Sukses

Pengertian Etika secara Etimologis dan Terminologis, Simak Penjelasan Para Ahli

Liputan6.com, Jakarta Mempelajari pengertian etika secara etimologis dan terminologis akan lebih memahamkan konsep beretika sesungguhnya. Pengertian etika secara etimologis adalah etika berasal dari bahasa Yunani “ethos” dan “ethikos”. Merujuk kata serapan tersebut, pengertian etika secara etimologis dari kata etika adalah timbul dari kebiasaan.

Untuk pengertian etika secara terminologis adalah muncul saat manusia merefleksikan unsur-unsur etis ke dalam pendapat-pendapat yang spontan. Di mana tujuannya utama pengertian etika secara terminologis dijelaskan untuk mencari tahu apa yang harus dilakukan oleh manusia.

Salah satu tokoh pendidikan di Indonesia sekaligus pendiri beberapa universitas di Indonesia, Soegarda Poerbakawatja menjelaskan pengertian etika adalah sebuah filsafat yang berkaitan dengan nilai-nilai, tentang baik dan buruknya tindakan dan kesusilaan. Cabang ilmu filsafat memandang etika adalah bagian dari nilai-nilai, norma, dan akhlak.

Berikut Liputan6.com ulas tentang pengertian etika secara etimologis dan terminologis dari berbagai sumber, Kamis (5/8/2021).

2 dari 5 halaman

Pengertian Etika secara Etimologis

Pengertian etika secara etimologis adalah “etika” berasal dari bahasa Yunani “ethos” dan “ethikos”. Pengertian etika secara etimologis dari kata “ethos” memiliki arti sifat, watak, adat, kebiasaan, dan tempat yang baik.

Merujuk serapan bahasa Yunani tersebut, pengertian etika secara etimologis dari etika adalah timbul dari kebiasaan. Sedangkan pengertian etika dari penegasan KBBI (Kamus Besar Bahasa Indonesia) adalah ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak).

Sementara pengertian etika secara etimologis dari kata “ethikos” memiliki arti susila, keadaban, atau kelakuan dan perbuatan yang baik. Untuk kata “etika” dibedakan dengan kata “etik” dan “etiket”. Pengertian etika secara etimologis dari kata “etik” memiliki arti kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak atau nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan atau masyarakat.

Tak cuma itu, pengertian etika secara etimologis dari kata “etiket” memiliki arti tata cara atau adat, sopan santun, dan lain sebagainya dalam masyarakat beradaban dalam memelihara hubungan baik sesama manusia.

3 dari 5 halaman

Pengertian Etika secara Terminologis

Pengertian etika secara terminologis adalah muncul saat manusia merefleksikan unsur-unsur etis ke dalam pendapat-pendapat yang spontan. Kebutuhan akan refleksi pengertian etika secara terminologis bisa dirasakan, karena pendapat etis bisa saja berbeda dengan pendapat orang lain.

Itulah mengapa akhirnya dibutuhkan etika, di mana tujuannya utama pengertian etika secara terminologis dijelaskan untuk mencari tahu apa yang harus dilakukan oleh manusia.

Objek berdasarkan pengertian etika secara terminologis  adalah tingkah laku manusia. Beda dengan ilmu-ilmu lain yang mempelajari tingkah laku manusia, sudut pandang pengertian etika secara terminologis adalah sudut pandang normatif.

Maksudnya pengertian etika secara terminologis adalah memiliki arti melihat dari sudut baik atau buruk suatu perbuatan manusia. Etika memiliki fungsi sebagai tempat mendapatkan orientasi kritis yang berhadapan dengan beragam kedaan moralitas yang membingungkan.

Selain itu, pengertian etika secara terminologis adalah menunjukan adanya keterampilan intelektual. Keterampilan intelektual adalah sebuah keterampilan untuk berargumentasi dengan rasional dan kritis. Lalu etika berfungsi untuk orientasi etis, di mana sangat diperlukan dalam mengambil suatu sikap yang wajar dalam kondisi pluralism.

