Sukses

Arti Amin Saat Salat dan Usai Berdoa, Ini Tafsir dan Macam-Macam Pengucapannya

Liputan6.com, Jakarta Kata amin memiliki banyak penulisan dan memiliki arti amin yang berbeda-beda. Seperti penulisan amin yang berarti berimanlah, amiin berarti orang yang amanah atau terpercaya, aamin berarti berilah jaminan keamanan, dan aamiin yang berarti kabulkanlah.

Setelah mengetahui berbagai arti amin berdasarkan dari segi penulisan di atas, dapat ditarik garis besar bahwa arti amin yang benar adalah kabulkanlah. Kata amin ini sering diucapkan setelah berdoa. Selain itu, kata amin juga kerap diucapkan secara lantang setelah pembacaan surat Al-Fatihah dalam salat.

Sementara, arti amin merupakan sebuah kata yang digunakan oleh agama-agama Abrahamik atau Samawi untuk menyimpulkan dan mengakhiri suatu doa dan bermakna sebagai istilah agar dikabulkan.

Untuk lebih rinci, berikut ini ulasan mengenai arti amin menurut para ulama beserta tafsir dan macam-macam pengucapannya yang telah dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Sabtu (27/11/2021).

2 dari 4 halaman

Arti Amin Menurut Para Ulama

Arti amin adalah "Terimalah (ya Allah). Pengertian tersebut dilansir dari lama NU Online berdasarkan penjelasan dari Ali As-Shabuni. Menurut Ali As-As-Shabuni dalam "Shafwatut Tafasir" menjelaskan bahwa kata amin bukan merupakan ayat menurut kesepakatan ulama. Namun arti amin adalah "Terimalah doa kami". (As-Shabuni, 1999:25).

Terdapat pengertian lain menurut Imam Al-Baghowi bahwa arti amin adalah "Allumma isma' wa istajib" yang artinya "Tuhanku, dengar dan kabulkanlah”. Selanjutnya, Mujahid berpendapat bahwa arti amin adalah salah satu asma Allah.

Sementara ulama lain juga mengatakan bahwa arti amin merupakan segel Allah atas para hamba-Nya yang bisa melindungi dari marabahaya. Amin bagi manusia bagaikan sampul buku yang menjaga isinya dari kerusakan.

3 dari 4 halaman

Tafsir Hadis Tentang Amin

Dalam tafsir "Ma'alimut Tanzil" Imam Al-Baghowi meriwayatkan hadis dari sahabat Abu Hurairah. Dalam hadis tersebut, Rasulullah bersabda:

"Jika imam membaca 'ghairil maghdhubi alaihi wa lad dhalin', hendaklah kalian menjawab 'amin' karena malaikat juga menjawab 'amin' dan imam juga membaca 'amin'. Siapa saja yang jawaban 'amin'- nya berbarengan dengan 'amin' malaikat, maka akan diampuni dosanya (dosa kecil) yang telah lalu."

Senada dengan hal tersebut, Imam Ibnu Katsir dalam "Tafsirul Qur'anil Azhim" mengatakan bahwa arti amin punya makna "Allahumma, istajib" yang berarti "Tuhanku, kabulkanlah. Dalil atas pandangan tersebut adalah hadis riwayat Imam Ahmad, Abu Dawud, At-Tirmidzi dari Wa'il bin Hajar. Hadis tersebut berbunyi:

"Aku mendengar Rasulullah membaca, 'Ghairil maghdhubi alaihim wa lad dhallin,' lalu ia mengucap dengan panjang (dengan keras menurut riwayat Abu Dawud) kata amin”.

Menurut At-Tirmidzi, hadis ini hasan dan diriwayatkan dari Sayyidina Ali, Ibnu Mas'ud, dan sahabat lainnya. Sementara dari berbagai sumber, makna kata amin memiliki tiga makna berbeda menurut kalangan ulama tafsir. Pertama, kadzalika yakun yang artinya "demikianlah adanya". Kedua, Allahumma istajib yang artinya "ya Allah kabulkanlah doa kami". Ketiga, innahu min asma Allah SWT yang artinya "di antara nama dari nama-nama Allah SWT".

Kata amin selain diucapkan ketika berdoa dalam salat, maupun setelah berdoa dan salat. Ternyata lafaz amin juga pernah diucapkan oleh malaikat. Rasulullah SAW pernah bersabda, orang yang memulai salatnya dengan azan dan iqamah, maka akan turun rombongan malaikat yang turun dari langit untuk ikut serta dalam beribadah. Setiap kali ada doa yang terucap, maka para malaikat pun turut mengamini doa-doa yang bersangkutan.

Selain memiliki arti yang beragam, pelafalan kata amin ternyata berbeda-beda. Ada yang mengucapkannya tanpa memanjangkan huruf alif (a) dan tidak, seperti yang sudah disebutkan sebelumnya. Seperti penjelasan di bawah ini yang perlu anda ketahui.

4 dari 4 halaman

Macam-Macam Pembacaan Amin

Selain sering diucapkan dan ditulis, kata amin juga sering menjadi perdebatan mengenai mana yang benar. Mungkin, kalian sendiri juga pernah menemui berbagai penulisan, seperti 'amin', 'aamin', 'amiin', atau 'aamiin'. Berbagai arti amin itu pun berbeda-beda. Agar lebih jelas, simak berbagai pengertian dan penggunaan amin berikut ini:

1. Amin (berimanlah).

2. Amiin (orang yang amanah atau terpercaya).

3. Aamin (berilah jaminan keamanan).

4. Aamiin (kabulkanlah)

Sementara, untuk pembacaan amin adalah sebagai berikut:

1. Membaca Amin Seperti Membaca Yasin

Imam Ibnu Katsir mengatakan bahwa seseorang dianjurkan membaca amin seperti orang membaca 'Yasin' setiap kali selesai pembacaan Surat Al-Fatihah.

2. Membaca Amin dengan Tasydid Pada Mim

Nashar Al-Qusyairi meriwayatkan pelafalan Al-Hasan dan Ja'far As-Shadiq dengan tasydid pada mim, amin sebagaimana pelafalan "amminal baytal harama" pada Surat Al-Maidah ayat 2.

3. Membaca Amin Setelah Surat Al-Fatihah

Imam Al-Baghowi mengatakan, seseorang dianjurkan untuk membaca amin setiap kali selesai pembacaan Surat Al-Fatihah dengan jeda terpisah dari Surat Al-Fatihah, bukan diwasal. Kata amin juga dibaca takhfif pada mim amin. Menurut ulama nahwu, hamzah dapat dibaca panjang, yaitu 'aamiin' atau pendek, yaitu 'amin'