Sukses

Wanita Ini Ikut Ujian Semester Sambil Pakai Baju Pengantin, Curi Perhatian

Liputan6.com, Jakarta Pendidikan merupakan sesuatu yang penting bagi setiap orang. Tak heran jika banyak orang yang memprioritaskan pendidikan demi mendapatkan ilmu hingga gelar sarjana.

Kini bahkan siapapun berhak untuk mendapatkan pendidikan yang layak. Bagi laki-laki maupun perempuan. Tahu betul jika pendidikan adalah hal yang penting, wanita ini pun rela tetap ikut ujian semester meski bertepatan dengan hari pernikahannya.

Wanita ini pun mendadak jadi sorotan usai datang ke ruang ujian. Ia tampak masih memakai busana pengantinnya duduk di kelas mengerjakan soal ujian semester.

Rupanya ia tak menyangka jika jadwal ujiannya akan bertepatan dengan hari pernikahannya yang sudah direncanakan jauh sebelumnya. Maka dari itu, Shivangi Bagthariya adalah mahasiswa dari India ini pun curi perhatian.

2 dari 3 halaman

Hari Pernikahannya Bertepatan dengan Ujian

Dilansir dari World of Buzz oleh Liputan6.com, Senin (29/11/2021) Shivangi Bagthariya adalah mahasiswa dari Shanti Niketan College yang sedang mengejar gelar BSW (Sarjana Pekerjaan Sosial). Diketahui jika ia merencanakan tanggal pernikahan dengan suaminya, Parth Padaliya, sebelum jadwal ujiannya diumumkan.

Namun ketika jadwal ujian keluar, Shivangi melihat bahwa tanggal tersebut bertepatan dengan hari pernikahannya. Wanita itu sempat bingung dan tak ingin mengubah tanggal pernikahannya yang sudah diatur dengan matang.

3 dari 3 halaman

Ikut Ujian Sebelum Menikah

Lantaran tak ingin mengubah rencana perniakhan, Shivangi menyarankan kepada orang tua dan mertuanya untuk sedikit menyesuaikan waktu agar ia bisa mengikuti ujian terlebih dahulu sebelum pernikahan.

“Saya meminta orang tua saya juga calon keluarga suami saya untuk mengubah muhurat (ritual pernikahan) agar saya bisa mengikuti ujian.” tuturnya, dikutip dari World of Buzz.

Jadi Shivangi datang ke kampus dan duduk di ruang ujian dengan mengenakan busana pengantin merah. Lengkap dengan riasan kepala dan mengenakan perhiasan pengantin di tangannya.

“Pendidikan adalah suatu keharusan bagi semua orang, termasuk perempuan. Orang tua dan anak perempuan harus memberikan pentingnya pendidikan.” tutupnya.