Berikut ciri-ciri etika yang perlu diketahui:

1. Sifat dari absolut atau mutlak.

2. Etika untuk menilai baik atau buruknya perilaku seseorang.

3. Etika sangat berkaitan dengan perbuatan atau perilaku manusia.

4. Etika juga berkaitan dengan cara pandang dari sisi batin manusia.

5. Kemudian, etika akan selalu berlaku meski tidak ada orang lain yang menyaksikan.

4 dari 5 halaman

Pengertian Etika Menurut Para Ahli

1. Aristoteles

Pengertian etika adalah dibagi menjadi dua, Terminius Technikus dan Manner and Custom. Terminius Technikus adalah etika yang dipelajari sebagai ilmu pengetahuan dengan mempelajari suatu problema tindakan atau perbuatan manusia.

Sedangkan Manner and Custom adalah pembahasan etika yang berhubungan atau berkaitan dengan tata cara serta adat kebiasaan yang melekat pada kodrat manusia yang sangat terkait dengan arti baik dan buruk suatu perilaku, tingkah laku atau perbuatan manusia.

2. K. Bertens

Pengertian etika adalah nilai-nila dan norma-norma moral, yang jadi pegangan seseorang atau suatu kelompok untuk mengatur perilaku.

3. W. J. S. Poerwadarminto

W. J. S. Poerwadarminto berpendapat, pengertian etika adalah ilmu pengetahuan tentang asas-asas akhlak atau moral.

4. Hamzah Yakub

Pengertian etika adalah menyelidiki suatu perbuatan mana yang baik dan mana yang buruk.

5. Soegarda Poerbakawatja

Pengertian etika adalah sebuah filsafat berkaitan dengan nilai-nilai, tentang baik dan buruknya tindakan dan kesusilaan.

6. Drs. O. P. Simorangkir

Pengertian etika adalah pandangan manusia terhadap baik dan buruknya perilaku manusia.

7. Prof. DR. Franz Magnis Suseno

Pengertian etika adalah ilmu yang mencari orientasi atau ilmu yang memberikan arah dan pijakan dalam tindakan manusia.

8. Drs. Sidi Gajabla

Pengertian etika adalah teori tentang perilaku atau perbuatan manusia yang dipandang dari segi baik dan buruknya sejauh mana dapat ditentukan oleh akal manusia.

9. Drs. H. Burhanudin Salam

Pengertian etika adalah suatu cabang ilmu filsafat yang berbicara tentang nilai-nilai dan norma yang dapat menentukan perilaku manusia dalam kehidupannya.

10. James J. Spillane SJ

Pengertian etika adalah mempertimbangkan atau memperhatikan tingkah laku manusia dalam mengambil suatu keputusan yang berkaitan dengan moral. Etika lebih mengarah pada penggunaan akal budi manusia dengan objektivitas untuk menentukan benar atau salahnya serta tingkah laku seseorang kepada orang lain.

11. Soegarda Poerbakawatja

Pengertian etika adalah sebuah filsafat berkaitan dengan nilai-nilai, tentang baik dan buruknya tindakan an kesusilaan.

12. Ramali dan Pamuncak

Pengertian etika adalah pengetahuan tentang perilaku yang benar dalam profesi.

13. Maryani dan Ludigdo

Pengertian etika adalah seperangkat norma, aturan atau pedoman yang mengatur segala perilaku manusia, baik yang harus dilakukan dan yang harus ditinggalkan yang dianut oleh sekelompok masyarakat atau segolongan masyarakat.

14. Ahmad Amin

Pengertian etika adalah suatu ilmu yang menjelaskan tentang arti baik dan buruk serta apa yang seharusnya dilakukan oleh manusia, juga menyatakan sebuah tujuan yang harus dicapai manusia dalam perbuatannya dan menunjukkan arah untuk melakukan apa yang seharusnya didilakukan oleh manusia.

