Sukses

10 Penyebab Bercak Merah Gatal pada Kulit dan Cara Mengatasinya

Liputan6.com, Jakarta Penyebab bercak merah gatal ini biasanya berhubungan dengan penyakit kulit. Bercak merah pada kulit merupakan merupakan perubahan warna kulit menjadi merah dengan tekstur permukaan yang halus ataupun kasar.

Bercak merah yang dalam istilah medis disebut juga dengan plak kulit ini terkadang diikuti dengan keluhan tertentu. Gatal, iritasi, hingga perih biasanya menjadi beberapa gejala masalah kesehatan satu ini. 

Penyebab bercak merah gatal pada kulit bisa menandakan kamu mengalami masalah kesehatan tertentu. Walaupun biasanya bukanlah masalah yang serius, kamu perlu tetap berhati-hati dalam menanganinya. Tetap berkonsultasi dengan dokter terkait bercak merah gatal yang kamu alami.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (15/7/2021) tentang penyebab bercak merah gatal.

2 dari 5 halaman

Penyebab Bercak Merah Gatal pada Kulit

Dermatitis atopik

Penyebab bercak merah gatal pada kulit yang cukup umum adalah dermatitis atopik. Dermatitis atopik yang juga dikenal sebagai eksim, adalah kondisi inflamasi kronis kulit. Ada banyak jenis eksim, termasuk eksim papular yang muncul sebagai benjolan merah kecil di kulit. Selain benjolan merah di kulit, eksim dapat menyebabkan kulit yang sangat gatal, panas dan bengkak kulit, kulit kering bersisik, dan lepuh berisi cairan.

Dermatitis atopik dapat diatasi dengan minum obat resep, seperti steroid dan antihistamin, terapi cahaya, mengoleskan pelembap, dan menghindari pemicu seperti udara kering, stres, dan alergen.

Dermatitis kontak

Dermatitis kontak merupakan penyebab bercak merah gatal, yang terjadi ketika seseorang bersentuhan dengan zat yang mengiritasi kulitnya atau memicu reaksi alergi. Gejala dermatitis kontak bervariasi tergantung pada pemicu dan tingkat keparahan reaksinya. Gejala dermatitis kontak meliputi ruam yang muncul dalam pola atau bentuk geometris, kulit kering yang mengelupas dan pecah-pecah, ruam kulit cerah dan memerah, gatal-gatal, lepuh berisi cairan, kulit gelap dan menebal, dan kepekaan terhadap sinar matahari.

Perawatan untuk dermatitis kontak tergantung pada penyebab dan tingkat keparahan gejala seseorang. Gejala ringan hingga sedang membaik ketika seseorang menghindari kontak dengan iritan atau alergen. Untuk gejala yang parah, dokter dapat meresepkan antihistamin topikal atau oral yang lebih kuat.

Biduran

Biduran atau urtikaria adalah munculnya benjolan atau plak merah pucat pada kulit secara tiba-tiba. Biduran biasanya berwarna merah, merah muda, atau berwarna daging, dan kadang-kadang terasa perih atau sakit.

Dalam kebanyakan kasus, gatal-gatal disebabkan oleh reaksi alergi terhadap obat atau makanan atau reaksi terhadap iritasi di lingkungan. Sebagian besar ruam akan hilang dengan sendirinya. Bedak, losion, dan antialergi bisa digunakan untuk mengurangi gejalanya.

3 dari 5 halaman

Penyebab Bercak Merah Gatal pada Kulit

Biang keringat

Biang keringat, ruam panas, atau juga disebut miliaria terjadi ketika kelenjar keringat tersumbat, menjebak keringat di lapisan dalam kulit. Kondisi ini paling sering terjadi pada bayi dan anak kecil dengan kelenjar keringat yang belum matang. Gejala biang keringat meliputi kelompok benjolan merah kecil yang disebut papula, benjolan keras berwarna daging, sensasi gatal atau berduri, keringat ringan, nyeri, pusing dan mual.

Ruam panas biasanya hilang dalam waktu 24 jam. Perawatan biasanya melibatkan penggunaan losion atau bedak untuk meredakan gatal, iritasi, dan bengkak. Biang keringat juga bisa dicegah dengan menjaga kulit tetap dingin dan menghindari pakaian yang ketat.

