Sukses

Unik, Ilmuwan Jepang Ciptakan Masker yang Bisa Bercahaya Jika Terpapar Covid-19

Liputan6.com, Jakarta Saban hari perkembangan teknologi semakin pesat. Mulai dari teknologi informasi, mekanik, hingga medis. Yang belakangan menjadi ajang perlombaan bagi para ilmuwan untuk menciptakan berbagai peralatan yang meningkatkan efektivitas dan kemudahan dalam penanganan virus Covid-19. Salah satunya ialah para peneliti di Jepang yang berhasil menciptakan masker yang terbuat dari sel burung unta.

Masker ini bukan sembarang masker, uniknya masker ciptaan ilmuwan Jepang ini mampu mendeteksi adanya virus Covid-19. Melansir dari Dezeen (11/1/2022), Yasuhiro Tsukamoto selaku pemimpin kelompok penelitian Universitas Kyoto mengatakan masker ini punya keunggulan dapat bercahaya jika tertempel oleh virus berbahaya tersebut. Dipilihnya burung unta karena kekebalan tubuh burung ini begitu kuat.

"Saya menyadari bahwa rahasia umur panjang adalah tahan terhadap penyakit menular dengan kekebalan dan ketahanannya yang luar biasa, jadi saya mulai meneliti antibodi burung unta dengan sungguh-sungguh." kata Tsukamoto kepada Dezeen.

Sebuah penemuan yang membanggakan dalam dunia kesehatan. Para peneliti Universitas Kyoto berharap nantinya masker yang bisa bercahaya ini dapat membantu orang dengan cepat mendeteksi dan mencegah penyebaran virus Corona dengan biaya rendah. Berikut selengkapnya Liputan6.com merangkum penemuannya dari Dezen dan The Guardian (18/1/2012).

2 dari 4 halaman

Berbahan Antibodi Burung Unta

Berdasarkan penelitian yang menunjukkan bahwa burung unta memiliki ketahanan yang kuat terhadap penyakit. 

"Burung unta jarang mati karena kotoran, luka ringan, atau penyakit, dan hidup selama enam puluh tahun," kata Tsukamoto.

Atas dasar inilah para ilmuwan kemudian membuat filter masker yang dilapisi dengan antibodi burung unta. Tsukamoto bersama ilmuwan lainnya menyuntikkan protein lonjakan virus ke burung itu. Tujuannya ialah untuk membuat antibodi pada burung unta.  Mereka kemudian mengekstrak antibodi burung unta dari kuning telur burung dan mengikatnya ke filter di masker menggunakan cairan asam polilaktat.

3 dari 4 halaman

Masker Bercahaya

Serangkaian tes dilakukan pada proses pembuatan masker sel burung unta ini. Masker yang telah dilapisi dengan sel burung unta kemudian disemprot dengan bahan kimia. Hal ini memungkinkan masker mampu bersinar saat terkena virus corona. Desain masker yang digunakan ialah sama seperti masker medis pada umumnya.

“Ini adalah perangkat praktis dan murah yang mencegah invasi virus Covid-19 ke dalam tubuh manusia,” tambah Tsukamoto.

Bercak-bercak terang inilah yang menjadi indikasi virus Covid-19 menempel pada kain masker. Meskipun mampu mendeteksi virus Covid-19, masker sel burung unta ini harus disinari cahaya ultraviolet. Kedepan, para ilmuwan akan mengembangkan masker sel burung unta yang mampu bersinar meskipun tanpa bantuan sinar ultraviolet. 

4 dari 4 halaman

Berharap Bisa Deteksi Influenza