Sukses

Penyebab Bisul, Gejala, Pengobatan, dan Cara Mencegahnya yang Tepat

Liputan6.com, Jakarta Penyebab bisul perlu kamu ketahui agar bisa menghindarinya. Bisul atau furunkel adalah benjolan merah pada kulit yang berisi nanah dan terasa nyeri. Bisul biasanya muncul pada area kulit yang memiliki rambut, sering berkeringat, dan bergesekan, seperti leher, wajah, ketiak, bokong, dan paha. Namun, tidak menutup kemungkinan bisul muncul di permukaan.

Bisul merupakan infeksi bakteri yang memicu peradangan di dalam folikel rambut (lubang tempat rambut tumbuh). Pada awalnya, kulit di daerah infeksi menjadi merah dan muncul benjolan. Setelah empat sampai tujuh hari, benjolan tersebut mulai berisi nanah dan terasa sakit.

Penyebab bisul adalah bakteri. Bisul bisa menyerang siapa saja. Namun, biasanya terjadi pada remaja karena tingginya jumlah aktivitas dan produksi keringat serta paparan bakteri dari lingkungan tempat beraktivitas. 

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (5/8/2021) tentang penyebab bisul.

2 dari 5 halaman

Penyebab Bisul

Penyebab bisul memang bergam. Penyebab bisul yang paling utama adalah bakteri Staphylococcus aureus yang hidup di kulit, di dalam hidung, dan tenggorokan. Bakteri ini kerap menyerang kulit. Oleh karena itu, sebagai bentuk pertahanan kekebalan tubuh terhadap benda asing dan kuman penyakit, kamu perlu menjaga kondisi kulit. Jika kulit kamu rusak seperti tergores atau tertusuk, maka akan rentan untuk bakteri masuk ke dalam tubuh dan menginfeksi kulit di sekitarnya.

Selain itu, penyebab bisul juga dapat disebabkan oleh infeksi dari rambut yang tumbuh ke dalam. Kulit yang terinfeksi akan mengacaukan kerja sistem imun tubuh sehingga lokasi luka menjadi bernanah.

Apalagi bagi orang-orang dengan kondisi penyakit tertentu atau yang mengonsumsi obat tertentu. Hal ini bisa melemahkan sistem kekebalan tubuh dan menjadi penyebab bisul.

Berikut beberapa penyebab bisul lainnya:

- Melakukan kontak langsung dengan penderita, misalnya karena tinggal serumah

- Tidak menjaga kebersihan, baik kebersihan pribadi maupun lingkungan

- Memiliki sistem kekebalan tubuh yang lemah, misalnya karena menderita HIV, menjalani kemoterapi, atau menderita diabetes

- Tidak memenuhi kebutuhan nutrisi tubuh dengan baik atau menderita obesitas

- Terpapar senyawa kimia berbahaya yang dapat menyebabkan iritasi pada kulit

- Mengalami masalah kulit, misalnya kulit berjerawat dan eksim

3 dari 5 halaman

Gejala Munculnya Bisul

Awalnya bisul muncul seperti benjolan berukuran kecil yang keras, berwarna merah, dan terasa nyeri. Beberapa hari kemudian, benjolan melunak lalu membesar, dan nyerinya pun bertambah. Tidak lama, kantong nanah akan terbentuk di puncak benjolan.

Bisul ini jarang memerlukan penanganan medis, karena bisul bisa sembuh dengan sendirinya. Tetapi kalau kondisinya semakin parah, kamu perlu memeriksakan diri ke dokter. Jadi, selain memahami penyebab bisul, kamu juga perlu mengenali tanda-tandanya.

Adapun tanda-tanda atau gejala bisul yang sudah semakin parah adalah sebagai berikut:

1. Mengalami demam,

2. Benjolan semakin membesar dan terasa sakit,

3. Jumlah bisul lebih dari satu di area yang sama, atau dikenal dengan istilah bisul sabut,

4. Kelenjar getah bening membengkak,

5. Bisul tidak kunjung mengering, dan

6. Memiliki masalah dengan sistem kekebalan tubuh, atau dalam pengobatan yang mengganggu sistem kekebalan tubuh dan menimbulkan bisu.

4 dari 5 halaman

Cara Mengobati Bisul dengan Bahan Alami

Bisul bisa sembuh dengan sendirinya dan dapat diatasi dengan melakukan perawatan sendiri di rumah. Namun, jika kondisi bisul yang kamu alami tidak kunjung membaik atau semakin parah maka kamu perlu penangan dari dokter.

