Sukses

Takziah adalah Kunjungan untuk Menyatakan Belasungkawa, Kenali Hukum dan Adabnya

Liputan6.com, Jakarta Takziah adalah istilah yang sudah tidak asing di telinga orang Indonesia. Setiap ada orang yang meninggal, maka kerabat, tetangga, rekan kerja, dan teman-teman orang yang meninggal tersebut berdatangan untuk melayat. Hal ini dikenal juga dengan sebutan takziah.

Namun, takziah bukan sekadar menengok orang yang meninggal tersebut. Takziah memiliki berbagai tujuan lainnya yang baik untuk orang yang meninggal ataupun keluarga yang ditinggalkan. Takziah bertujuan untuk mendorong keluarga yang ditinggalkan untuk senantiasa bersabar. 

Selain itu, takziah juga ditujukan untuk membesarkan dan menghibur hati orang-orang yang ditinggalkan. Salah satu tujuan paling penting tentunya adalah untuk mendoakan dan memohon ampunan bagi orang yang meninggal tersebut

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (7/12/2021) tentang takziah adalah.

2 dari 4 halaman

Takziah adalah

Seperti Liputan6.com kutip dati Kemenag Banjarnegara, menurut Abdul Aziz Dahlan (2006:1769) takziah berasal dari kata ‘azza-yu’azzi-ta’ziah, yang artinya menghibur dan menyebarkan. Dalam hal ini, arti takziah adalah menyebarkan orang-orang yang ditinggal wafat keluarga mereka dengan menceritakan hal-hal yang dapat menghibur dan meringankan kesedihan mereka.  

Sementara itu, menurut istilah, takziah adalah menyuruh bersabar, membuat keluarga mayit terhibur dan bersabar dengan sesuatu yang bisa meringankan musibah yang mereka terima.  (Abu Bakar Jabir, 2003:391). Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), takziah adalah kunjungan (ucapan) untuk menyatakan turut berdukacita atau belasungkawa. Takziah adalah hal menghibur hati orang yang mendapat musibah.

Dengan beberapa pengertian takziah tersebut, dapat disimpulkan bahwa takziah adalah bentuk empati seseorang dalam membantu beban kesedihan, seperti datang secara langsung menghibur serta mendoakan bersama. Bentuk empati ini juga berpengeruh membuat orang yang sedang terkena musibah untuk sabar, bahwa ia akan mendapat pahala atas kesabarannya, serta mengajaknya agar rida kemudian mendoakan orang yang meninggal.

3 dari 4 halaman

Hukum Takziah dan Bentuknya

Hukum takziah adalah sunah bagi semua orang, baik laki-laki maupun perempuan, anak kecil ataupun orang dewasa. Dasar hukum dari pernyataan ini antara lain adalah hadis Nabi Muhammad SAW yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dan Iman al-Baihaki:

“Tidak ada seorang Mukmin pun yang bertakziah kepada saudaranya yang mendapat suatu musibah, kecuali Allah SWT akan mengenakan kepadanya pakaian kemuliaan pada hari kiamat.”

 

Bentuk Takziah

Takziah biasanya dilakukan dengan mengunjungi rumah orang yang meninggal dan menguatkan hati serta menghibur orang yang ditinggalkan. Tentunya, takziah bukan sekadar datang menengok orang yang meninggal saja.

Di antara bentuk takziah adalah ucapan Rasulullah SAW kepada salah seorang putrinya yang diminta tolong seseorang untuk menemuinya dan menyampaikan bahwa putra orang tersebut telah meninggal dunia serta mengharap beliau agar datang. Nabi pun mengirim orang buat menyampaikan salam serta mengucapkan:

“Sesungguhnya Allah berhak atas apa yang dia ambil, baginya apa yang telah dia berikan, dan segala sesuatu mempunyai ajal tertentu disisi-Nya. Maka bersabarlah dan simpanlah (pahala kesabaranmu) disisi Allah.” (HR.Bukhari).  

4 dari 4 halaman

Adab Takziah Menurut Imam Al Ghazali

Takziah adalah kegiatan yang cukup dekat dengan budaya masyarakat Indonesia. Walaupun hukumnya sunah, beberapa ulama menyebutkan bahwa kegiatan melayat ini sangat dianjurkan untuk dilakukan oleh umat Islam. Hal ini untuk menguatkan orang yang terkena musibah tersebut. Seperti yang disebutkan sebelumnya, takziah adalah kegiatan yang bukan sekadar mengunjungi atau menengok orang yang meninggal saja. Namun, takziah memiliki beberapa adab yang perlu kamu pahami sebagai muslim.

Seperti Liputan6.com kutip daro Pemdes Jatiluhur, menurut Imam Al Ghazali, takziah tidak hanya sekedar berkunjung, saat melayat atau takziah terdapat sejumlah adab yang harus diperhatikan oleh umat Islam.

Hal tersebut selaras dengan apa yang dirisalahkan oleh Imam Al Ghazali tentang empat adab orang bertakziah yang artinya: “Adab orang bertakziah, yakni menghindari sebanyak mungkin hal-hal yang tidak pantas atau tabu, menampakkan rasa duka, tidak banyak berbicara, tidak mengumbar senyum sebab bisa menimbulkan rasa tidak suka.”

Penjelasan adab takziah adalah sebagai berikut:

Menghindari hal-hal yang tabu

Adab takziah yang pertama adalah menghindari hal-hal yang tabu. Perhatikan cara berpakaian dan berdandan, jangan yang terlalu menor dan selalu menjunjung tinggi asas kesopanan serta kepatutan.

Menunjukkan rasa duka yang mendalam

Selain itu, saat bertakziah kamu hendaknya menunjukkan rasa duka yang mendalam. Setiap orang yang melayat atau bertakziah dianjurkan untuk secara tulus mengucapkan belasungkawa dengan menampakkan raut duka.

Jangan banyak berbicara dalam suasana duka

Saat bertakziah jangan banyak berbicara dalam suasana duka. Ajaklah pihak yang berduka berbicara seperlunya, begitu pula dengan orang-orang yang bertakziah lainnya.

Jangan mengumbar senyum

Adab takziah yang terakhir adalah janganlah mengumbar senyum. Hal ini disebabkan karena mengumbar senyum saat melayat bisa menimbulkan perasaan tidak suka. Jadi alangkah baiknya jika orang-orang yang melayat menahan diri untuk mengumbar senyum.