Sukses

Bebas Wilayah PPKM Level 4, Simak Hasil Evaluasi Terbaru PPKM Diperpanjang

Liputan6.com, Jakarta Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Jawa-Bali dan luar Jawa-Bali masih diperpanjang sampai tanggal 4 Oktober 2021. Periode ini, PPKM diperpanjang selama dua pekan dengan evaluasi setiap pekan.

Hasil evaluasi terbaru PPKM diperpanjang membawa sejumlah perbaikan, semua provinsi di Jawa-Bali dan luar Jawa-Bali bebas PPKM level 4. Di tingkat Kabupaten/Kota, saat ini hanya ada 1 Kab/Kota dengan Level 4 yaitu Kab. Bangka.

“Hanya ada 1 Kab/Kota yang masih di Level 4 yaitu Kabupaten Bangka,” jelas Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto dalam Konferensi Pers Hasil Ratas PPKM secara virtual, di Jakarta, Senin (27/9/2021).

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyampaikan kabar serupa soal hasil evaluasi terbaru PPKM diperpanjang. Positivity rate atau rasio jumlah orang positif dengan total jumlah tes Covid-19 di Indonesia sudah semakin baik. Saat ini positivity rate di wilayah Jawa-Bali sudah di bawah angka 2 persen.

"Positivity rate sudah di bawah 2 persen, malah sudah 1 persen. Ini dalam 7 hari. Jadi kami hitung per 7 hari, itu angkanya juga sudah membaik," kata Luhut pada akun YouTube Sekretariat Presiden, Senin 27 September 2021.

Berikut Liputan6.com ulas hasil evaluasi terbaru PPKM diperpanjang di Jawa-Bali dan luar Jawa-Bali dari berbagai sumber, Selasa (28/9/2021).

2 dari 4 halaman

Hasil Evaluasi Terbaru PPKM Diperpanjang

1. Semua Provinsi Bebas PPKM Level 4

Wilayah PPKM di Jawa-Bali pekan lalu sudah terbebas dari PPKM level 4. Dari hasil evaluasi terbaru PPKM diperpanjang, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengungkap untuk tingkat Provinsi di luar Jawa-Bali sudah tidak ada lagi Provinsi dengan PPKM Level 4.

“Di tingkat Kabupaten/Kota, hasil asesmen menunjukkan perbaikan nyata, di mana jumlah Kab/Kota dengan Level 4 dan Level 3 mengalami penurunan tajam, dan jumlah Kab/Kota dengan PPKM Level 2 dan Level 1 mengalami peningkatan,” katanya.

2. Masih Ada 1 Kabupaten/Kota PPKM Level 4

Hasil evaluasi terbaru PPKM diperpanjang pekan ini, tinggal satu kabupaten/kota yang masih berstatus wilayah PPKM level 4. Airlangga Hartarto menjelaskan saat ini hanya ada 1 Kab/Kota dengan Level 4 yaitu Kab. Bangka dan terdapat 76 Kab/Kota dengan Level 3. Sedangkan yang di Level 2 sebanyak 275 Kab/ Kota, dan sudah ada 34 Kab/ Kota dengan PPKM Level 1.

“Dari 10 Kab/Kota yang menerapkan PPKM Level 4 di luar Jawa-Bali, terdapat perbaikan level asesmen mingguan, yaitu ada 2 Kab/Kota mengalami perbaikan langsung ke Level 2 (Banjarmasin dan Kutai Kartanegara), dan 7 Kab/Kota perbaikan ke level 3. Hanya ada 1 Kab/Kota yang masih di Level 4 yaitu Kabupaten Bangka,” jelasnya.

3. Positivity Rate Wilayah Jawa Bali di Bawah 2 Persen

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan mengatakan soal hasil evaluasi terbaru PPKM diperpanjang di Jawa-Bali pekan ini.

Positivity rate atau rasio jumlah orang positif dengan total jumlah tes Covid-19 di Indonesia sudah semakin baik. Saat ini positivity rate di wilayah Jawa-Bali sudah di bawah angka 2 persen.

"Positivity rate sudah di bawah 2 persen, malah sudah 1 persen. Ini dalam 7 hari. Jadi kami hitung per 7 hari, itu angkanya juga sudah membaik," kata Luhut pada akun YouTube Sekretariat Presiden, Senin 27 September 2021.

3 dari 4 halaman

Hasil Evaluasi Terbaru PPKM Diperpanjang

4. Kasus Harian Covid-19 Melandai

Dalam kesempatan yang sama, Menko Marves Luhut menyatakan pula, per 26 September 2021, kasus konfirmasi Covid-19 secara nasional turun sebanyak 96,6 persen dari puncaknya pada 15 Juli 2021 lalu.

