Sukses

14 Jenis-Jenis Cabe dari Seluruh Dunia, Punya Rasa Super Pedas

Liputan6.com, Jakarta Jenis-jenis cabe tersebar di penjuru dunia. Cabe merupakan jenis bumbu yang punya banyak penggemar. Rasanya yang pedas begitu dinikmati di beragam masakan.

Jenis-jenis cabe digunakan pada banyak kuliner di seluruh dunia. Bagi kamu pencinta pedas, jenis-jenis cabe ini perlu diketahui. Jenis-jenis cabe ini punya tingkat kepedasan berbeda dari pedas sampai super pedas.

Jenis-jenis cabe secara umum termasuk dalam tumbuhan anggota genus Capsicum. Jenis-jenis cabe digolongkan sebagai sayur atau bumbu, bergantung ia digunakan. Cabe bahkan memiliki nilai ekonomi sendiri di Indonesia.

Berikut jenis-jenis cabe dari seluruh dunia, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Minggu (15/8/2021).

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 8 halaman

Jenis-jenis cabe

Cabe rawit

Cabe rawit merupakan salah satu jenis-jenis cabe yang paling banyak ditemukan di Indonesia. Ciri khas cabe ini adalah buahnya tumbuh menjulang menghadap ke atas. Warna buahnya hijau kecil sewaktu muda dan jika telah masak berwarna merah tua. Ada dua jenis cabe rawit yang biasa ditemukan, cabe rawit merah dan cabe rawit hijau.

Cabe rawit merah memiliki rasa pedas yang cukup tajam. Bahkan, cabai rawit merah sering disebut-sebut sebagai jenis cabai dengan tingkat kepedasan yang tinggi. Sementara jenis cabe rawit hijau sebenarnya bukanlah cabai rawit yang belum matang. Namun, merupakan jenis cabai tersendiri. Jenis cabai ini berbentuk kecil dan berwarna hijau agak tua. Dibandingkan dengan cabai rawit merah, rasanya tidak terlalu pedas.

Cabe besar

Cabe besar termasuk jenis-jenis cabe yang paling sering digunakan pada masakan Nusantara. Jenis cabai besar juga terbagi menjadi dua, cabai merah dan hijau.

Cabai merah besar memiliki ciri warna merah menyala dengan bentuk yang agak gemuk, panjang, dan dengan ujung yang lancip. Cabai merah besar memiliki rasa yang tidak terlalu pedas, sehingga cocok untuk bahan tumisan. Cabai hijau merupakan fase muda dari cabai merah. Biasanya, cabai hijau digunakan untuk menyedapkan masakan, terutama tumisan.

3 dari 8 halaman

Jenis-jenis cabe

Cabe keriting

Sesuai namanya, jenis-jenis cabe ini memiliki bentuk panjang dan keriting. Ukurannya panjang dan lancip dengan diameter yang lebih kecil dibanding cabai merah besar. Sama dengan cabe besar, jenis-jenis cabe ini juga dibagi menjadi cabe keriting merah dan hijau.

Cabai merah keriting banyak diolah dan digunakan sebagai pelengkap tumisan dengan cara diiris serong. Sama seperti cabai hijau besar, cabai hijau keriting merupakan cabai merah keriting yang belum matang.

Cabe gendol

Cabe gendol atau Habanero adalah salah satu dari jenis-jenis cabe yang sangat pedas. Dinamakan cabai gendol karena bentuk cabai ini yang bengkak atau mengembung. Cabe ini berasal dari semenanjung Yucatan. Cabe gendol memiliki tingkat kepedasan mencapai 100.000-350.000 skala Scoville.

4 dari 8 halaman

Jenis-jenis cabe

Cabe Jalapeno

Jenis-jenis cabe ini berasal dari Meksiko dengan warna hijau sampai merah. Bentuk cabe ini mirip dengan peluru dan memiliki rasa yang sangat pedas dan menggigit. Cabai ini memiliki tingkat kepedasan 2.500-8.000 Skala Scoville.

Cabe setan

Cabe setan disebut sebagai cabe terpedas di seluruh dunia. Cabe ini berasal dari timur laut India (Assam, Nagaland, dan Manipur) dan Bangladesh. Tingkat kepedasan cabe ini bisa mencapai 1.001.304 Skala Scoville.

5 dari 8 halaman

Jenis-jenis cabe

Cabe pelangi

Cabe pelangi atau cabe numex twilight merupakan varietas cabe yang dikembangkan oleh New Mexico State university. Cabe ini memiliki warna bak pelangi. Awalnya cabe ini akan berwarna ungu, kemudian berubah menjadi kuning dan oranye, dan ketika masak berubah menjadi merah. Di Indonesia, cabe ini sering dijadikan tanaman hias.

Cabe rocoto

Cabe rocoto banyak ditemukan di Peru, Bolivia, Chile, Argentina Utara dan Ecuador. Bentuk cabe ini hampir bulat dan memiliki daging tebal seperti paprika. Kebanyakan rocoto berwarna merah, namun di Karibia dan Meksiko ada pula yang berwarna kuning dan oranye. Cabe ini akan sangat pedas ketika bijinya berwarna hitam.

6 dari 8 halaman

Jenis-jenis cabe

Paprika

Paprika juga termasuk dalam jenis-jenis cabe. Paprika biasanya memiliki 4 varietas, yaitu paprika merah, kuning, hijau, dan oranye. Biasanya paprika hijau terasa lebih pahit dan varietas merah memiliki rasa lebih pedas.

Cabe ceri

Cabe ceri atau Pimento memiliki bentuk yang besar, berwarna merah dan berbentuk hati. Cabe ini memiliki panjang sekitar 7-10 cm dan lebar 5-7 cm. Jenis-jenis cabe ini memiliki daging buah yang manis, berair, dan lebih beraroma apabila dibandingkan dengan paprika merah. Namun beberapa varietas pimento memiliki rasa yang cukup pedas.

7 dari 8 halaman

Jenis-jenis cabe

Cabe cayenne

Cabai cayenne juga dikenal sebagai cabai Guinea, cabai tanduk sapi, cabai pedas merah, aleva, atau cabai burung. Cabe ini berasal dari Cayenne, Guiana Prancis. Buah cabai cayenne ini umumnya dikeringkan atau dipanggang dan dikemas dalam bentuk bubuk.

Cabe Serrano

Jenis-jenis cabe satu ini berasal dari pegunungan Meksiko, dan biasanya dikonsumsi dalam keadaan mentah. Cabai ini memiliki tingkat kepedasan mencapai 10.000- 23.000 Scoville. Cabai ini memiliki rasa yag lebih pedas dibandingka dengan cabai Jalpeno dan memiliki bentuk mirip cabe rawit.

8 dari 8 halaman

Jenis-jenis cabe

Cabe rawit domba

Cabe rawit domba atau Datil Pepper termasuk jenis-jenis cabe terpedas di dunia. Cabe rawit domba berasal dari kawasan St. Agustine di Florida. Cabe ini memiliki tingkat kepedasan mulai dari 100.000 - 300.000 Skala Scoville. Biasanya tingkat kepedasan tertinggi terdapat pada jenis cabe yang berwarna jingga. Cabe Rawit Domba kerap menjadi bahan utama dalam pembuatan sup tomyum.

Chilli Tepin

Chilli Tepin merupakan cabai liar yang banyak tumbuh di Amerika Tengah, Meksiko, dan Barat daya AS. Cabai ini sering disebut sebagai "ibu dari segala jenis cabai" karena dianggap sebagai spesies Capsicum Annuum yang tertua. Nama Tepin berasal dari bahasa Nahuatl yang artinya "kutu".

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.