Sukses

Pengertian Drainase adalah Sistem Penanganan Air, Ketahui Fungsi dan Macamnya

Liputan6.com, Jakarta Apa itu drainase? Memahami pengertian drainase adalah sistem yang berhubungan dengan penanganan air, mencegah banjir, polusi, hingga mengoptimalkan sanitasi.

Dalam buku berjudul Sistem Drainase Perkotaan yang Berkelanjutan oleh Suripin, pengertian drainase adalah mengalirkan, menguras, membuang, atau mengalihkan air. Fungsi drainase ini membantu mengoptimalkan lahan dari sebuah kawasan.

“Pengertian drainase adalah serangkaian bangunan air yang berfungsi untuk mengurangi dan atau membuang kelebihan air dari suatu kawasan atau lahan, sehingga lahan dapat difungsikan secara optimal,” dijelaskan.

Itulah pengertian singkat drainase yang perlu diketahui. Berikut Liputan6.com ulas lebih mendalam tentang pengertian drainase, fungsi, dan macam-macamnya, Jumat (21/1/2022).

2 dari 4 halaman

Pengertian Drainase

Asal usul istilah drainase adalah bentuk kata kerja dari “to drain” (drainage) artinya mengeringkan atau mengalirkan air, sebagaimana dijelaskan dalam kajian teori penelitian yang diterbitkan Universitas Muhammadiyah Malang.

“Secara terminologi, pengertian drainase adalah sistem-sistem berkaitan dengan penanganan masalah kelebihan air, baik di atas maupun di bawah permukaan tanah,” dijelaskan.

Memahami drainase adalah sistem pengairan. Dalam modul berjudul Buku Panduan Drainase Berbasis Masyarakat yang diterbitkan Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jendral Cipta Karya, pengertian drainase adalah prasarana yang berfungsi mengalirkan kelebihan air dari suatu kawasan ke badan air penerima.

Peranan penting dari drainase adalah guna mengontrol kualitas air tanah untuk sanitasi, tak hanya air permukaan tetapi air tanah. Dalam buku berjudul Sistem Drainase Perkotaan yang Berkelanjutan oleh Suripin, pengertian drainase adalah mengalirkan, menguras, membuang, atau mengalihkan air.

“Pengertian drainase adalah serangkaian bangunan air yang berfungsi untuk mengurangi dan atau membuang kelebihan air dari suatu kawasan atau lahan, sehingga lahan dapat difungsikan secara optimal,” dijelaskan.

Hal yang sama dipaparkan ahli dalam bidang ini, Gunadarma bahwa pengertian drainase adalah sistem pengeringan dan pengaliran air berupa pemukiman, kawasan industri dan perdagangan, sekolah, rumah sakit, fasilitas umum lainnya, lapangan olahraga, lapangan parkir, instalasi militer, instalasi listrik dan telekomunikasi, pelabuhan udara, pelabuhan laut/sungai serta tempat lainnya yang merupakan bagian dari sarana kota.

Lalu menurut Halim Hasma, pengertian drainase adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari usaha untuk mengalirkan air yang berlebihan dalam suatu konteks pemanfaatan tertentu.

3 dari 4 halaman

Fungsi Drainase

Drainase adalah berperan penting dalam proses pengaliran air. Dalam buku berjudul Penataan Drainase Perkotaan oleh Mulyanto, fungsi drainase adalah ada enam. Ini penjelasan fungsi drainase:

1. Membuang Air Lebih

Fungsi drainase adalah membuang air lebih. Ini berjalan dengan mengalirkan air lebih ke tujuan akhirnya yaitu perairan bebas yang dapat berupa sungai, danau maupun laut, ke dalamnya air lebih ini dapat dialirkan.

Ini merupakan fungsi drainase utama untuk mencegah menggenangnya air pada lahan perkotaan maupun di dalam parit-parit (saluran-saluran) yang menjadi bagian dari sistem drainase.

2. Mencegah Polusi

Fungsi drainase adalah mengangkut limbah dan mencuci polusi dari daerah perkotaan. Di atas lahan perkotaan tertumpuk bahan polutan berupa debu dan sampah organik yang berpotensi mencemari lingkungan hidup. Oleh air hujan yang jatuh, polutan akan terbawa ke dalam sistem drainase dan dialirkan pergi sambil dinetralisir secara alami.

Secara alami suatu badan air seperti sungai, saluran drainase mempunyai kemampuan untuk menetralisasi cemaran yang memasuki atau terbawa alirannya dalam jumlah terbatas atau batas-batas tertentu menjadi zat-zat anorganik yang tidak berbahaya atau tidak mencemari lingkungan.

