Sukses

Omzet adalah Laba Kotor, Begini Cara Menghitung dan Meningkatkannya

Liputan6.com, Jakarta Istilah omzet adalah tak asing di dunia bisnis. Apa itu omzet? Dalam buku Panduan Pendirian Usaha Minyak Bangle dan Balsem Bangle karya Nining Wahyuni, dkk, dijelaskan omzet adalah jumlah uang hasil penjualan barang dagangan tertentu dalam suatu masa jual. Pendapatan ini belum dikurangi biaya produksi, gaji pegawai, dan biaya operasional lainnya.

Omzet adalah bukan patokan pasti keuntungan bersih yang diperoleh suatu perusahaan, hanya gambaran kecilnya saja. Istilah sederhana yang dapat menggambarkan omzet adalah bagian dari laba kotor, tentu saja bukan keuntungan. Dalam buku Strategi Sukses Keluarga Muda oleh Agung Siswoyo, cara menghitung omzet adalah didasarkan pada harga dan kuantitas produk yang berhasil terjual.

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), omzet adalah memiliki bentuk tidak baku omset yang dimaknai dengan jumlah uang hasil penjualan barang (dagangan) tertentu selama suatu masa jual. Umumnya, adanya omzet adalah digunakan untuk menilai suatu usaha masuk dalam skala kecil, menengah, atau besar. Itulah pengertian omzet atau omset yang perlu diketahui.

Berikut Liputan6.com ulas lebih dalam tentang omzet adalah laba kotor, Kamis (16/12/2021).

 

2 dari 4 halaman

Cara Menghitung Omzet

Proses menghitung omzet adalah didasarkan pada harga dan kuantitas produk yang berhasil terjual. Omzet adalah belum mencerminkan keuntungan bersih yang didapatkan. Ini dipengaruhi beban-beban yang harus dikeluarkan pemilik usaha dalam menjalankan usaha.

Bagaimana cara menghitung omzet? UKM Indonesia melalui website resmi ukmindonesia.id, menjelaskan cara menghitung omzet berdasarkan pada contoh soal dan pembahasan berikut ini:

Contoh Cara Menghitung Omzet:

Ada sebuah usaha souvenir pernikahan di mana dalam 1 bulan mampu menjual produk kipas 600 pcr (@Rp6.500), dompet 400 pcs (@Rp5.000), tempat tisu 550 pcs (@7.500), dan gelas 750 pcs (@6.000).

Omset = Jumlah Produk x Harga Jual

Dijelaskan omzet usaha souvenir pernikahan selama 1 bulan tersebut adalah Rp 14.525.000, jika usaha souvenir pernikahan tersebut memiliki pendapatan yang kurang lebih atau secara rata-rata sekitar Rp 14 juta/bulan, maka kita dapat memperkirakan bahwa omzet usaha selama 1 tahunnya adalah sekitar Rp 168 juta.

Demikian, usaha souvenir tersebut masih tergolong ke dalam skala Usaha Mikro, yang merujuk pada UU no.20/2008, Usaha Mikro adalah usaha dengan omzet per tahun maksimal Rp 300 juta.

3 dari 4 halaman

Cara Meningkatkan Omzet

Semakin besar omzet yang didapatkan daripada modal, maka akan semakin banyak keuntungan bersih yang didapatkan dalam sebuah usaha. Bagaimana cara meningkatkan omzet? UKM Indonesia menjelaskan cara meningkatkan omzet menjadi tiga poin penting. Apa saja?

1. Meningkatkan Aktivitas Pemasaran

Agar bisa memperbesar penjualan atau omzet adalah peningkatan aktivitas pemasaran seperti promosi, ikut bazaar, aktif melakukan posting produk di media sosial, hingga mengiklankan produk perlu dilakukan.

Misalnya dari pengalaman, tingkat konversi penjualan adalah sekitar 1%, artinya, kita harus berpromosi kepada 100 orang untuk menghasilkan penjualan 1 unit produk kita dengan harga Rp10.000.

Nah, jika ingin meningkatkan omzet dari Rp10.000 menjadi Rp100.000; maka kita harus menjual 10 unit, dan untuk itu kita harus berpromosi ke setidaknya 10.000 orang.

2. Meningkatkan Kualitas Layanan

Agar bisa memperbesar penjualan atau omzet adalah kualitas pelayanan perlu ditingkatkan. Meliputi kualitas dalam menjawab dan merespon calon konsumen dan kualitas pengemasan produk. Admin yang bertugas dalam menjawab pertanyaan-pertanyaan konsumen harus dengan cekatan merespon calon konsumen agar jadi membeli produk dan menjadi konsumen.

Kemudian, pengemasan produk juga harus dipastikan rapih sehingga tidak berisiko apabila dikirimkan ke konsumen melalui jasa pengiriman. Tawarkan kenyamanan bertransaksi dengan metode transfer atau cicilan, yang disertai dengan garansi.

Hal ini umumnya efektif untuk memicu dihasilkannya testimoni dan promosi dari mulut ke mulut konsumen (word of mouth). Bila perlu, berikan harga atau hadiah khusus bagi konsumen yang membeli dalam kuantitas yang lebih banyak, dalam rangka membangun hubungan baik dan loyalitas konsumen.