Berikut beberapa cara mengobati bisul:

Kompres Hangat

Salah satu cara mengobati bisul yang bisa kamu lakukan sendiri di rumah adalah dengan mengompres bisul menggunakan kain yang sebelumnya dicelupkan ke dalam air hangat. Kompres bisul selama 10 menit, yang dilakukan sebanyak tiga sampai empat kali dalam sehari.

Cara mengobati bisul dengan suhu panas mampu meningkatkan sirkulasi di sekitar bisul. Hal ini membuat aka nada lebih banyak sel darah putih yang dikirimkan sistem kekebalan tubuh untuk membantu proses penyembuhan.

Nah, saat proses penyembuhan dengan cara ini, bisul akan pecah. Saat bisul pecah, tutup dengan kasa steril agar infeksi tidak menyebar ke area lainnya. Setelah itu, pastikan kamu mencuci tangan dengan air hangat dan sabun. Hal ini akan membantu agar bakteri tidak tersebar ke area lainnya atau bahkan ke orang lain.

Kalau nyeri yang kamu rasakan sudah tidak bisa ditahan, kamu bisa mengonsumsi obat pereda nyerti seperti parasetamol atau ibuprofen.

Jangan Memencetnya

Cara mengobati bisul berikutnya adalah dengan jangan sekali-kali mencoba untuk memencet benjolan yang berisikan nanah. Tindakan ini akan meningkatkan risiko penyebaran infeksi di area kulit sekitarnya. Kalau sudah terlanjur menyebar, kondisi ini bisa menyebabkan komlikasi serius.

Salah satu komplikasi yang bisa terjadi adalah selulitis, yaitu infeksi bakteri serius pada kulit yang dapat masuk ke dalam aliran darah. Jika ini terjadi, maka akan mengakibatkan sepsis, alias keracunan darah.

Pemberian Antibiotik

Kalau kondisi bisul kamu sudah semakin parah dan harus dibawa ke dokter, maka kamu akan mendapatkan antibotik dari dokter apabila:

- Terjadi bisul sabut,

- Demam,

- Infeksi sekunder, seperti selulitis,

- Lokasi bisul ada di wajah, karena lebih rentan infeksi, dan

- Merasakan sakit dan tidak nyaman.

Konsultasi dengan Dokter

Kalau ukuran bisul sudah besar dan terasa lunak, ada baiknya untuk berkonsultasi dengan dokter. Bisul dengan ciri-ciri tersebut biasanya tidak akan pecah dengan sendirinya serta tidak dapat ditangani dengan antibiotik.

5 dari 5 halaman

Cara Mencegah Bisul

Cara Mencegah Bisul dengan Pola Hidup Sehat

Selain mengenal penyebab bisul, mengetahui pencegahannya juga sangat penting agar kamu aman darinya. Bisul tidak selalu bisa dicegah, tetapi dengan melakukan langkah sederhana ini setidaknya kamu bisa menurunkan risiko munculnya bisul.

1. Membersihkan kulit dengan teratur menggunakan sabun antibakteri,

2. Selalu bersihkan luka tergores, luka terbuka, atau gigitan serangga,

3. Jaga kebersihan luka gores, luka terbuka, dan gigitan serangga dengan menggunakan perban steril hingga luka sembuh.

Selain itu, kamu juga perlu menjalankan pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan bergizi dan rutin berolahraga. Cara ini akan mendongkrak sistem kekebalan tubuh yang akan menurunkan risiko terjadinya infeksi kulit.

 

Cara Mencegah Bisul Agar Tidak Menyebar

Kalau kamu sedang menderita bisul, penting untuk selalu menjaga agar infeksinya tidak menyebar ke bagian tubuh lain dan orang lain. Kamu bisa melakukan pencegahan agar tidak menyebar. Caranya:

1. Mencuci tangan dengan sabun antibakteri setiap kali habis menyentuh bisul,

2. Mencuci pakaian, seprei, dan handuk dengan suhu yang tinggi,

3. Menggunakan handuk berbeda untuk area wajah dan badan,

4. Hindari sauna, pusat kebugaran, dan kolam renang hingga kondisi kulit kembali sehat,

5. Gunakan kasa steril untuk menutup luka sampai benar-benar sembuh,

6. Rutin mengganti kasa steril penutup bisul,

7. Perhatikan penanganan limbah kasa steril. Kamu harus memasukkan ke dalam plastik dan ditutup rapat sebelum dibuang ke tempat sampah.