Sukses

Branding Adalah Identitas Khas untuk Promosi, Begini Cara Membangunnya

Liputan6.com, Jakarta Penggunaan istilah branding adalah paling populer untuk produk barang dan jasa. Branding adalah identitas khas untuk promosi. Meski begitu, branding adalah kini mulai dipakai dalam komunitas atau organisasi.

Ini bermanfaat untuk keperluan bisnis dengan membangun branding bisnis dan personal branding. Dalam Setiadi (2003), “brand” dari kata dasar branding adalah keseluruhan persepsi terhadap suatu merek yang dibentuk dengan memproses informasi dari berbagai sumber setiap waktu.

Branding adalah berkaitan sekali dengan hal kasat mata dari merek mulai dari nama dagang, logo, atau ciri visual lainnya. Sementara kini dapat diartikan sebagai citra, kredibilitas, karakter, kesan, persepsi, dan anggapan di benak konsumen.

Fungsi branding adalah sebagai pembeda, promosi dan daya tarik, pembangun citra, dan pengendali pasar. Berikut Liputan6.com ulas tentang branding lebih jauh dan cara membangunnya dari berbagai sumber, Senin (2/8/2021).

2 dari 4 halaman

Mengenal Branding

Istilah “brand” yang menjadi kata dasar branding adalah pertama kali digunakan oleh orang-orang Inggris abad ke-19 sebagai bentuk memberi tanda kepada hewan-hewan ternak dan budak dengan memberi cap besi panas pada tubuh mereka. Sampai akhirnya kata “brand” populer digunakan orang Jerman dengan makna sama.

Pengertian “brand” dari kata dasar branding adalah menurut Lamb, Hair, Mc. Daniel adalah istilah, simbol, desain, atau gabungan keempatnya, yang mengidentifikasi produk para penjual dan membedakannya dari produk pesaing. Dalam Setiadi (2003), “brand” dari kata dasar branding adalah keseluruhan persepsi terhadap suatu merek yang dibentuk dengan memproses informsi dari berbagai sumber setiap waktu.

Bila diterjemahkan, branding adalah identitas khas untuk promosi. Hal ini ditegaskan oleh Kotler (2009). Menurutnya, branding adalah bagian dari nama, istilah, tanda, simbol, rancangan atau kombinasi dari semuanya yang dimaksudkan untuk mengidentifikasi barang atau jasa atau kelompok penjual dengan untuk membedakannya dari barang atau jasa pesaing.

Penggunaan istilah branding adalah paling populer untuk produk barang dan jasa. Meski begitu, branding adalah kini mulai dipakai dalam komunitas atau organisasi. Dalam Landa (2006), branding adalah bukanlah sekedar merek atau nama dagang dari sebuah produk, jasa, atau perusahaan.

Lebih lanjut Landa menjelaskan branding adalah berkaitan sekali dengan hal kasat mata dari merek seperti nama dagang, logo, atau ciri visual lainnya, kini juga berarti citra, kredibilitas, karekter, kesan, persepsi, dan anggapan di benak konsumen. Sesuai dengan fungsi branding, yakni sebagai pembeda, promosi dan daya tarik, pembangun citra, dan pengendali pasar.

 

3 dari 4 halaman

Cara Membangun Branding Bisnis

1. Logo dan Warna Merek

Kedua hal ini sangat penting untuk kegiatan promosi produk. Dengan memiliki logo dan warna khas, produk Anda memiliki keunikan yang berarti akan dengan mudah dikenal oleh masyarakat. Ketika orang melihatnya, mereka akan tahu siapa Anda.

Lakukanlah sejak awal membuka bisnis agar memiliki identitias visual yang jelas. Di samping itu, juga untuk membangun sebuah merek agar dikenal oleh masyarakat.

Anda bisa membuat logo misalnya dari gambar yang menginspirasi dan mencerminkan visi Anda. Hal ini akan membuat pengembangan identitas visual lebih intuitif dan jitu. Mungkin Anda bisa mengonsultasikannya dengan desainer grafis untuk membahas masalah logo dan warna ini.

2. Penggunaan Psikologi Warna

Selain logo, pemilihan warna pun tak kalah penting. Warna dapat memengaruhi perilaku dan keputusan sebagai bagian dari proses branding. Bahkan telah terbukti jika warna memiliki efek emosional dan psikologis sehingga penting untuk memilih warna yang tepat dan menarik untuk menyampaikan pesan yang ingin Anda komunikasikan.