3. Meningkatkan Kualitas Produk

Agar bisa memperbesar penjualan atau omzet adalah meningkatkan kualitas produk. Ini dilakukan untuk memastikan bahwa konsumen akan kembali melakukan pembelian produk yang dijual. Ciptakan varian yang lebih unik dan mantap, lengkapi sertifikasi produk, dan lain sebagainya.

4 dari 4 halaman

Tips Meningkatkan Pemasaran Produk

Ada hal-hal sederhana yang sebenarnya efektif dilakukan untuk meningkatkan pemasaran produk. Secara tidak langsung, ini bisa meningkatkan omzet atau laba kotor juga, loh. Free Malaysia Today (FMT) membagikan tips meningkatkan pemasaran produk. Apa saja?

1. Komunikasi langsung

Sebelum iklan online dan email ada, pemasaran SMS adalah pilihan teknologi tinggi dan masih banyak digunakan.

Fakta bahwa banyak bisnis meminta nomor ponsel pelanggan mereka saat mendaftar untuk layanan mereka atau melakukan pembelian menunjukkan mereka menggunakan pemasaran SMS.

Bisnis harus menggunakan komunikasi langsung untuk promosi bila memungkinkan. Menawarkan diskon selama masa promosi, serta layanan khusus, dapat meningkatkan pendapatan.

Dalam beberapa kasus, ini lebih efisien daripada mengirim email atau menjangkau melalui media sosial.

2. Beriklan secara Cetak

Semua orang tahu pepatah lama tentang tidak meletakkan semua telur ke dalam satu keranjang. Menerapkan pepatah ini pada pemasaran berarti bahwa pemilik bisnis harus mendiversifikasi upaya pemasaran mereka.

Semakin banyak saluran yang digunakan untuk menyampaikan pesan, semakin banyak orang yang akan dijangkau.

Iklan offline tercetak dapat memberikan kontribusi yang signifikan. Memposting iklan di majalah lokal atau mencetak kartu nama dapat meningkatkan visibilitas usaha di komunitas offline lokal.

3. Beriklan saat Pemasaran sedang Tinggi

Iklan cetak harus diluncurkan selama musim pemasaran tinggi. Bagi kebanyakan pemilik bisnis, ini berarti musim perayaan. Bergantung pada audiens target, mungkin ada lebih dari satu musim ramai dalam setahun.

Untuk menganggarkan ini, jika 30 persen penjualan dilakukan selama musim ramai, investasikan 30 persen dari anggaran pemasaran selama periode ini. Berhati-hatilah agar tidak menghabiskan terlalu banyak karena pemasaran untuk sisa tahun harus dibiayai juga.

4. Radio

Seperti dilansir MarketingCharts, yang menyediakan data pemasaran, grafik, dan analisis, radio AM / FM tradisional masih memiliki pemirsa dan layak untuk diiklankan di sini.

Pendengar rumah merupakan bagian kecil dari pasar, sementara orang yang mendengarkan di mobil mereka berpotensi menjadi audiens yang besar.

Iklan diradio saat orang mengemudi ke dan dari tempat kerja. Slot ini mungkin lebih mahal tetapi iklannya akan didengar oleh lebih banyak orang.

5. Gunakan Umpan Balik Pelanggan

Saat mempertimbangkan opsi pemasaran offline, sertakan pelanggan dalam proses pengambilan keputusan. Pemasaran SMS adalah salah satu cara untuk melakukan ini. Targetkan pelanggan tetap atau minta mereka untuk mengikuti survei.

Saat merencanakan spot radio, tanyakan apa yang ingin mereka dengar. Dengan begitu, pelanggan yang ada akan menjadi target dan mungkin beberapa orang yang berpikiran sama akan menjadi yang baru. Namun, hindari menelepon orang yang bukan pengguna terdaftar.

6. Baliho

Baliho adalah alat pemasaran yang ampuh. Mereka sangat terlihat oleh berbagai pelanggan potensial, pengemudi mobil, pelari, pejalan kaki anjing dan pengendara sepeda hanyalah beberapa.

Di mana baliho menargetkan orang-orang dari berbagai generasi dan latar belakang sosial, dan pendekatan satu ukuran untuk semua ini dapat memberikan hasil yang sangat baik.

Tentunya, isi baliho penting agar reklame yang ditujukan untuk khalayak lokal memiliki potensi terbesar untuk bisnis lokal.

7. Ajak Penulis

Sebelum penulis pemasaran menjadi penyedia konten dan copywriter online, mereka menulis salinan untuk iklan di majalah, surat kabar, dan media tradisional lainnya.

Saat merancang kampanye untuk audiens offline, penulis pemasaran profesional dapat menambahkan bahan khusus dan tagline atau motto yang menarik. Pemilik bisnis harus menyadari bahwa pemasaran offline dapat memenangkan sebagian besar pasar.

Baliho, iklan radio, iklan cetak, dan pesan teks hanyalah beberapa opsi. Selain pemasaran online, iklan offline dapat meningkatkan visibilitas bisnis dan menghasilkan prospek baru.