Sukses

Rahim Diangkat, Ini Perjuangan Melanie Subono yang Tetap Tegar

Liputan6.com, Jakarta Kabar duka masih menyelimuti dunia hiburan Tanah Air yang belakangan selesai melakukan operasi tumor ganas. Melanie Subono, seorang penyanyi harus menghadapi kenyataan pahit atas rahimnya yang telah diangkat. Meskipun berat hati, demi kesehatan ia harus menempuhnya. 

Mulanya artis berusia 45 tahun ini menderita tumor, kondisi kritis membuat tumor yang diidap Melanie pecah. Hal ini harus membuatnya merelakan rahimnya. Tak berhenti sampai di situ, wanita kelahiran Jerman ini juga mengidap kelainan pembekuan darah. Tak heran, beberapa kali ia mendapati lebam di sekujur tubuh.

Kenyataan ini sempat membuat Melanie syok dan harus berjuang menerima kenyataan. Di tengah kondisinya, ia sempat dihujani komentar pedas yang terkadang membuatnya geram. Namun ia punya cara sendiri untuk menghadapinya. 

Hingga kini pemain film “Tentang Ibu” ini terus tegar menghadapi kenyataan dan komentar yang tidak mengenakkan dari netizen. Berikut Liputan6.com mengulasnya dari berbagai sumber, Rabu (8/12/2021).

2 dari 3 halaman

Kenyataan Tak Bisa Punya Anak

Ketika pertama kali melakukan operasi pengangkatan tumor ganas, Melanie mengaku kaget karena melihat ukurannya yang sebesar bayi. Sampai akhirnya, setelah menjalani beberapa perawatan, dokter menyebut kalau Melanie sudah tidak bisa memiliki anak. Sontak ia mengalami syok karena perutnya kosong. 

"Cuman kemarin begitu bener-bener diambil, kemarin siang di-USG ulang, walaupun dengar kemungkinan itu gue cukup syok sih lihat isi perut kosong. Enggak ada yang namanya rahim di perut " kata putri Adrie Subono, Selasa (2/11/2021)

3 dari 3 halaman

Dapat Komentar Pedas

Mengutip  YouTube TS Media, Melanie mengaku sempat mendapat komentar yang tidak mengenakkan dari beberapa netizen. Mulai dari tidak punya anak, hingga komentar netizen akan tidak boleh menggunakan bayi tabung. Hal ini membuatnya terbiasa dan telah menerimanya dengan lapang dada.

Kejadian lain sempat membuat pelantun lagu “Jangan Mati Sebelum Sebelum Berguna” ini terpuruk. Yakni momen di saat adiknya hamil, yang membuatnya sempat tak mau datang ke rumah sakit kala adiknya melahirkan. Meski begitu, kini Melanie sudah lebih legowo dan menerima kondisinya. Terlebih, sebagai seorang aktivis, ia kerap menemui anak-anak kurang beruntung yang kini sudah dianggapnya seperti anak sendiri.