Sukses

Domain adalah Nama Unik untuk Mengidentifikasi Nama Server Komputer, Berikut Penjelasannya

Liputan6.com, Jakarta Domain adalah alamat website. Domain merupakan alamat yang dituliskan pada URL bar browser yang kamu gunakan. Biasanya domain ini berakhiran .com, .co.id, .id, .ac.id, itulah yang disebut dengan nama domain. 

Domain memudahkan kamu dalam membuka website saat berselancar di dunia internet. Pasalnya, domain merupakan bentuk sederhana dari alamat IP yang sebenarnya berupa kombinasi rumit. Hanya dengan mengetikkan domain, kamu bisa segera tersambung ke website yang ingin kamu buka tanpa mengingat angka-angka yang rumit tersebut.

Apalagi dengan begitu banyaknya website yang ada di internet, mengingat berbagai kombinasi angka untuk sebuah website tentunya sangat merepotkan. Untuk membangun suatu website diperlukan nama domain dan webhosting agar dapat digunakan dan diakses di internet. 

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Jumat (7/1/2022) tentang domain.

2 dari 4 halaman

Domain adalah

Alamat web akan lebih mudah diingat dan diketik jika menggunakan nama domain untuk mengidentifikasi lokasi di Internet, dibandingkan menggunakan alamat IP numerik. Jadi, domain berfungsi untuk mempermudah pengguna di internet pada saat melakukan akses ke server, selain juga dipakai untuk mengingat nama server yang dikunjungi tanpa harus mengenal deretan angka yang rumit yang dikenal sebagai alamat IP.

Mengutip Google Support, domain adalah nama yang mudah diingat, yang terkait dengan alamat IP fisik di internet. Contoh domain adalah tanda @ pada alamat email, dan setelah www. di alamat web. Misalnya kamu memiliki nama domain example.com bisa diterjemahkan ke alamat fisik 198.102.434.8. Kamu tentunya sudah familier dengan nama domain lain seperti google.com dan wikipedia.org. 

Domain adalah istilah yang juga dikenal sebagai sebuah kesatuan dari sebuah situs web seperti contohnya "wikipedia.org". Domain kadang-kadang disebut pula dengan istilah URL (Uniform Resource Locator), atau alamat situs web. Bisa disimpulkan, domain adalah nama unik yang diberikan untuk mengidentifikasi nama server komputer seperti server web atau server email di jaringan komputer ataupun internet. 

Domain adalah sesuatu yang bisa kamu beli. Kamu tinggal buka registrar atau host domain, cari nama yang tidak digunakan orang lain, kemudian bayar biaya tahunan. Jika kamu mendaftar ke layanan Google Cloud, berikan nama domain yang ingin digunakan dengan layanan tersebut.

3 dari 4 halaman

Jenis Domain dan Penggunaannya

Ada beberapa jenis domain yang penggunaannya tergantung pada tujuan dan lokasi negara.  Jenis domain adalah sebagai berikut:

- Top Level Domain (TLD). Top Level Domain atau TLD adalah nama domain yang paling sering digunakan. TLD termasuk umum dan mudah diingat sehingga banyak sekali yang menggunakan. Banyak website yang menggunakan TLD ini, di antaranya yaitu .com, .net, .org, .edu. Domain tersebut juga tidak merujuk pada organisasi tertentu jadi bebas digunakan oleh situs personal.

- Country Code Top Level Domain (ccTLD). Jenis domain berikutnya adalah ccTLD. Seperti namanya, domain satu ini menggambarkan kode dari negara tertentu. Penggunaan ccTLD menandakan bahwa situs yang tersebut adalah milik negara tertentu atau bisa juga sengaja digunakan untuk menargetkan pengunjung dari negara yang country code nya dipakai. Contoh dari ccTLD antara lain yaitu .id untuk Indonesia, .uk untuk United Kingdom atau Inggris, .us untuk United States, .kr untuk Korea Selatan, dan masih banyak kode negara lainnya.

