Sukses

Macam-Macam Dakwah, Pengertian, dan Unsur-unsurnya dalam Islam

Liputan6.com, Jakarta Macam-macam dakwah perlu diketahui setiap umat Islam. Pasalnya, hal ini sangat berkaitan dengan pembelajaran agama yang akan kamu terima. Pemahaman agama setiap orang tentu salah satunya dipengaruhi oleh dakwah yang diterimanya.

Dakwah adalah seruan untuk memeluk, mempelajari, dan mengamalkan ajaran agama. Kata dakwah sering dirangkaikan dengan kata "Ilmu" dan kata "Islam", sehingga menjadi "Ilmu dakwah" dan “Dakwah Islam" atau ad-dakwah al-Islamiyah.

Macam-macam dakwah dibedakan melalui cara penyampaiannya. Dakwah tidak hanya dapat disampaikan melalui lisan saja, namun juga bisa dalam bentuk-bentuk lainnya. Penyampaian dakwah juga mengalami perkembangan seiring dengan perkembangan teknologi yang semakin pesat.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Jumat (17/12/2021) tentang macam-macam dakwah.

2 dari 5 halaman

Pengertian Dakwah

Sebelum mengetahui macam-macam dakwah, kamu perlu memahami apa itu dakwah terlebih dahulu. Dakwah berasal dari bahasa Arab da’wah, yang dalam bahasa Indonesia berarti ajakan. Dalam bahasa Arab, kata dakwah merupakan kata benda dari kata kerja da'a yad'u yang berarti panggilan, seruan, ajakan atau jamuan.

Sederhananya, pengertian dakwah adalah penyiaran. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), dakwah adalah penyiaran agama dan pengembangannya di kalangan masyarakat. Dakwah adalah seruan untuk memeluk, mempelajari, dan mengamalkan ajaran agama.

Dakwah adalah kegiatan yang bersifat menyeru, mengajak dan memanggil manusia untuk beriman dan taat kepada Allah SWT sesuai dengan akidah, akhlak, dan syariat Islam secara sadar dan terencana. Tujuan utama dari dakwah adalah mencapai kebahagiaan di dunia dan di akhirat.

Dakwah adalah upaya mendorong manusia berbuat kebaikan. Ali Mahfuz mengatakan “Dakwah adalah untuk mendorong manusia untuk berbuat baik menurut petunjuk, menyeru mereka berbuat kebajikan, dan melarang dari yang mungkar agar mereka mendapat kebahagiaan di dunia dan akhirat.” Sementara itu, dakwah Islamiyah diartikan sebagai upaya mengajak, meyakini, dan mengamalkan aqidah dan syariat Islam.

3 dari 5 halaman

Unsur-Unsur Dakwah

Unsur-unsur dakwah terdapat dalam buku “Dasar-Dasar Retorika Komunikasi dan Informasi” oleh Latief Rousydiy yang terbit tahun 1995, yaitu:

- Da’i atau juru dakwah, adalah yang bertugas sebagai komunikator yang berkewajiban untuk menyampaikan isi dakwah, baik kepada pribadi, kelompok ataupun masyarakat.

- Materi dakwah, adalah isi pesan atau isi dakwah yang dikombinasikans ecara efektif kepada penerima dakwah.

- Penerima dakwah, adalah audience, public atau massa yang menjadi sasaran, ke mana dakwah ditujukan.

- Media dakwah, adalah saluran dakah dengan saluran mana dakwah disampaikan. Apakah melalui lisan, tulisan, visual dan audio visual bahkan saluran uswatun hasanah (teladan yang baik) dan amal usaha.

- Efek dakwah, adalah hasil yang dapat dicapai dengan dakwah yang telah disampaikan. Kata lain dari isi dakwah yang disampaikan itu dapat mencapai sasarannya.

4 dari 5 halaman

Macam-Macam Dakwah

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, macam-macam dakwah dibedakan dari cara penyampaiannya. Macam-macam dakwah terdiri dari 6 pembagian, yaitu:

Dakwah Fardiah

Macam-macam dakwah yang pertama yaitu Dakwah Fardiah. Dakwah Fardiah adalah metode dakwah yang dilakukan seseorang kepada individu lain (satu orang) atau kepada banyak orang dalam jumlah yang kecil dan terbatas. Biasanya, Dakwah Fardiah berlangsung tanpa adanya kesiapan dan tersusun secara tertib.

