Sukses

Isra Miraj adalah Perjalanan Nabi Muhammad SAW Menerima Perintah Salat, Ini Kronologinya

Liputan6.com, Jakarta Isra miraj adalah peristiwa naiknya Rasulullah Muhammad SAW ke Sidratul Muntaha untuk pertama kalinya menerima perintah salat dari Allah SWT. Peristiwa isra miraj adalah terjadi tepat pada tanggal 27 Rajab pada suatu malam dari Masjidil Haram di Makkah ke Masjidil Aqsa di Palestina.

“Saat aku kembali (turun) hingga menjumpai Musa, ia bertanya: "Apa yang engkau bawa?" Kujawab: "Aku diwajibkan lima puluh salat". Ia berkata: "Aku lebih mengetahui manusia daripadamu. Aku telah berurusan dengan Bani Israil dengan urusan yang sulit. Dan sesungguhnya umatmu tidak akan mampu. Maka kembalilah kepada Tuhanmu, kemudian mintalah (keringanan) kepada-Nya." (HR. Imam Bukhari)

Pada perjalanan isra miraj adalah nabi Muhammad SAW dikatakan menembus pintu-pintu langit bersama malaikat Jibril sambil bertemu dengan para Nabi lainnya di setiap pintu langit. Rasulullah SAW dalam perjalanan isra miraj adalah bertemu pula dengan 70 ribu malaikat di Baitul Makmur sampi di Sidratul Muntaha.

Beliau dalam perjalanan isra miraj juga melihat empat sungai. Itulah singkat penjelasan perjalanan isra miraj yang dilalui oleh nabi Muhammad SAW. Berikut Liputan6.com ulas lebih dalam tentang isra miraj adalah perjalanan nabi Muhammad menerima perintah salat, Senin (20/12/2021).

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 3 halaman

Perjalanan Isra Miraj

1. Peristiwa Sebelum Isra Miraj

Peristiwa sebelum isra miraj adalah dikisahkan Nabi Muhammad SAW dikisahkan pernah dibelah dadanya oleh Jibril untuk proses menyucikan hati dari keburukan saat dirinya masih kecil. Tak hanya terjadi sebelum isra miraj, Rasulullah pun dikisahkan mengalaminya usai perjalanan isra miraj itu selesai.

"Dari Anas bin Malik, bahwasanya Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam didatangi Jibril Alaihi wa Sallam ketika beliau bermain bersama anak-anak (sebayanya). Lalu beliau diambil, kemudian dibedah dadanya. Dikeluarkanlah jantung (qolbu, hati), lalu dikeluarkan dari jantung itu segumpal darah. Dia (Jibril) berkata: "Ini adalah bagian setan darimu."

Hal ini menunjukkan bahwa Nabi Muhammad memang sosok pilihan Allah SWT yang jauh dari keburukan hingga pintu langit ketujuh terbuka untuk beliau.

“Kemudian jantungnya dibasuh dalam bejana emas dengan Air Zam Zam, lalu di kembalikan ke tempatnya semula. Sementara anak-anak tadi datang mengabarkan kepada ibunya, yaitu ibu susuannya.” Mereka berkata: "Sesungguhnya Muhammad telah dibunuh." Kemudian mereka mendatanginya (Muhammad) dan beliau dalam keadaan berubah kulitnya (menjadi pucat). Anas berkata: "Dan sungguh aku pernah melihat bekas pembedahan itu di dada beliau." (HR. Muslim)

2. Melakukan Perjalanan ke Buraq

Isra miraj adalah dimulai dengan Rasulullah SAW melakukan perjalanan ke Buraq dengan kecepatan melebihi kilat. Telah mengisahi kami Anas bin Malik, dari Malik bin Sha'sha'ah radhiyallahu anhuma, ia telah berkata: Telah bersabda Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam: "Ketika aku di al-Bait (yaitu Baitullah atau Ka'bah) antara tidur dan jaga", kemudian beliau menyebutkan tentang seorang lelaki di antara dua orang lelaki."

"Lalu didatangkan kepadaku bejana dari emas yang dipenuhi dengan kebijaksanaan dan keimanan. Kemudian aku dibedah dari tenggorokan hingga perut bagian bawah. Lalu perutku dibasuh dengan Air Zam Zam, kemudian diisi dengan kebijaksanaan (hikmah) dan keimanan. Dan didatangkan kepadaku binatang putih yang lebih kecil dari kuda dan lebih besar dari baghal (peranakan kuda dan keledai), yaitu Buraq...." (HR. Bukhari)

3. Melakukan Perjalanan Isra

Usai Rasulullah SAW melakukan perjalanan ke Buraq, dilanjutkan dengan perjalanan isra miraj sesungguhnya. Saat isra miraj adalah Nabi Muhammad SAW bertemu dengan nabi Ibrahim, Musa, Isa serta Nabi terdahulu lainnya untuk menyambut kedatangan beliau.

Nabi Muhammad SAW dalam perjalanan itu diberikan dua buah cawan yang berisi minuman antara minuman keras dan susu. Cawan pilihan Nabi adalah susu dan menjadi lambang sesungguhnya Islam.