- Generic Top Level Domain (gTLD). Domain gTLD ini awalnya merupakan nama domain yang dikhususkan untuk oraganisasi atau bidang tertentu. Namun sekarang banyak situs biasa yang menggunakan tipe gTLD. Contoh dari gTLD antara lain yaitu .edu untuk bidang pendidikan, .mil untuk bidang militer, .gov untuk pemerintahan, .org untuk organisasi tertentu, dan .net untuk penyedia layanan intenet.

- Second Level Domain (SLD). Second level domain sendiri menggambarkan alamat lebih rinci dan khusus. Contoh penggunaan SLD yaitu .co.id, .ac.us, .co.uk, dan masih banyak contoh lainnya. Menggunakan SLD menunjukkan tempat lebih khusus dari situs yang hendak dikunjungi.

- Subdomain. Selain itu, ada pula subdomain yang biasanya digunakan website besar. Hal ini menandakan bahwa situs tersebut memiliki cabang tertentu. Subdomain adalah bagian dari domain yang lebih besar. Misalnya, mail.google.com, www.google.com, dan docs.google.com adalah subdomain dari domain google.com. Pemilik domain dapat membuat subdomain untuk memberikan alamat yang mudah diingat untuk halaman web atau layanan dalam domain level teratas.

4 dari 4 halaman

Hal-Hal yang Harus Diperhatikan dalam Menentukan Nama Domain

Mengutip Pandi, sebelum menentukan nama domain kamu perlu mencermati beberapa hal berikut:

- Ketersediaan domain

Sebelum menentukan nama domain, kamu perlu melihat ketersediaan domain tersebut. Kamu bisa mengetahui sebuah alamat domain masih tersedia saat ingin membelinya. Jika tidak tersedia, maka akan ada keterangan yang menyatakan bahwa domain tidak tersedia.

Jadi sebelum membeli siapkan nama lain untuk cadangan, semisal nama pilihan kamu sudah terdaftar. Selain itu, kamu juga harus berhati-hati saat memilih nama situs. Pilihlah nama yang wajar, yang menggambarkan nama website atau bisnis kamu.

- Pemilihan nama situs

Selain tidak memilih nama yang hampir sama dengan nama perusahaan besar, kamu juga harus memilih nama situs yang menggambarkan website tersebut. Nama website adalah brand, memilih nama yang tepat bisa memaksimalkan jumlah pengunjung dan menaikkan traffic. Sebisa mungkin buat nama yang tidak aneh dan berkaitan dengan nama website.

- Cara memilih nama domain

Semakin terkenal nama domain, maka semakin mudah diingat. Jadi selain mempertimbangkan ketersediaan domain, pertimbangkan pula kepopulerannya. Jika bisa pilih nama alamat website yang sangat populer seperti .com, .co.id, .net, .id, dan lain sebagainya. Domain populer akan menambah tingkat kepercayaan suatu website.

- Panjang pendeknya nama domain

Sebisa mungkin carilah nama yang simple, mudah diingat, dan tentunya mewakili isi situs web kamu. Jika nama singkat dan jelas sudah tidak tersedia, kamu bisa mengakalinya di bagian domain seperti mengubahnya menjadi .net ataupun .co.id.

- Memilih provider domain yang terpercaya

Pilihlah provider penyedia domain yang terpercaya, karena tidak semua perusahaan terdaftar resmi di ICANN. ICANN atau Internet Corporation for Assigned Names and Numbers merupakan organisasi yang mengelola nama domain. Jadi sebisa mungkin pilih provider yang terdaftar agar kamu tidak menemui kendala nantinya.

- Memilih provider yang menggunakan domain privacy protection

Saat ini banyak aplikasi atau situs yang bisa melacak pemilik dari nama domain. Hal tersebut dikarenakan informasi kamu yang terdeteksi setelah membeli domain. Oleh sebab itu pilih provider yang menggunakan privacy protection agar data diri kamu aman dan privasi terlindungi.