Contoh Dakwah Fardiah ini di antaranya yaitu saat seseorang menasihati teman sekantor, atau memberikan teguran, anjuran, dan memberi contoh. Contoh lainnya yaitu saat seseorang mengunjungi orang sakit, pada acara tahniah, hingga pada saat upacara kelahiran.

Dakwah Ammah

Macam-macam dakwah selanjutnya adalah Dakwah Ammah. Dakwah Ammah merupakan jenis dakwah yang dilaksanakan seseorang dengan media lisan yang diarahkan kepada orang banyak dengan tujuan memberi pengaruh kepada orang lain. Contoh media yang dipakai dalam Dakwah Ammah adalah khotbah atau pidato. Biasanya, orang yang melakukan Dakwah Ammah ini bisa perorangan atau ada organisasi yang memang bergerak dalam bidang dakwah.

Dakwah bil-lisan

Dakwah bil-lisan adalah macam-macam dakwah yang secara langsung disampaikan dalam wujud lisan, sehingga ada interaksi yang terjalin antara pemberi dakwah dengan orang yang mendengarkan dakwah tersebut. Pada dakwah lisan atau dakwah langsung, seseorang bisa langsung mendengarkan dan memahami apa yang telah disampaikan oleh pemberi dakwah.

Jika ada hal-hal yang belum dipahami, maka orang tersebut bisa langsung menanyakan hal tersebut agar lebih jelas dan mampu dipahami. Dakwah bil-lisan ini akan menjadi efektif bila disampaikan berkaitan dengan hari ibadah seperti khutbah Jumat atau khutbah hari Raya, kajian yang disampaikan menyangkut ibadah praktis, konteks sajian terprogram, dan disampaikan dengan metode dialog dengan hadirin.

5 dari 5 halaman

Macam-Macam Dakwah

Dakwah Bilhal

Dakwah Bilhal adalah macam-macam dakwah dengan contoh perbuatan yang nyata. Dakwah ini dimaksudkan agar si penerima dakwah mengikuti jejak dan hal ihwal si Da'i (juru dakwah). Dakwah jenis ini dilaksanakan dengan maksud tidak hanya membuat pendengar memahami arti yang disampaikan dari dakwah tersebut, tapi juga mengaplikasikan berbagai perbuatan yang dicontohkan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Contohnya, pada saat pertama kali Nabi Muhammad SAW tiba di kota Madinah, beliau mencontohkan dakwah bil-haal ini dengan mendirikan Masjid Quba, dan mempersatukan kaum Anshor dan kaum Muhajirin dalam ikatan ukhuwah Islamiyah.

Dakwah bit-Tadwin

Seperti yang telah disebutkan sebelumnya, macam-macam dakwah juga berkembang seiring perkembangan teknologi. Pola dakwah bit Tadwin atau dakwah melalui tulisan, baik dengan menerbitkan kitab-kitab, buku, majalah, tulisan internet, koran, dan tulisan-tulisan yang mengandung pesan dakwah sangat penting dan efektif.

Dakwah bit-tadwin tidak akan musnah meskipun sang dai, atau penulisnya sudah wafat. Menyangkut dakwah bit-Tadwin ini Rasulullah saw bersabda, “Sesungguhnya tinta para ulama adalah lebih baik dari darahnya para syuhada.”

Dakwah bil Hikmah

Dakwah bil Hikmah yakni macam-macam dakwah yang disampaikan dengan cara yang arif bijaksana, yaitu melakukan pendekatan sedemikian rupa. Hal ini mengakibatkan pihak objek dakwah bisa melaksanakan dakwah atas kemauannya sendiri, tidak merasa ada paksaan, tekanan maupun konflik. Kata lain dakwah bil-hikmah merupakan suatu metode pendekatan komunikasi dakwah yang dilakukan atas dasar persuasif.