3. Mengatur Arah dan Kecepatan Aliran

Fungsi drainase adalah mengatur arah dan kecepatan aliran. Air buangan berupa air hujan dan limbah harus diatur alirannya melewati sistem drainase dan diarahkan ke tempat penampungan akhir atau perairan beban di mana sistem drainase bermuara.

Arah aliran akan ditentukan melewati sistem drainase sehingga tidak menimbulkan kekumuhan. Disamping itu kecepatan alirannya dapat diatur sebaik mungkin sehingga tidak akan terjadi penggerusan atau pengendapan pada saluran-saluran drainase.

4. Mengatur Elevasi Muka Air Tanah

Fungsi drainase adalah mengatur elevasi muka air tanah. Pada kondisi muka air tanah dangkal, daya serap lahan terhadap hujan kecil dan dapat menambah potensi banjir. Muka air tanah yang dalam akan menyulitkan tetumbuhan penghijauan kota untuk menyerapnya khususnya pada musim kemarau tetapi daya serap terhadap hujan tinggi.

Disamping itu kalau terjadi penurunan muka air tanah akan terjadi pemadatan atau subsidensi yaitu menurunnya muka tanah di atas muka air tanah. Pemadatan ini disebabkan ruang antar butir dalam tanah yang tadinya terisi air akan menjadi kosong sehingga tanah memadat.

5. Menjadi Sumber Daya Air Alternatif

Fungsi drainase adalah sumber daya air alternatif. Semakin bertambahnya kebutuhan akan air makin dibutuhkannya sumberdaya air. Daur ulang air dari sistem drainase dapat menjadi alternatif pemenuhan akan sumberdaya air dengan beberapa syarat.

6. Mencegah Erosi

Fungsi drainase adalah mencegah terjadinya erosi. Di daerah pebukitan sistem drainase menjadi salah satu prasarana mencegah erosi dan gangguan stabilitas lereng. Run off permukaan akibat hujan yang jatuh pada daerah pebukitan akan mengalir dengan kecepatan tinggi kalau tidak mengalami hambatan cukup dan menimbulkan erosi permukaan. Untuk mengendalikannya diperlukan pembuatan sistem drainase teknis bagi menata aliran run off permukaan maupun aliran di dalam saluran.

4 dari 4 halaman

Macam-Macam Drainase

Ada empat macam drainase yang perlu dipelajari. Dalam modul berjudul Buku Panduan Drainase Berbasis Masyarakat yang diterbitkan Kementerian Pekerjaan Umum Direktorat Jendral Cipta Karya, macam-macam drainase ini berupa:

1. Drainase Berbasis Masyarakat (DRAINMAS)

Drainase adalah pola pengelolaan/pengendalian drainase yang menempatkan dan melibatkan masyarakat sebagai pelaku, pengambil keputusan, dan penanggung jawab, mulai dari tahap identifikasi, perencanaan, pelaksanaan konstruksi, pengelolaan dan pengawasan kegiatan yang dilakukan, termasuk operasi dan pemeliharaan sistem paska konstruksi.

2. Drainase Lokal

Drainase adalah sistem saluran awal yang melayani suatu kawasan tertentu, seperti komplek permukiman, areal pasar, perkantoran, areal industri, dan komersial.

3. Drainase Perkotaan

Drainase adalah di bagian atau seluruh wilayah (kota), yang berfungsi mengelola atau mengendalikan air permukaan, sehingga tidak mengganggu dan atau merugikan masyarakat.

Dijelaskan dalam kajian teori penelitian yang diterbitkan Politeknik Negeri Sriwijaya,  di wilayah perkotaan drainase adalah ilmu khusu mengkaji kawasan perkotaan yang erat kaitannya dengan kondisi lingkungan sosial-budaya yang ada di kawasan kota.

- Permukiman

- Kawasan industri dan perdagangan

- Kampus dan sekolah

- Rumah sakit dan fasilitas umum

- Lapangan olahraga

- Lapangan parkir

- Instalasi militer, listrik, telekomunikasi

- Pelabuhan udara

4. Drainase Berwawasan Lingkungan

Drainase adalah di wilayah atau bagian wilayah kota, yang berfungsi mengelola atau mengendalikan ari permukaan (limpasan air hujan), sehingga tidak menimbulkan masalah genangan, banjir dan kekeringan bagi masyarakat serta bermanfaat bagi kelestarian lingkungan hidup.