Abu Hurairah telah berkata: “Pada malam beliau diisrakan, disodorkan kepada Rasulullah SAW dua gelas minuman: khamr (minuman keras) dan susu. Beliau pun melihat keduanya, lalu mengambil susu. Jibril berkata: "Segala puji bagi Allah yang telah menunjuk engkau kepada fitrah. Seandainya engkau mengambil khamr, niscaya binasalah umatmu." (HR. Bukhari)

Dalam perjalanan isra miraj adalah Nabi dipertemukan pula dengan kelompok malaikat yang berwasiat untuknya serta umat Islam. Dia (Anas) berkata: “Telah bersabda Rasulullah SAW: "Tidaklah aku melewati sekelompok malaikat pada malam aku diisra'kan kecuali mereka berkata: Wahai Muhammad, suruhlah umatmu berbekam." (HR. Ibnu Majah)

4. Melakukan Perjalanan Miraj

Perjalanan yang dilalui oleh Rasulullah SAW selanjutnya adalah miraj. Pada perjalanan ini Nabi Muhammad SAW mulai menembus pintu-pintu langit bersama Jibril dan bertemu dengan para Nabi lain di setiap pintu langit. Saat itu Rasullullah SAW pun menemui 70 ribu malaikat di Baitul Makmur, sampai di Sidratul Muntaha, beliau pun melihat empat sungai dalam perjalanan miraj.

5. Perjalanan Sampai di Sidratul Muntaha

Perjalanan isra miraj adalah selesai di Sidratul Muntaha. Ketika sudah sampai di sini, Rasulullah SAW disyariatkan untuk menjalani 50 salat dari Allah SWT. Akan tetapi saat bertemu Musa, Nabi Muhammad SAW disarankan meminta keringanan.

“Saat aku kembali (turun) hingga menjumpai Musa, ia bertanya: "Apa yang engkau bawa?" Kujawab: "Aku diwajibkan lima puluh salat". Ia berkata: "Aku lebih mengetahui manusia daripadamu. Aku telah berurusan dengan Bani Israil dengan urusan yang sulit. Dan sesungguhnya umatmu tidak akan mampu. Maka kembalilah kepada Tuhanmu, kemudian mintalah (keringanan) kepada-Nya."

"Oleh karena itu aku kembali. Aku pun meminta (keringanan) kepadanya sehingga Dia menjadikannya empat puluh. Kemudian seperti tadi (ketika bertemu Musa), lalu tiga puluh. Kemudian seperti tadi sehingga Dia jadikan dua puluh. Kemudian seperti tadi sehingga Dia jadikan sepuluh. Ketika aku bertemu Musa, ia berkata seperti tadi. Dia pun menjadikannya lima.

"Tatkala aku bertemu Musa, ia berkata: "Apa yang engkau bawa?" Begitu kujawab: "Dia jadikan lima", ia (masih) berkata seperti tadi. Maka aku katakan: "Aku berserah diri dengan baik", sehingga diserukanlah: "Sesungguhnya Aku (Allah) telah menetapkan kewajiban-Ku serta meringankan hamba-Ku, dan Aku akan memberi pahala kebajikan sepuluh kalinya." (HR. Bukhari)

Itulah yang menjadikan jumlah salat umat Islam sekarang hanya dikerjakan sebanyak lima waktu.

3 dari 3 halaman

Hikmah Peristiwa Isra Miraj

1. Waktu Wajib Salat

Perjalanan rasul ke langit pada malam hari atau terkenal dengan istilah Isra' Miraj memiliki beberapa hikmah. Hikmah pertama ia terkait mendirikan salat. Salah menjadi sesuatu yang wajib terlebih peristiwa diperintahkannya salat adalah yerjadi di malam hari. Berdasarkan ayat dalam surat Al-Muzammil ayat 2 juga menyebutkan tentang dirikan salat di malam hari.

"Dirikanlah sholat di malam hari, kecuali sedikit." Al-Muzammil ayat 2.

2. Waktu untuk Khalwah

Hikmah Isra Miraj perjalanan Rasul ke langit yang kedua adalah untuk waktu yang tepat melakukan khalwah. Khalwah ialah menyepi dan pengukusan. Khalwah dijelaskan dalam ayat di bawah ini.

قال ابن المنير: إنما كان الإسراء ليلا لأنه وقت الخلوة والإختصاص عرفا

Artinya: Ibnu Munir berpendapat bahwa peristiwa Isra terjadi di malam hari, karena malam merupakan waktu yang tepat untuk menyepi serta biasanya sebagai waktu yang tepat untuk mengkhususkan amalan.

3. Ujian Percaya Hal Ghaib

Hikmah Isra Miraj perjalan Rasul ke langit pada malam hari lainnya yakni sebagai bentuk ujian para muslim untuk percaya hal ghaib. Maksudnya, hal ghaib yang susah dicerna dengan akal sehat harus dipercayai. Hal ini sebagai penanda ujian bagi orang kafir yang diuji apakah tetap ingkar atau tetap beriman.

