hal ini dapat mengakibatkan nyeri dada yang tajam saat bernapas. Pleuritis juga bisa menajdi penyebab sesak napas.

Kanker paru-paru

Kanker paru-paru terjadi ketika sel-sel membelah di paru-paru secara tidak terkendali. Kondisi ini dapat mengurangi kemampuan seseorang untuk bernapas. Orang dengan kanker paru-paru mungkin tidak memiliki gejala apapun sampai stadium lanjut. Jika gejalanya muncul, mereka dapat menyerupai gejala infeksi pernapasan, termasuk sesak napas.

Fibrosis paru

Fibrosis paru adalah penyakit paru-paru yang terjadi ketika jaringan paru-paru menjadi rusak dan terluka. Tanda dan gejala fibrosis paru mungkin termasuk sesak napas, batuk kering, kelelahan, penurunan berat badan, dan nyeri otot sendi.

Hipertensi paru

Hipertensi paru adalah jenis tekanan darah tinggi yang mempengaruhi arteri di paru-paru dan sisi kanan jantung. Tanda dan gejala hipertensi pulmonal berkembang perlahan. Gejala menjadi lebih buruk saat penyakit berkembang. Gejala hipertensi paru meliputi sesak napas, kelelahan, pingsan, nyeri dara, dan pembengkakan kaki.

 

4 dari 6 halaman

Penyebab sesak napas yang terkait dengan jantung

Kardiomiopati

Kardiomiopati adalah penyakit otot jantung yang membuat jantung sulit memompa darah ke seluruh tubuh. Mungkin tidak ada tanda atau gejala pada tahap awal kardiomiopati. Namun seiring perkembangan kondisi, tanda dan gejala biasanya muncul. Gejala ini meliputi sesak napas saat beraktivitas atau bahkan saat istirahat, pembengkakan kaki, kembung, batuk saat berbaring, kelelahan, detank jantung cepat, tekanan dada, dan pusing.

Gagal jantung

Gagal jantung terjadi ketika otot jantung tidak memompa darah sebagaimana mestinya. Gagal jantung dapat berlangsung terus-menerus (kronis), atau mungkin mulai tiba-tiba (akut). Tanda dan gejala gagal jantung termasuk sesak napas, kelelahan, pembengkakan, detak jantung cepat, batuk, mengi, dan pembengkakan perut.

Aritmia

Penyebab sesak napas selanjutnya adalah aritmia. Kondisi ini terjadi karena ketika impuls listrik yang mengkoordinasikan detak jantung tidak bekerja dengan baik, menyebabkan jantung berdetak terlalu cepat, terlalu lambat atau tidak teratur. Gejala aritmia yang bisa muncul meliputi dada berdebar, nyeri dada, dan sesak napas.

Perikarditis

Perikarditis adalah pembengkakan dan iritasi pada perikardium, jaringan tipis seperti kantung yang mengelilingi jantung. Perikarditis sering menyebabkan nyeri dada yang tajam dan terkadang gejala lainnya. Perikarditis bisa menyebabkan sesak napas ketika berbaring.

5 dari 6 halaman

Penyebab sesak napas lainnya

COVID-19

COVID-19 disebabkan oleh virus SARS-CoV-2. Virus ini menyerang saluran pernapasan dan bisa menyebabkan pneumonia. Salah satu gejala khas COVID-19 adalah sesak napas. Gejala umum lainnya adalah demam, batuk, dan kelelahan.

Gastroesophageal reflux (GERD)

Penyebab sesak napas juga bisa terjadi pada penderita GERD. Ini karena asam lambung yang merambat ke kerongkongan dapat masuk ke paru-paru, terutama saat tidur, dan menyebabkan pembengkakan saluran udara. Hal ini dapat menyebabkan reaksi asma atau menyebabkan pneumonia aspirasi.

Anemia

Anemia disebabkan oleh rendahnya kadar hemoglobin. Ketika kadar hemoglobin rendah, kadar oksigen juga akan rendah. Ini berarti otot tidak akan menerima oksigen yang cukup untuk melakukan aktivitas normal, seperti berjalan. Akibatnya, tingkat pernapasan akan menurun saat tubuh mencoba mendapatkan lebih banyak oksigen. Inilah sebabnya mengapa anemia bisa menjadi penyebab sesak napas.

Hernia hiatus

Hiatus hernia adalah kondisi di mana bagian atas lambung masuk ke rongga dada. Dalam kasus hernia hiatus, perut dapat menekan diafragma atau menekan paru-paru yang berkontribusi pada sensasi sesak napas.

Hipotensi

Hipotensi adalah tekanan darah rendah. Orang dengan hipotensi mungkin mengalami gejala ketika tekanan darah mereka turun di bawah 90/60. Gejala hipotensi dapat meliputi kelelahan, pusing, mual, penurunan kesadaran, pandangan kabur, dan sesak napas.

Alergi

Alergi terjadi ketika sistem kekebalan merespons zat yang tidak berbahaya yang bersentuhan atau masuk ke dalam tubuh dengan memproduksi antibodi sebagai “perlindungan”. Respons sistem kekebalan dapat menyebabkan peradangan pada sinus, saluran udara, sistem pencernaan, atau kulit seseorang. Salah satu gejala dari alergi adalah sesak napas.

6 dari 6 halaman

Penyebab sesak napas lainnya

Tulang rusuk patah

Tulang rusuk yang patah adalah cedera umum yang terjadi ketika salah satu tulang di tulang rusuk patah atau retak. Penyebab paling umum adalah trauma dada, seperti karena jatuh, kecelakaan atau benturan saat olahraga. Gejala utama tulang rusuk yang patah antara lain nyeri pada dinding dada yang semakin parah saat bernapas, bergerak, atau batuk, memar atau bengkak di sekitar tulang rusuk, dan sesak napas.

Tersedak

Tersedak terjadi ketika benda asing masuk ke tenggorokan atau tenggorokan, menghalangi aliran udara. Salah satu tanda tersedak adalah sesak napas. Tersedak dapat menyebabkan batuk ringan, tetapi penyumbatan total jalan napas dapat menyebabkan kematian.

Keracunan karbon monoksida

Keracunan karbon monoksida terjadi ketika karbon monoksida menumpuk di aliran darah. Ketika terlalu banyak karbon monoksida di udara, tubuh mengganti oksigen dalam sel darah merah dengan karbon monoksida. Hal ini dapat menyebabkan kerusakan jaringan yang serius, atau bahkan kematian. Tanda dan gejala keracunan karbon monoksida termasuk sakit kepala tumpul, kelemahan, pusingm mual, muntah, sesak napas, kebingungan, penglihatan kabur, dan penurunan kesadaran.

Kegemukan

Obesitas dapat menjadi penyebab sesak napas karena beban ekstra di dada dan perut meningkatkan kerja otot yang harus dilakukan untuk mengontrol pernapasan. Orang yang kelebihan berat badan atau obesitas sering mengalami sesak napas karena kelebihan lemak di dalam dan sekitar dada yang menghambat pernapasan.

Kecemasan

Kecemasan dapat menyebabkan dan memperburuk sesak napas. Gejala kecemasan dapat mencakup perasaan sesak napas, haus udara, dan perasaan tercekik. Pada gilirannya, merasa sesak napas juga dapat meningkatkan kecemasan.