Kasus aktif Covid-19 per 26 September 2021 pun terhitung lebih rendah dari angka pada 2 September 2020, yakni 42.769 dengan 43.059. Kasus aktif nasional juga telah mengalami penurunan sebanyak 92,6 persen dari puncaknya pada 24 Juli 2021.

Dari angka kasus aktif nasional sebesar 42.769, kasus distribusi luar Jawa adalah sebesar 62,84 persen. Dilihat dari segi kesembuhan nasional yang 95,62 persen di luar Jawa bali adalah 94,96 persen. Sementara itu, tingkat kematian nasional 3,36 persen, dan luar Jawa-Bali adalah 3,08 persen.

5. Pembelajaran Tatap Muka (PTM) Akan Tetap Dilaksanakan

Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Budi Gunadi Sadikin mengatakan bahwa pembelajaran tatap muka (PTM) mesti dilaksanakan. Mengenai temuan kasus positif Covid-19 di sekolah, hal tersebut perlu dilakukan manajemen yang tepat.

Berdasarkan hasil evaluasi pasca-PTM di DKI Jakarta, dilakukan pemeriksaan tes Covid-19 di 22 sekolah. Lalu, ada 8 sekolah tidak ada kasus Covid-19. Sementara itu, di beberapa sekolah menunjukkan beberapa orang positif Covid-19 tapi dengan jumlah yang kecil seperti 1 atau 2 orang yang terpapar.

"Itu bukan klaster, definisi klaster itu kalau penyebarannya terjadi di sekolah," kata Budi.

6. Integrasikan Aplikasi PeduliLindungi di Sekolah

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim mengatakan, pihaknya berkolaborasi dengan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) untuk mulai mengintegrasikan aplikasi PeduliLindungi saat PTM di sekolah.

"Integrasi PeduliLindungi dan mengimplementasi program itu di sekolah-sekolah kita. Jadi itu inisiatif besar kita untuk mengendalikan pandemi ini," kata Nadiem dalam konferensi pers di Youtube Sekretariat Presiden, Senin (27/9/2021).

Kemendikbudristek dan Kemenkes juga akan melakukan tes acak atau random sampling Covid-19. Kemudian, pemerintah akan menutup sekolah dengan angka positivity rate di atas 5 persen. Ini menyusul munculnya data 2,8 persen sekolah menjadi klaster Covid-19.

4 dari 4 halaman

Hasil Evaluasi Terbaru PPKM Diperpanjang

7. Jumlah Tes Covid-19 Tetap Tinggi

Luhut menyebut jumlah tes Covid-19 di Indonesia sudah relatif tinggi, yakni mencapai 170 ribu tes per hari.

"Jadi kalau orang berkomentar itu yang di-testing cuma 30 ribu, sekarang yang di-testing itu tiap hari 170 ribuan per hari, angka itu sudah cukup oke walaupun kami target lebih dari itu," kata dia.

8. Mobilitas di Tempat Wisata Naik

Mobilitas masyarakat di sektor retail dan tempat wisata mengalami kenaikan. Luhut dalam kesempatan sama mendapat laporan bahwa pengunjung di kawasan wisata Pangandaran mencapai 10.000 pada pekan lalu.

"Kemarin saya mendapat laporan Dandim di Pangandaran lebih 10.000 orang yang datang minggu kemarin di Pangandaran, walaupun sudah diatur," ucap dia.

Pemerintah, kata dia, sudah mengambil berbagai kebijakan untuk menekan mobilitas masyarakat di masa pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM). Namun, peningkatan mobilitas masih tetap terjadi.

9. Perketat Kedatangan WNA

Menko Luhut menjelaskan pemerintah akan terus memperketat kedatangan orang asing atau warga negara asing (WNA) dari luar negeri selama masa pelonggaran PPKM dengan karantina selama 8 hari.

"Kedatangan orang asing juga kami lakukan pengetatan untuk orang dari daerah-daerah yang kita anggap punya kecenderungan tinggi, atau level 4 istilah kita," kata dia.

Upaya pemerintah ini dilakukan agar tidak terjadi penumpukan dan berpotensi menyebarkan kasus baru Covid-19.

"Penerbangan yang datang dari luar negeri akan diatur kedatangannya supaya tidak terjadi penumpukan. Jadi untuk menghindari hal-hal lain. Detil juga kami periksa setiap Sabtu-Minggu kami adakan rapat untuk pemeriksaan detil ini," pungkas Luhut.