15. Martin

Pengertian etika adalah suatu disiplin ilmu yang berperan sebagai acuan atau pedoman untuk mengontrol tingkah laku atau perilaku manusia.

Etika ialah ilmu tentang baik dan buruknya perilaku, hak dan kewajiban moral; sekumpulan asa atau nila-nilai yang berkaitan dengan akhlak; nilai mengenai benar atau salahnya perbuatan atau perilaku yang dianut masyarakat.

 16. Drs. H. Burhanudin Salam

Pengertian etika adalah suatu cabang ilmu filsafat yang berbicara tentang nilai-nilai dan norma yang dapat menentukan perilaku manusia dalam kehidupannya.

17. Asmaran

Pengertian etika adalah ilmu yang mempelajari perilaku manusia, tidak hanya menentukan kebenaran seperti mereka, tetapi juga untuk menyelidiki manfaat atau keuntungan dari semua perilaku manusia.

18. A. Mustafa

Pengertian etika adalah ilmu yang menyelidiki terhadap perilaku mana yang baik dan yang buruk dan juga dengan memperhatikan perbuatan manusia sejauh apa yang telah diketahui oleh akal pikiran.

19. W.J.S. Poerwadarminto

Pengertian etika adalah ilmu pengetahuan mengenai asas-asas atau dasar-dasar moral dan akhlak.

20. Bertens

Pengertian etika adalah nilai dan norma moral yang menjadi acuan bagi manusia secara individu maupun kelompok dalam mengatur segala tingkah lakunya.

5 dari 5 halaman

Jenis-Jenis Etika

1. Etika Filosofis

Etika yang bersumber dari aktivitas berpikir yang dilakukan manusia adalah jenis etika filosofis. Atau bisa juga disebut etika adalah bagian dari filsafat. Filsafat adalah salah satu bidang ilmu yang mengutamakan tentang pikiran manusia. Jadi filsafat ini dalam etika juga dapat dibagi lagi menjadi dua sifat yaitu empiris dan non empiris.

2. Etika Deskriptif

Merupakan usaha menilai tindakan berdasarkan pada ketentuan atau norma baik buruk yang tumbuh dalam kehidupan bersama di dalam masyarakat. Etika deskriptif menempatkan kebiasaan yang sudah ada di dalam masyarakat sebagai acuan etis.

Yang termasuk dalam etika deskriptif adalah pendirian-pendirian mengenai baik dan buruk, norma-norma kesusilaan yang pernah berlaku, dan cita-cita kesusilaan yang dianut oleh bangsa-bangsa tertentu apakah terjadi penerimaan dan bagaimana pengolahannya.

3. Etika Normatif

Etika normatif mendasarkan diri pada sifat hakiki kesusilaan bahwa di dalam perilaku serta tanggapan-tanggapan kesusilaannya, manusia menjadikan norma-norma kesusilaan sebagai panutannya. Etika normatif tidak dapat sekadar melukiskan susunan - susunan formal kesusilaan, namun juga menunjukkan perilaku manakah yang baik buruk. Contoh dari etika normatif adalah etika yang bersifat individual seperti kejujuran, disiplin, dan tanggung jawab.

4. Etika Deontologi

Merupakan suatu tindakan dinilai baik buruk berdasarkan apakah tindakan itu sesuai atau tidak dengan kewajiban, artinya tindakan dianggap baik karena tindakan itu memang baik pada dirinya sendiri, sehingga merupakan kewajiban yang harus kita lakukan. Sebaliknya suatu tindakan dinilai buruk secara moral karena tindakan itu memang buruk secara moral sehingga tidak menjadi kewajiban untuk kita lakukan. Etika deontologi menekankan motivasi, kemauan baik dan watak yang kuat untuk bertindak sesuai dengan kewajiban.

5. Etika Teleologi

Etika Teleologi menilai baik buruk suatu tindakan berdasarkan tujuan atau akibat dari tindakan tersebut, sehingga suatu tindakan dinilai baik kalau bertujuan baik dan mendatangkan akibat baik.