Sukses

Apa itu Leadership? Pahami Pengertian, Peran, dan Gaya Kepemimpinan

Liputan6.com, Jakarta Apa itu leadership atau kepemimpinan perlu dipahami setiap orang. Pasalnya, setiap orang memiliki kesempatan untuk menjadi seorang pemimpin. Setiap pemimpin tentunya memiliki pendekatan yang berbeda-beda dalam memimpin sebuah tim.

Perbedaan cara memimpin ini dipengaruhi oleh karakter orang tersebut. Perbedaan karakter dari seseorang dengan orang lain tentunya memberikan nilai tersendiri bagi leadership atau gaya kepemimpinannya. Karakter inilah yang membuat tiap orang unik dan memiliki nilai yang beda.

Apa itu leadership merupakan cara memimpin seseorang. Setiap gaya kepemimpinan memiliki cara-cara tertentu dalam mencari jalan keluar suatu masalah. Mengenali gaya kepemimpinan yang tepat dengan karakter kamu tentunya sangat penting dilakukan. Hal ini membuat kamu lebih nyaman dalam memimpin dalam suatu organisasi.

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Jumat (14/1/2022) tentang apa itu leadership.

2 dari 6 halaman

Apa itu Leadership?

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), apa itu leadership atau kepemimpinan adalah perihal pemimpin atau cara memimpin. Secara harfiah, apa itu leadership atau kepemimpinan berasal dari kata dasar “pimpin” yang memiliki arti mengarahkan, membina, mengatur, menuntun, menunjukkan, atau memengaruhi. 

Sementara itu, Civitas akademika di Amerika Serikat menyebutkan apa itu leadership sebagai sebuah proses pengaruh sosial yang di dalamnya seseorang dapat melibatkan bantuan dan dukungan selainnya dalam usaha mencapai suatu tugas bersama. Apa itu leadership berkaitan dengan kemampuan menginspirasi orang lain. Hal ini sangat dibutuhkan dalam organisasi, perusahaan, hingga bisnis.

Apa itu Leadership adalah seni memotivasi sekelompok orang untuk bertindak mencapai tujuan bersama. Leadership adalah tindakan memimpin sekelompok orang.  Apa itu leadership merupakan proses pengaruh sosial yang memaksimalkan upaya orang lain untuk mencapai suatu tujuan. Seorang pemimpin adalah orang yang bertanggung jawab, orang yang meyakinkan orang lain untuk mengikutinya.

3 dari 6 halaman

Definisi Leadership Menurut Para Ahli

- Hemhill dan Coon (1995). Apa itu leadership yaitu sikap individu yang memimpin berbagai kegiatan kelompok terhadap tujuan yang akan dicapai bersama-sama.

- Weschler dan Massarik (1961). Pengertian kepemimpinan adalah pengaruh antar pribadi, yang dijalankan dalam situasi tertentu, dan diarahkan melalui proses komunikasi, untuk mencapai tujuan tertentu.

- William G. Scott (1962). Apa itu leadership atau kepemimpinan yaitu proses memengaruhi kegiatan yang diselenggarakan dalam kelompok, dalam upaya mereka untuk mencapai tujuan yang ditetapkan.

- Rauch dan Behling (1984). Apa itu leadership yaitu proses memengaruhi aktivitas kelompok yang terorganisir terhadap pencapaian tujuan.

- P. Pigors (1935). Pengertian kepemimpinan adalah proses mendorong dan mendorong melalui interaksi yang berhasil dari perbedaan individu, pengendalian kekuatan seseorang dalam mengejar tujuan bersama.

- F. A. Nigro (1965). Apa itu leadership yaitu cara khusus untuk memengaruhi aktivitas orang lain.

- Ordway Tead (1929). Pengertian kepemimpinan adalah temperamen merger yang membuat seseorang mungkin dapat mendorong beberapa orang lain untuk menyelesaikan pekerjaan.

