Sukses

Mengenal Fungsi Bank Indonesia dalam Perekonomian, Lengkap Tugasnya

Liputan6.com, Jakarta Fungsi Bank Indonesia umumnya sebagai bank sentral milik pemerintah Indonesia. Namun ternyata masih banyak yang belum mengetahui fungsi-fungsi lain Bank Indonesia. Bank Indonesia adalah bank sentral independen yang bebas dari campur tangan pemerintah dan atau pihak-pihak lain.

Sebagai bank sentral, Bank Indonesia mempunyai satu tujuan tunggal, yakni mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Kestabilan nilai rupiah mengandung dua aspek, yaitu kestabilan nilai mata uang terhadap barang dan jasa, serta kestabilan terhadap mata uang negara lain.

Sejak tahun 1999, status BI ditetapkan sebagai lembaga negara yang independen dan memiliki kewenangan penuh dalam menjalankan tugasnya serta bebas dari campur tangan Pemerintah dan/atau pihak lain. Hal ini diatur dalam Undang-Undangan No. 23/1999 tentang Bank Indonesia, yang kemudian diubah melalui Undang-Undang No. 6/2009. Tak hanya sebagai bank sentral, Bank Indonesia memiliki fungsi lain dalam perekonomian di Indonesia.

Berikut  ini ulasan mengenai definisi bank Indonesia, beserta tugas dan fungsi Bank Indonesia yang telah dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Senin (6/12/2021).

2 dari 4 halaman

Mengenal Bank Indonesia

Bank Indonesia merupakan bank sentral Indonesia. Sebelum dinasionalisasikan, bank ini bernama De Javasche Bank yang dipergunakan pada masa Hindia Belanda. Kedudukannya sebagai bank sentral, Bank Indonesia mempunyai satu tujuan tunggal, yaitu mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah. Hal ini mengandung dua aspek, yakni kestabilan nilai mata uang rupiah terhadap barang dan jasa yang tercermin pada laju inflasi.

Selain itu, menjaga kestabilan nilai mata uang rupiah terhadap mata uang negara lain yang tercermin pada perkembangan nilai tukar. Dari segi pelaksanaan tugas dan wewenangnya, Bank Indonesia menerapkan prinsip akuntabilitas dan transparansi melalui penyampaian informasi kepada masyarakat luas secara terbuka melalui media massa setiap awal tahun mengenai evaluasi pelaksanaan kebijakan moneter, dan serta rencana kebijakan moneter dan penetapan sasaran-sasaran moneter pada tahun yang akan datang.

3 dari 4 halaman

Fungsi Bank Indonesia

Berikut ini ada beberapa fungsi Bank Indonesia yang perlu anda ketahui, diantaranya:

1. Menetapkan dan Melaksanakan Kebijakan Moneter

Bank Indonesia berperan sebagai bank sentral. Oleh karena itu, fungsi Bank Indonesia untuk menjaga stabilitas moneter dan sistem keuangan. Sebagai otoritas moneter, fungsi Bank Indonesia adalah untuk menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter guna mencapai dan memelihara kestabilan nilai rupiah.

Peran Bank Indonesia inilah disebut sebagai otoritas moneter. Otoritas moneter ini memiliki tanggung jawab untuk mengontrol banyaknya uang yang beredar di suatu negara. Jadi, jika inflasi sedang naik, maka Bank Indonesia yang mengambil tindakan agar kenaikan tersebut bisa ditahan. Fungi Bank Indonesia inilah yang sangat penting, agar harga-harga di pasat tidak terlalu naik begitu tinggi.

2. Mengatur dan Mengawasi Aktivitas Perbankan

Fungsi Bank Indonesia selanjutnya adalah untuk menciptakan perbankan yang sehat. Di sini Bank Indonesia melakukan pengawasan dan membuat regulasi agar tidak ada kecurangan dalam kegiatan perbankan yang ujung-ujungnya membuat rugi banyak orang. Agar fungsi Bank Indonesia ini berjalan dengan efektif, Bank Indonesia pun menerapkan disiplin pasar dan penegakkan hukum. Bank Indonesia juga sudah mengeluarkan banyak peraturan mengenai kegiatan perbankan. Mulai dari peraturan bank umum hingga bank syariah.

3. Menjaga Sistem Pembayaran Agar Berjalan Lancar

Pada sistem pembayaran yang dijalankan bisa sewaktu-waktu menimbulkan risiko yang tidak terduga. Di sinilah fungsi Bank Indonesia untuk mencegah agar hal ini tidak terjadi. Untuk Bank Indonesia, sistem pembayaran haruslah selalu aman, efisien, akses yang sama rata, dan perlindungan konsumen. Sebagai bank sentral, Bank Indonesia harus mengatur mekanisme sistem pembayaran yang berlaku dan dilakukan oleh lembaga-lembaga keuangan lainnya. Hal-hal yang diatur oleh Bank Indonesia menyangkut media sistem pembayaran, siapa saja yang terlibat, dan lain sebagainya.

4. Melakukan Riset dan Pemantauan

Sebab Bank Indonesia bertanggung jawab untuk melindungi stabilitas keuangan dari adanya ancaman, Bank Indonesia harus mengetahui lebih dulu informasi-informasi mengenai hal-hal yang membahayakan stabilitas keuangan. Di sinilah kenapa Bank Indonesia perlu melakukan pemantauan buat mencari tahu adakah kerentanan di sector keuangan atau tidak. Selain itu juga mendeteksi potensi kejutan yang efeknya tidak baik buat sistem keuangan.

5. Tempat Penyimpanan Kas Negara

Fungsi Bank Indonesia juga berperan sebagai bank yang menyimpan kas Negara. Untuk menjalankan fungsinya ini, Bank Indonesia melakukan koordinasi dengan Kementerian Keuangan. Koordinasi yang dilakukannya ini mulai dari pembuatan laporan, penyimpanan dana, mengeluarkan dana, hingga ambil pinjaman dari luar negeri.

6. Memberi Bantuan Kepada Bank Agar Lepas dari Krisis

Setiap bank bisa saja sewaktu-waktu mengalami krisis. Saat bank tersebut memerlukan bantuan, maka Bank Indonesia ialah tempat untuk mencari pertolongan. Bank Indonesia biasanya memberi bantuan berupa pendanaan. Maka di sinilah fungsi Bank Indonesia yang berperan sebagai jaring pengaman sistem keuangan atau diistilahkan dengan Lender of The Last Resort.

Untuk melaksanakan fungsi ini, Bank Indonesia dapat memberikan kredit atau pembiayaan berdasarkan prinsip syariah kepada bank yang mengalami kesulitan likuiditas jangka pendek yang disebabkan oleh terjadinya mismatch dalam pengelolaan dana. Pinjaman ini berjangka waktu maksimal 90 hari, dan bank penerima pinjaman wajib menyediakan agunan yang berkualitas tinggi serta mudah dicairkan dengan nilai sekurang-kurangnya sama dengan jumlah pinjaman.

4 dari 4 halaman

Tugas Bank Indonesia

Untuk bisa mencapai tujuannya yang telah disampaikan di atas, Bank Indonesia memiliki tiga tugas yang berdasar pada tiga pilar utama, yaitu:

1. Menetapkan dan melaksanakan kebijakan moneter, kebijakan terkait suku bunga bank dan surat-surat berharga.

2. Mengatur dan menjaga kelancaran sistem pembayaran, munculnya sistem pembayaran yang bervariasi memerlukan pengaturan yang baik.

3. Mengatur dan mengawasi perbankan di Indonesia.