Misalnya warna biru tua sering dipandang sebagai rona tradisional, andal, dan praktis. Sedangkan warna hijau limau memancarkan getaran futuristik dan teknologi maju, mungkin bisa menjadi pilihan untuk perusahaan perangkat lunak.

3. Desain Situs Web

Pikirkan desain sebagai real estate virtual bisnis Anda di web. Pastikan semua konten dan produk saling memperkuat dan melengkapi satu sama lain, dari foto hingga font yang digunakan. Hal ini berguna agar para pengunjung yang melihat web bisnis Anda dapat merasakan brandingnya.

Anda harus bisa mendesain web dengan tampilan yang menarik dan informatif. Rancanglah desain yang sekiranya nyaman dipandang oleh pengunjung, itu kuncinya.

4. Konten Media Sosial

Saat ini ada banyak platform media sosial yang sering digunakan masyarakat, seperti Facebook, Instagram, Twitter, YouTube, Pinterest, atau LinkedIn.

Manfaatkanlah konten media sosial untuk memperkuat promosi produk Anda. Cara ini pun dilakukan untuk menarik perhatian masyarakat agar mereka ingin tahu apa produk yang Anda tawarkan. Dengan adanya konten media sosial, Anda pun bisa memberi gambaran mengenai produk Anda secara virtual.

5. Konsistensi adalah Kuncinya

Idenitas merek harus sangat jelas dalam segala bentuk periklanan dan pemasarannya. Semakin mudah dikenal, semakin mudah para pelanggan mengingat siapa Anda dan apa produknya. Konsistensilah yang diperlukan supaya semua ini berjalan dengan baik.

4 dari 4 halaman

Cara Membangun Personal Branding

1. Memperkenalkan Diri dengan Nama yang Sama di Semua Platform

Salah satu hal paling sederhana yang bisa dilakukan untuk meningkatkan personal branding adalah nama. Netizen yang tertarik dengan konten di sosial media pun akan memperhatikan nama kreator.

Untuk semakin meningkatkan personal branding, gunakan nama yang sama di setiap sosial media. Hal ini berguna untuk memudahkan pencarian sekaligus meningkatkan brand awareness dari konten yang dibikin.

2. Membaharui Profil Sosial Media sesuai Persona Diri Secara Konsisten

Setelah nama yang digunakan sudah mulai dikenal, maksimalkan semua sosial media yang kamu miliki dengan memberikan deskripsi yang menarik pada kolom profil. Hal ini perlu dilakukan agar akun sosial media memiliki persona yang kuat.

Satu tips jika kebingungan dalam mengisi deskripsi di kolom profil adalah menyesuaikan kalimat yang mudah diingat oleh warganet. Jika para warganet tertarik dengan deskripsi profil kamu, bukan tak mungkin mereka akan scroll ke bawah untuk mencari konten yang kamu bikin.

3. Pilih Target Audiens Secara Mengerucut

Sering muncul pertanyaan tentang mengapa konten yang dibikin dengan penuh perjuangan malah kurang mendapatkan impresi yang bagus. Bisa jadi hal ini diakibatkan oleh konten yang dibikin kurang relevan dengan target audiens.

Di sinilah pentingnya membuat target audiens semakin spesifik dan mengerucut. Langkah awal yang bisa dilakukan adalah dengan cara membuat perkiraan rentang usia, media perilisan yang digunakan, serta waktu dirilisnya konten yang dibikin. Setelah itu baru dikombinasikan target audiens dengan promosi lewat sosial media pribadi yang telah memiliki persona.

4. Membuat Strategi Dalam Tiap Konten

Sudah menjadi pemandangan yang jamak ketika seorang selebgram membuat konten live via Twitch dan YouTube, atau para Youtuber yang membuat konten spesial untuk diunggah di Instagram. Strategi semacam ini menjadi salah satu strategi yang diterapkan untuk meningkatkan personal branding.

Strategi yang diciptakan bisa sekaligus mempromosikan sosial media lainnya yang dimiliki. Bentuknya pun bermacam-macam, seperti main game online, review, atau sebatas interaksi bareng para warganet lainnya.

5. Mendekatkan Diri dengan Para Audiens

Jika media sosial dan konten yang dibikin sudah dikemas dengan baik, langkah berikutnya yang terkadang sering dilewatkan adalah interaksi dengan para audiens. Cara ini termasuk ampuh dalam meningkatkan personal branding karena mayoritas warganet menyukai interaksi di sosial media dengan para selebritis dan kreator konten.