4 dari 6 halaman

Pentingnya Leadership

Leadership merupakan bagian penting dari manajemen yang membantu mencapai tujuan. Mengutip managementstudyguide.com, apa itu leadership memiliki peran sebagai berikut:

- Memulai inisiasi. Pemimpin adalah orang yang memulai pekerjaan dengan mengkomunikasikan kebijakan dan rencana kepada bawahan dari mana pekerjaan sebenarnya dimulai.

- Memberikan bimbingan. Seorang pemimpin tidak hanya mengawasi tetapi juga memainkan peran untuk membimbing bawahannya. Bimbingan di sini berarti menginstruksikan pada bawahan bagaimana cara mereka harus melakukan pekerjaan mereka secara efektif dan efisien.

- Menciptakan kepercayaan. Percaya diri merupakan faktor penting yang dapat dicapai melalui apresiasi upaya kerja bawahan, menjelaskan peran mereka dengan jelas dan memberi mereka pedoman untuk mencapai tujuan secara efektif.

- Membangun moral. Moral menunjukkan kesediaan karyawan terhadap pekerjaan mereka dan membuat mereka percaya diri sekaligus untuk memenangkan kepercayaan mereka. Seorang pemimpin dapat menjadi pendorong moral dengan mencapai kerjasama penuh sehingga mereka tampil dengan kemampuan terbaik saat bekerja.

- Membangun lingkungan kerja. Lingkungan kerja yang efisien membantu pertumbuhan yang sehat dan stabil. Oleh karena itu, hubungan antarmanusia harus diperhatikan oleh seorang pemimpin. Ia harus memiliki kontak pribadi dengan karyawan dan harus mendengarkan masalah mereka dan membantu menyelesaikannya. Ia harus memperlakukan karyawan dengan istilah kemanusiaan.

- Koordinasi. Koordinasi dapat dicapai melalui rekonsiliasi kepentingan pribadi dengan tujuan organisasi. Sinkronisasi ini dapat dicapai melalui koordinasi yang tepat dan efektif yang seharusnya menjadi motif utama seorang pemimpin.

5 dari 6 halaman

Macam-Macam Gaya Kepemimpinan

- Gaya Kepemimpinan Otokratis. Macam gaya kepemimpinan yang pertama adalah gaya kepemimpinan otokratis. Gaya kepemimpinan otokratis atau otoriter memusatkan kekuasaan penuh pada pemimpin. Biasanya, para bawahan atau anggota tidak diberikan kebebasan untuk menentukan tujuan mereka sendiri. Dalam arti, keputusan pemimpin bersifat mutlak, tidak bisa diganggu gugat, dan anggotanya tidak diberi kesempatan berpendapat. Pemimpin sangat dominan dalam setiap pengambilan keputusan, kebijakan, peraturan, dan prosedur apa pun di perusahaan/organisasi. Terkadang, gaya kepemimpinan ini bisa berjalan sukses, jika memang pemimpin punya pengalaman dan keterampilan maksimal.

- Gaya Kepemimpinan Demokratis. Dalam konsep kepemimpinan demokratis, anak buah (bawahan) mempunyai peranan penting dan dilibatkan dalam setiap keputusan. Setiap bawahan diberikan tugas dari atasan sesuai dengan kemampuan atau keahlian masing-masing. Kreativitas, kejujuran, usaha, dan tanggung jawab, sangat terlihat jelas lewat gaya kepemimpinan yang satu ini. Komunikasi yang terjalin dari gaya kepemimpinan ini bersifat dua arah, di mana setiap bawahan dapat menyampaikan masukan jika diperlukan. Sosok pemimpin dengan gaya kepemimpinan demokratis akan disegani oleh bawahan, bahkan difavoritkan.

- Gaya Kepemimpinan Birokrasi. Di sini, pemimpin tidak hanya bertugas sebagai atasan, tapi juga harus memastikan bahwa semua aturan dipatuhi oleh karyawan. Kepemimpinan birokrasi ini cukup efektif untuk memantau hasil kerja rutin dari para karyawan. Jadi, sekiranya ada karyawan yang malas-malasan atau tidak menunjukkan kinerja baik, atasan bisa segera mengambil sikap.

