Sukses

Customer adalah Orang yang Membeli Produk, Ketahui Jenis-jenisnya

Liputan6.com, Jakarta Customer adalah istilah yang tidak asing lagi di dunia bisnis. Custumer adalah istilah bahasa Inggris yang digunakan untuk menyebut pelanggan. Walaupun begitu, penggunaannya sudah dipahami oleh kebanyakan orang. 

Apalagi, setiap orang tentunya menggunakan berbagai produk yang ditawarkan suatu perusahaan. Sementara itu, perusahaan yang menawarkan produk biasanya memiliki customer service atau layanan pelanggan untuk meningkatkan kepuasaan customer.

Customer adalah orang yang membeli produk. Penggunaan istilah customer sering kali dianggap sama sama dengan klien, nasabah, hingga konsumen. Namun, setiap istilah tersebut memiliki perbedaan tertentu.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Kamis (25/11/2021) tentang customer adalah.

2 dari 5 halaman

Customer adalah

Customer adalah istilah bahasa Inggris yang digunakan untuk merujuk pada pelanggan. Pelanggan atau customer adalah individu atau rumah tangga, perusahaan yang membeli barang atau jasa yang dihasilkan dalam ekonomi. Secara spesifik, customer adalah seseorang yang terbiasa untuk membeli barang pada suatu toko tertentu.

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, customer adalah istilah yang sering juga disebut dengan istilah lainnya. Dalam berbagai pendekatan, tergantung dari sifat dari industri atau budaya, pelanggan atau customer bisa disebut sebagai klien, nasabah, pasien, hingga konsumen. Namun, pada intinya customer adalah suatu istilah yang maknanya tak jauh berbeda dengan istilah lain tersebut. Maknanya adalah pihak ketiga di luar sistem perusahaan yang karena sebab tertentu, membeli barang atau jasa perusahaan. Khusus untuk ‘nasabah’, istilah ini digunakan mewakili pihak yang menggunakan jasa bank, baik itu untuk keperluannya sendiri maupun sebagai perantara bagi keperluan pihak lain.

3 dari 5 halaman

Customer dalam dunia pemasaran

Dalam dunia pemasaran, pemasaraan yang berorientasi pada customer atau pelanggan merupakan baru. Pemasaran berorientasi pada customer merupakan orientasi manajemen yang mempertahankan bahwa perusahaan harus membangun hubungan dengan customer atau sasaran secara individu. Pemasaran berorientasi pada customer adalah pemasaran yang mencakup keputusan yang berkaitan dengan visi, tujuan, strategi, struktur organisasi, budaya, sistem informasi, instrumen pemasaran, proses bisnis, dan manajemen sumber daya manusia.  

Dalam kegiatan usaha, seorang pemasar atau penjual, mendekati prospek. Prospek dipahami sebagai relasi bisnis yang membangun hubungan dengan perusahaan. Prospek adalah relasi yang bisa sudah menjadi pelanggan ataupun belum. Dalam pengertian yang lebih luas, relasi bisnis menyangkut hubungan bisnis dengan semua pihak ketiga di luar perusahaan. Termasuk dalam kriteria ini: penyedia atau vendor, bank, atau pihak lainnya.

Kebutuhan pelanggan atau customer dapat didefinisikan sebagai barang atau jasa yang dibutuhkannya untuk mencapai tujuan tertentu. Pelanggan memiliki kebutuhan yang berbeda tingkatannya dan pengharapan pelanggan biasanya dipengaruhi oleh nilai-nilai budaya, iklan, pemasaran, serta bentuk komunikasi lain, baik dari pemasok maupun sumber-sumber lainnya.

Kebutuhan maupun pengharapan pelanggan dapat ditentukan melalui wawancara, survei, perbincangan, penggalian data, atau metode-metode pengumpulan informasi lainnya. Pelanggan mungkin tak memiliki pemahaman jelas mengenai kebutuhannya. Bantuan untuk menentukan kebutuhan dapat menjadi suatu layanan yang berharga bagi pelanggan. Pada proses ini, pengharapan dapat diatur atau disesuaikan dengan kemampuan produk atau jasa tertentu.

4 dari 5 halaman

Jenis-jenis Pelanggan

Customer adalah individu atau perusahaan yang membeli sebuah produk, dan dibagi menjadi beberapa jenis, yaitu:

Customer Internal 

Jenis pertama customer adalah customer internal, yaitu pelanggan yang  berasal dari lingkup bagian dalam perusahaan. Customer internal ini pada umumnya membeli produk atau layanan untuk dijual kembali ke orang lain. Beberapa contohnya yaitu pegawai pemasaran, karyawan operasional, karyawan delivery, HRD, dan lain-lain.

Customer Eksternal

Customer eksternal adalah pelanggan yang secara langsung menggunakan produk atau layanan dari suatu perusahaan. Customer eksternal disebut juga dengan konsumen akhir, seperti pemilik bisnis, pelajar, maupun ibu rumah tangga. Pelanggan akhir ini hanya akan datang saat perusahaan memiliki kualitas barang dan jasa yang baik. Jadi, customer tersebut akan setia menggunakan produk atau layanan jasa dari perusahaan.

Customer Perantara

Jenis terakhir customer adalah customer perantara, yaitu orang atau perusahaan yang menjadi perantara penjualan produk. Namun customer ini bukan pengguna terakhir dari suatu produk atau jasa tersebut. Perbedaan pelanggan ini yaitu bukan berasal dari lingkup perusahaan. Melainkan individu atau kelompok umum yang mendistribusikan produk atau jasa dari suatu perusahaan. Contohnya, yaitu reseller sebuah produk kecantikan, biro jasa pemesanan tour, agen bahan baku makanan, dan semacamnya.

5 dari 5 halaman

Customer Service

Customer service adalah salah satu bagian penting dalam bidang pelayanan. Tak peduli seberapa hebat sebuah produk, jika customer service buruk, penilaian negatif tak bisa dihindari. Buruknya customer service adalah penyebab dari kaburnya pelanggan. Customer service adalah bagian penting dalam kesuksesan bisnis.

Profesi customer service adalah bidang yang tak bisa diremehkan. Melalui customer service kebutuhan pelanggan akan terpenuhi. Salah satu tugas customer service adalah meningkatkan kepuasan pelanggan. Aktivitas customer service terkait dengan interaksi perusahaan ke pelanggan. Customer service adalah aktivitas yang dilakukan melalui tatap muka, telepon, email, obrolan, dan interaksi media sosial.

Layanan pelanggan atau customer service adalah layanan interaksi antara pembeli produk dan perusahaan. Customer service merupakan salah satu kunci dari kepuasan pelanggan. Profesional customer service biasanya menjawab pertanyaan pelanggan melalui tatap muka, telepon, email, obrolan, dan interaksi media sosial.

Sebagian besar bisnis yang sukses menyadari pentingnya menyediakan customer service. Interaksi yang sopan dan empati dengan perwakilan customer service yang terlatih dapat menjadi nilai tambah bagi perusahaan. Persepsi pembeli terhadap perusahaan dan produk sebagian dibentuk oleh pengalaman mereka dalam berurusan dengan orang tersebut.