Keratosis pilaris

Keratosis pilaris (KP) adalah kondisi kulit umum yang menyebabkan benjolan kecil berwarna merah, putih, atau daging pada kulit. Penyebab bercak merah gatal pada kulit ini paling sering memengaruhi bagian luar lengan atas. Ini juga dapat memengaruhi lengan bawah dan punggung atas.

Gejala keratosis pilaris meliputi kulit yang terasa kasar atau kering, bercak benjolan kecil tanpa rasa sakit di kulit, dan gatal. Kondisi ini bisa diatasi dengan pelembap yang mengandung urea atau asam laktat, salep dan losion untuk mengurangi gejala.

Kurap

Penyebab bercak merah gatal pada kulit berikutnya adalah kurap. Bercak merah pada kurap ini biasanya bisa meluas dan melingkar seperti cincin. Kurap juga kerap disertai gatal, kulit terasa bersisik, hingga terkadang melepuh.

Penyebab bercak merah gatal pada kulit karena kurap adalah jamur seperti Trichophyton, Microsporum, dan Epidermophyton. Penyakit ini dapat menular melalui kontak langsung dengan penderita atau kontak dengan benda yang terkontaminasi jamur.

Pengobatannya bisa dilakukan dengan salep antijamur, seperti clotrimazole atau miconazole. Bila setelah 2 minggu diobati kurap tidak juga membaik, segeralah berkonsultasi dengan dokter.

4 dari 5 halaman

Penyebab Bercak Merah Gatal pada Kulit

Rosacea

Rosacea merupakan kondisi kulit yang menyebabkan iritasi kulit, kemerahan, dan jerawat kecil. Rosacea paling sering terjadi pada orang dewasa berusia 30-60 tahun, orang dengan kulit cerah, dan mereka yang sedang mengalami menopause.

Gejala rosacea meliputi kulit yang teriritasi atau merah di dahi, hidung, pipi, dan dagu, pembuluh darah yang terlihat di bawah kulit, kelompok benjolan atau jerawat kecil, kulit tebal di wajah, mata merah, gatal, atau berair, radang kelopak mata, dan penglihatan kabur. Menjaga kebersihan kulit, menghindari pemicu, menggunakan pelembap dan tabir surya bisa membantu mengatasi kondisi ini.

Cacar air dan cacar api

Infeksi tertentu juga dapat menjadi penyebab bercak merah gatal pada kulit. Cacar air dan cacar api yang disebabkan oleh virus varicella-zoster dapat menimbulkan gejala berupa bintik merah. Infeksi ini menghasilkan lepuh merah, gatal, berisi cairan yang dapat muncul di mana saja pada tubuh.

5 dari 5 halaman

Penyebab Bercak Merah Gatal pada Kulit

Pityriasis rosea

Penyebab bercak merah gatal pada kulit selanjutnya adalah pityriasis rosea. Kondisi ini biasanya diikuti dengan gejala sangat gatal di bagian dada, punggung, perut, leher, lengan atas, atau paha. Bercak kemerahan biasanya berbentuk oval dan bersisik. Sebelum muncul bercak, gejala awal berupa demam, penurunan nafsu makan, nyeri tenggorokan, nyeri sendi, serta sakit kepala mungkin dialami.

Penyebab kondisi ini belum diketahui dengan pasti, namun diduga berkaitan dengan infeksi virus. Sejumlah penelitian menyebutkan bahwa kelainan sistem kekebalan tubuh juga berkontribusi atas berkembangnya penyakit ini.

Pityriasis rosea umumnya dapat sembuh sendiri dalam waktu 6-8 minggu atau lebih. Meski begitu, ada obat-obatan yang dapat digunakan untuk mengurangi gejalanya, antara lain krim pelembap, salep kortikosteroid untuk mengurangi peradangan, dan tablet antihistamin untuk meredakan gatal.

Infeksi MRSA (staph)

Methicillin-resistant Staphylococcus aureus (MRSA) adalah jenis bakteri yang resisten terhadap beberapa antibiotik. MRSA sering menginfeksi kulit, menyebabkan area kulit yang meradang dan nyeri. Orang juga mungkin mengalami drainase nanah dari kulit yang terkena dan demam.

Infeksi bakteri lain pada kulit juga dapat menyebabkan area kulit yang nyeri dan meradang. Jika curiga mengalami infeksi kulit, sebaiknya konsultasikan ke dokter.