Sukses

Penyebab Sinusitis pada Anak, Gejala, dan Cara Mengatasinya yang Tepat

Liputan6.com, Jakarta Penyebab sinusitis pada anak patut diwaspadai. Hal ini disebabkan karena penyakit satu ini akan sangat menyiksa sistem pernapasannya. Jadi, jika kamu mendapati anak mengalami flu yang tak kunjung sembuh, kamu perlu waspada dan memeriksakannya ke dokter.

Sederhananya, penyebab sinusitis adalah infeksi kuman. Sinusitis dapat menyerang anak-anak hingga orang dewasa, dan biasanya menunjukkan gejala seperti penyakit flu biasa. Sinusitis ditandai dengan flu yang tak kunjung sembuh. 

Sinus adalah rongga kecil yang terletak di wajah, tepatnya di tulang pipi, bagian bawah dahi, belakang rongga hidung, di antara hidung dan mata. Sinusitis adalah peradangan yang terjadi pada dinding sinus tersebut karena infeksi yang menyebabkan rongga sinus terisi cairan dan bakteri sehingga membuat terjadinya penyumbatan.

Penyebab sinusitis pada anak harus kamu kenali agar bisa menghindarinya. Selain itu, mengetahui gejalanya juga bisa membuatmu lebih cepat tanggap dalam melakukan penanganan. Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (24/6/2021) tentang penyebab sinusitis.

2 dari 4 halaman

Penyebab Sinusitis pada Anak

Penyebab sinusitis pada anak bisa beragam. Anak-anak memang sering mengalami ISPA, sehingga risiko mereka untuk terkena sinusitis juga terbilang besar. Setiap tahunnya, rata-rata anak mengalami 6-8 kali ISPA dibandingkan orang dewasa.

Diperkirakan sebanyak 0,5%-10% ISPA mengakibatkan komplikasi sinusitis. Penelitian juga menemukan bahwa sebanyak 6%-13% anak sampai usia 3 tahun pernah menderita sinusitis.

Pada kondisi normal, sel dinding sinus akan menghasilkan lendir (mukus) untuk membantu mengeluarkan alergen atau polutan dari rongga hidung. Namun, bila terinfeksi, lendir ini akan terperangkap, volumenya akan bertambah, dan berisi bakteri atau virus. Karena terinfeksi, sel-sel yang ada di dalamnya pun akan meradang.

Penyebab sinusitis bisa terjadi karena infeksi maupun tanpa infeksi kuman (noninfeksi). Kuman yang paling sering menjadi penyebab sinusitis adalah virus, yang dapat diperparah dengan tambahan infeksi dari bakteri. Pada anak-anak dengan daya tahan tubuh yang rendah, penyebab sinusitis juga dapat dipicu oleh bakteri yang lebih kuat maupun jamur. Sedangkan penyebab sinusitis noninfeksi adalah kondisi alergi.

3 dari 4 halaman

Gejala Sinusitis pada Anak

Setelah mengenali penyebab sinusitis, kamu tentunya perlu juga mengetahui gejala-gejalanya. Gejala sinusitis pada anak maupun orang dewasa mirip dengan gejala flu, yaitu hidung mampet atau berair, keluar lendir berwarna kuning kehijauan dari hidung dan demam ringan.

Namun, pada sinusitis terdapat nyeri di wajah terutama sekitar pipi, mata, dan dahi, penurunan indra penciuman, sakit gigi, dan bau mulut. Perbedaan pilek biasa dan sinusitis adalah dengan melihat perjalanan penyakit yang terjadi. 

Umumnya sinusitis ditandai dengan pilek yang tidak kunjung sembuh bahkan hingga 10 hari. Gejala pilek yang sempat membaik, namun memburuk kembali juga dapat menunjukkan adanya sinusitis. Batuk dan pilek yang sangat berat juga dapat dicurigai telah dikomplikasi dengan sinusitis.

Berikut gejala sinusitis pada anak yang perlu diwaspadai dan segera ditangani :

- Hidung tersumbat

- Demam

- Bau mulut

- Pilek yang berlangsung lama atau kambuh berulang

- Sakit kepala, misalnya saat menunduk (menandakan radang di sinus frontalis)

- Nyeri pada area wajah, misalnya pipi ketika sinus maksilaris mengalami radang

- Bengkak di area mata

- Ingus kental, dan terkadang ingus seperti mengalir di belakang hidung dan tenggorokan (disebut post-nasal drip). Post-nasal drip akan menyebabkan seseorang kerap berdeham untuk membersihkan lendir yang terasa mengalir di belakang tenggorokan

Selain itu, anak yang mengalami sinusitis biasanya menjadi lebih rewel, susah makan, dan suara yang terdengar bindeng.

4 dari 4 halaman

Cara Mengatasi Sinusitis pada Anak

Penyebab sinusitis pada anak beserta gejalanya perlu dikenali terlebih dahulu untuk mencegahnya atau menanganinya dengan tepat. Setelah mengetahui gejala sinusitis pada anak, maka kamu perlu mengetahui cara mengatasi sinusitis agar tidak terus menganggu aktivitas anak.

Sebenarnya, sinusitis dapat sembuh dengan sendirinya meskipun membutuhkan waktu yang lebih lama dibandingkan flu biasa, yaitu sekitar 7–10 hari atau bahkan hingga 2 minggu. Sinusitis yang ringan bisa dikatakan tidak berbahaya. Namun, tetap saja dapat mengurangi kualitas tidur, nafsu makan, serta aktivitas belajar dan bermain anak.

Meski sangat jarang terjadi, sinusitis memang bisa menjadi sumber infeksi ke otak dan menyebabkan meningitis. Komplikasi yang berat hanya dapat terjadi pada anak yang mengalami imunitas yang sangat rendah (immunocompromised). Misalnya pasien kanker, HIV/ AIDS, dan pasien yang menggunakan obat penekan sistem imun.

Periksakanlah anak ke dokter jika mencurigai adanya gejala sinusitis pada anak. Antibiotik adalah obat yang paling sering diresepkan untuk menangani sinusitis. Kamu juga dapat memberikan asupan cairan yang cukup untuk anak. Selain itu, bila ingus anak sangat kental dan sulit dikeluarkan, gunakan cairan saline untuk mengencerkan ingus.