4. Waktu sebagai Bentuk Penjelasan

Isra Miraj terjadi pada malam hari karena ada beberapa alasan khusus berdasarkan kisah-kisah kehidupan para nabi sebelum Muhammad SAW. Adapun kisah yang bisa menjadi suri tauladan untuk penegasan sebuah penjelasan adalah kisah Nabi Ibrahim yang awalnya menganggap bintang adalah Tuhan. Dijelaskan dalam surat Al-An'am ayat 76 bahwa bintang bukan Tuhan karena bisa menghilang.

فَلَمَّا جَنَّ عَلَيْهِ اللَّيْلُ رَأَىٰ كَوْكَبًا ۖ قَالَ هَٰذَا رَبِّي ۖ فَلَمَّا أَفَلَ قَالَ لَا أُحِبُّ الْآفِلِينَ

Artinya: Ketika malam telah gelap, ia melihat sebuah bintang (lalu) ia berkata: Inilah Tuhanku, tetapi tatkala bintang itu tenggelam ia berkata: Saya tidak suka kepada yang tenggelam.

5. Waktu Dikabulkan Doa

Kisah lainnya yang bisa menjadikan hikmah malam hariadalah waktu dikabulkannya doa Nabi Yaqub AS. Sesuai dengan firman Allah dalam surat Yusuf ayat 98 tentang permohonan ampunan.

قَالَ سَوْفَ اَسْتَغْفِرُ لَكُمْ رَبِّيْ ۗاِنَّهٗ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Artinya: Dia (Yakub) berkata, "Aku akan memohonkan ampunan bagimu kepada Tuhanku. Sungguh, Dia Yang Maha Pengampun, Maha Penyayang."

6. Waktu Berkumpul

Hikmah Isra Miraj perjalanan rasul ke langit pada malam hari selanjutnya adalah sebagai waktu yang tepat untuk berkumpul. Alasannya malam hari memang waktu yang dinilai Allah SWT tepat untuk memberangkatkan Rasul ke langit dengan orang-orang yang dicintai Rasul sedang berkumpul satu sama lain.

7. Waktu Terbaik dari Seribu Bulan 

Hikmah Isra Miraj dilakukan pada malam hari selanjutnya yakni bersinggungan dengan waktu terbaik yang dijanjikan Allah SWT. Allah menjanjikan waktu terbaik dari seribu bulan atau lailatul qadar pada malam tersebut. Tak ada waktu yang memiliki keistimewaan lebih dibanding malam tersebut.

8. Waktu Turun Wahyu Pertama

Keistimewaan Isra Miraj terjadi malam hari tentu berhubungan dengan turunnya wahyu pertama. Adapun penjelasan malam ialah waktu turunnya wahyu pertama dijelaskan di bawah ini berdasarkan HR Bukhari.

"Malaikat Jibril datang (ke gua hira) dan berkata: "Bacalah!" Beliau menjawab: "Aku tidak bisa baca". Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menjelaskan: Maka Malaikat itu memegangku dan memelukku sangat kuat kemudian melepaskanku dan berkata lagi: "Bacalah!" Beliau menjawab: "Aku tidak bisa baca". Maka Malaikat itu memegangku dan memelukku sangat kuat kemudian melepaskanku dan berkata lagi: "Bacalah!". Beliau menjawab: "Aku tidak bisa baca". Malaikat itu memegangku kembali dan memelukku untuk ketiga kalinya dengan sangat kuat lalu melepaskanku, dan berkata lagi: (Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang Menciptakan, Dia Telah menciptakan manusia dari segumpal darah. Bacalah, dan Tuhanmulah yang Maha Pemurah)." (HR. Bukhari no. 6982, Muslim no. 160).

9. Waktu Mustajab yang Mulia

Malam hari sebagai malam keberangkatan Rasul SAW ke langit tentu merupakan waktu terbaik yang dijanjikan Allah. Waktu terbaik malam hari juga dipercaya sebagai waktu mustajab untuk berdoa. Doa akan dikabulkan dan semakin mendekatkan diri dengan Allah. Berbeda dengan siang hari, hanya Jumat waktu siang yang memiliki keutamaan mustajab mulia dibanding malam hari.

10. Waktu Terbaik untuk Pikiran

Hikmah Isra Miraj perjalanan Rasul SAW ke langit pada malam hari yang terakhir adalah menyebutkan waktu malam hari sebagai waktu terbaik untuk pikiran. Artinya, pikiran akan disegarkan dengan cara istirahat. Hal ini didasarkan pada firman Allah dalam surat Al-Furqan ayat 47.

وَهُوَ الَّذِي جَعَلَ لَكُمُ اللَّيْلَ لِبَاسًا وَالنَّوْمَ سُبَاتًا وَجَعَلَ النَّهَارَ نُشُورًا

Artinya: Dialah yang menjadikan untukmu malam (sebagai) pakaian, dan tidur untuk istirahat. Dia menjadikan siang untuk bangun berusaha.

 

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.