Sukses

6 Fakta Wahyana, Guru SMP di Gunungkidul Jogja Jadi Wasit Badminton Olimpiade Tokyo

Liputan6.com, Jakarta Cabang olahraga bulu tangkis tengah menjadi perhatian masyarakat Indonesia. Pasalnya, tim ganda putri, Greysia Polii dan Apriyani Rahayu berhasil memperoleh medali emas, serta Anthony Sinisuka Ginting dari tunggal putra menyabet medali perunggu di ajang Olimpiade Tokyo 2020

Tak hanya sampai di situ, masyarakat Indonesia kembali dibuat bangga dengan kontribusi seorang WNI di laga bergengsi tersebut. Pada pertandingan tunggal putri, antara Chen Yu Fei dari China dengan Tai Tzu Ying dari Taiwan ini dipimpin oleh seorang warga Indonesia.

Ia adalah Wahyana. Sosoknya sebagai wasit yang memimpin pertandingan final badminton tunggal putri itu mencui perhatian publik. Pria kelahiran 10 September 1967 itu merupakan seorang guru olahraga di SMP 4 Patuk, Kabupaten Gunungkidul, Yogyakarta.

Penasaran dengan fakta lain dari Wahyana? Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, 6 fakta Wahyana, guru SMP dari Gunungkidul yang jadi wasit badminton di Olimpiade Tokyo 2020, Rabu (4/8/2021).

2 dari 7 halaman

1. Merupakan Warga Godean, Kabupaten Sleman.

Sosok Wahyana sang wasit yang memimpin pertandingan di Musashino Forest Sports Plaza itu mencuri perhatian publik. Pria berusia 54 tahun itu merupakan warga Godean, Kabupaten Sleman. Ia bertempat tinggal di Gancahan VII, Sidomulyo, Godean, Sleman, DIY.

3 dari 7 halaman

2. Berprofesi sebagai Guru di Gunungkidul.

Warga asli DIY itu sehari-hari berprofesi sebagai seorang guru. Namun bukan di Sleman, Wahyana merupakan guru olahraga di SMP N 4 Patuk, Kabupaten Gunungkidul. Lulusan Fakultas Olahraga IKIP (sekarang UNY) itu juga menjabat sebagai Wakil Kepala Sekolah bidang kurikulum di sekolah yang sama.

4 dari 7 halaman

3. Karier di Dunia Olahraga

Wahyana pernah berkarier sebagai pemain bola voli, dia bahkan menjadi anggota tim voli DIY. Namun, cedera engkel parah menimpanya pada tahun 90-an. Demi menjaga kebugaran, ia mulai bermain bulu tangkis.

Profesi wasit mulai ia geluti sejak 1998. Berawal menjadi hakim garis di level lokal, Wahyana merasa menikmati dan terpacu. Sehingga, ia mengikuti ujian kompetensi di tingkat DIY, hingga tingkat internasional.

5 dari 7 halaman

4. Menjadi Wasit Internasional Senior di Indonesia

Wahyana lulus ujian akreditasi wasit tingkat Asia pada 2006 di Kuala Lumpur. Sedangkan BWF Accreditation atau lisensi tertinggi untuk wasit diraihnya pada 2012. Dalam daftar wasit dunia (BWF) ada empat nama asal Indonesia. Wahyana merupakan wasit internasional senior di Indonesia.

Ia memegang kualifikasi tertinggi (wasit tersertifikasi) dengan lisensi yang berlaku hingga 2022. Di kategori sama ada nama Qomarul Lailiah (hingga 2032). Selain itu ada Robbertus Tommy Oscariano dan Abdul Latif Jaohari dalam kategori wasit terakreditasi. 

6 dari 7 halaman

5. 77 Kali Memimpin Pertandingan Tingkat Internasional.

Diketahui, Wahyana sudah banyak memimpin pertandingan level internasional, mulai SEA Games, Asian Games, Kejuaraan Dunia, Paralimpic, Piala Sudirman, Piala Thomas, World Tour Finals, dan kini merasakan pula jadi wasit Olimpiade.

Secara total, ia sudah 77 kali memimpin pertandingan tingkat internasional. Tak hanya itu, Wahyana juga masuk dalam jajaran pengurus pusat PBSI di Sub Bidang Perwasitan untuk periode 2020-2024. Ia menjadi Subid perwasitan, berada di bawah Bidang Turnamen Nasional dan Perwasitan yang dipimpin oleh Mimi Irawan.

7 dari 7 halaman

6. Kiprah di Olimpiade Tokyo 2020

Di Olimpiade Tokyo, ia menjadi bagian dari wasit bulu tangkis yang berjumlah 36 orang. Di dalamnya ada 11 orang dari Asia dan Wahyana satu-satunya dari Indonesia.

Ia memimpin partai tunggal putri antara Chen Yu Fei dari Cina dengan Tai Tzu Ting dari Taiwan pada Minggu (1/8/2021) lalu. Wahyana berperan besar mengarahkan puncak Olimpiade Tokyo itu, yang dimenangi Chen Yufei dengan skor 21-18, 19-21, 21-18 itu.