- Gaya Kepemimpinan Karismatik. Kata 'karisma' yang berasal dari bahasa Yunani sebagai suatu sifat tertentu dari seseorang. Karisma dipandang sebagai kemampuan atau kualitas istimewa manusia yang tidak dimiliki oleh semua orang dewasa. Berdasarkan hal itu, pemimpin yang baik adalah seseorang yang memiliki karisma di dalam dirinya. Seorang pemimpin karismatik memiliki rasa kepercayaan diri yang kuat, sehingga mampu memengaruhi anak buahnya. Dengan pembawaan seperti itu, pemimpin karismatik akan membuat orang kagum, yakin, dan benar-benar percaya.

6 dari 6 halaman

Macam-Macam Gaya Kepemimpinan

- Gaya Kepemimpinan Inovatif. Setiap organisasi maupun perusahaan selalu membutuhkan inovasi berkelanjutan. Untuk mencapai hal tersebut, sangat diperlukan sosok pemimpin dengan pribadi yang inovatif pula. Pasalnya, itu nanti akan berpengaruh pada bagaimana cara ia memimpin organisasi atau perusahaan. Inilah yang dikenal dengan gaya kepemimpinan inovatif atau innovative leadership style. Gaya kepemimpinan inovatif lebih mengarah pada perusahaan yang memproduksi produk, layanan, dan jasa. Tipe pemimpin seperti ini akan mengarahkan setiap karyawan memiliki ide-ide segar demi kemajuan perusahaan.

- Gaya Kepemimpinan Partisipatif. Partisipatif merupakan gaya kepemimpinan yang mengarah pada kepercayaan dan loyalitas dari bawahan ke pemimpin. Dalam hal ini, baik pimpinan maupun bawahan akan terlibat bersama menentukan kebijakan dan aturan lainnya.

- Gaya Kepemimpinan Transaksional. Gaya kepemimpinan transaksional mengutamakan berbagai kesepakatan antara pimpinan dan anggotanya. Bentuk kesepakatan tersebut berupa reward (hadiah/penghargaan) dan punishment (hukuman/sanksi). Kesepakatan ini akan 'memancing' semangat para anggota bekerja sebaik-baiknya untuk memperoleh penghargaan. Sementara, bagi mereka yang tidak sanggup mencapai tujuan, maka harus siap menerima segala bentuk sanksi.

- Gaya Kepemimpinan Delegatif. Hampir mirip dengan gaya kepemimpinan demokratis, di mana seorang atasan memberi kepercayaan pada tim yang ia pimpin. Dari sini, dapat terlihat bagaimana cara pemimpin meningkatkan kerjasama antara dirinya dan anggota tim dalam menyelesaikan tugas. Sembari bekerja sama, pemimpin tipe ini bisa sekaligus mengawasi jalannya sistem agar tidak 'kebablasan'. Umumnya, cara memimpin seperti ini ditemukan pada perusahaan start-up yang masih berkembang.

- Gaya Kepemimpinan Situasional. Seperti namanya, gaya kepemimpinan situasional menekankan pada pengaruh lingkungan dan situasi. Dalam penerapannya, gaya kepemimpinan situasional terbagi menjadi 2 (dua) teori, Teori kepemimpinan Hersey dan Blanchard dengan empat gaya, yaitu gaya bercerita, gaya penjualan, gaya berpartisipasi, dan gaya mendelegasikan. Kemudian ada pula, Teori kepemimpinan SLII Blanchard, yang berfokus pada pengarahan, pembinaan, pendukung, dan delegasi.

- Gaya Kepemimpinan Transformasional. Secara sederhana, kepemimpinan transformasional diartikan sebagi proses mengubah dan mentransformasikan individu menuju perubahan. Di dalamnya, pemimpin terlibat untuk memenuhi kebutuhan para karyawan agar kualitas mereka semakin meningkat.