Sukses

13 Cara Membuat Batik Cap dengan Mudah dan Sederhana, Pahami Langkah-Langkahnya

Liputan6.com, Jakarta Cara membuat batik cap perlu untuk anda ketahui. Batik adalah seni pewarnaan kain dengan teknik perintang pewarnaan menggunakan malam. Batik merupakan salah satu bentuk seni kuno yang populer di Indonesia. Kain batik bahkan menjadi kain tradisional asal Indonesia yang telah mendunia dan diakui oleh banyak negara.

Teknik batik di Indonesia dibedakan menjadi tiga cara yaitu teknik batik tulis, batik cap, dan batik kombinasi. Batik cap menjadi batik yang banyak digemari banyak orang, sebab batik ini lebih murah ketimbang batik tulis.

Batik cap adalah kain yang dihias dengan tekstur dan corak batik yang dibentuk dengan cap (biasanya terbuat dari tembaga). Tidak seperti batik tulis yang proses pembuatannya menggunakan canting, pada proses pembuatan batik cap alat yang digunakan yaitu cap yang sudah didesain dengan motif tertentu.

Untuk lebih rimci, berikut ini ulasan mengenai definisi batik cap, sejarah, dan cara membuat batik cap yang telah dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Sabtu (22/1/2022).

**Gempa Cianjur telah meluluhlantakkan Bumi Pasundan, mari bersama-sama meringankan penderitaan saudara-saudara kita di Cianjur dengan berdonasi melalui: rekening BCA No: 500 557 2000 A.N Yayasan Pundi Amal Peduli Kasih. Bantuan akan disampaikan dalam bentuk sembako, layanan kesehatan, tenda, dll. Kepedulian kita harapan mereka.

2 dari 5 halaman

Definisi Batik Cap

Sebelum mengetahui cara membuat batik cap, anda perlu memahami definisi batik cap terlebih dahulu. Batik cap atau batik stempel adalah batik yang dibuat dengan menggunakan cap, alat cetak, atau stempel yang terbuat dari tembaga dan pada tembaga tersebut terdapat pola batik yang diinginkan. Proses pembuatan batik jenis ini membutuhkan waktu kurang lebih 2 hingga 3 hari. Batik jenis ini termasuk batik yang jenis pengerjaanya sangat mudah dan simpel waktu pengerjaanya sehingga nilai jualnya juga terjangkau serta mudah di dapatkan di pasaran. Ukuran rata-rata canting cap adalah 20cmx20 cm.

Pada awalnya canting batik cap hanya digunakan untuk pola-pola atau motif pinggiran. Namun, kini canting cap juga digunakan untuk mencetak pola pada seluruh permukaan kain. Dengan menerapkan teknik batik cap, para pengrajin batik tidak perlu lagi menggambar berbagai jenis motif batik seperti yang biasa dilakukan saat membuat batik tulis.

3 dari 5 halaman

Sejarah Batik Cap

Sebelum mengetahui cara membuat batik cap, anda perlu memahami sejarahnya. Dilihat dari sejarahnya, batik di Indonesia memang selalu mengalami perkembangan yang cukup signifikan. Dari yang dulunya hanya dibuat dengan canting tulis, kini kain batik juga bisa dibuat dengan menggunakan canting cap berbentuk stempel untuk membuat motif batik secara massal. Dibandingkan batik tulis, jenis batik yang dibuat dengan canting cap ini prosesnya rata-rata menjadi lebih cepat. Namun perlu diketahui juga bahwa pembuatan canting capnya sendiri terbilang rumit dan membutuhkan ketelitian yang jauh lebih tinggi jika dibandingkan dengan canting tulis.

Dulu alat yang digunakan untuk membatik cap banyak dibuat dari potongan melintang ubi besar yang telah diukir. Sebab, dinilai kurang efektif dan daya tahan stempel ubi juga tidak lama, pada akhirnya pengrajin batik mulai mengembangkan canting cap berbahan dasar kayu untuk menempelkan bahan warna nabati pada kain. Meski daya tahan stempel cap kayu lebih awet dari pada stempel ubi, namun warna kain yang dibuat dengan memakai cara ini juga dinilai kurang bagus. Berawal dari situlah, sekitar tahun 1845 mulai dikenalkan canting cap dari tembaga yang dipatri dengan timah ke kerangka yang kemudian diberi gagang besi. Inovasi canting cap dari bahan tembaga ini selanjutnya menjadi pelopor dimulainya proses produksi kain batik cap secara massal yang rata-rata dikerjakan oleh kaum laki-laki.

4 dari 5 halaman

Alat dan Bahan Batik Cap

Sebelum mengetahui cara membuat batik cap, berikut ini terdapat beberapa alat dan bahan yang diperlukan untuk membuat batik cap, antara lain:

1. Meja Cap

Meja cap merupakan salah satu alat yang diperlukan sebagai media untuk mengecap kain mori. Meja cap ini sebagian besar dari bahan kayu yang panjang dan lebarnya sudah disesuaikan dengan ukuran kain mori. Sebelum digunakan untuk mengecap kain mori permukaan meja cap semestinya dilapisi dengan kasur atau busa setebal kurang lebih 10 cm yang dibuat rata dan dilengkapi pula dengan kain blacu dan kain serak tipis yang selalu dalam keadaan lembab.

2. Loyang

Pada proses membatik cap, loyang diperlukan sebagai tempat memanaskan malam. Loyang untuk membatik cap ini umumnya dibuat dari bahan tembaga yang berbentuk lingkaran dengan diameter kurang lebih 40 sampai 50 cm dengan tinggi 4.5 cm.

3. Kompor

Kompor diperlukan untuk memanaskan lilin malam agar tetap cair dan tidak menggumpal. Untuk memudahkan pengrajin batik dalam melakukan pengecapan malam, kompor harus dibuatkan tempat khusus agar posisinya agak tinggi.

4. Malam

Malam batik diperlukan sebagai perintang warna agar motif batik dapat terbentuk ketika pewarnaan berlangsung.

5. Canting Cap

Canting cap memiliki peran yang sangat penting untuk melekatkan malam pada kain mori. Adapun canting cap yang biasa digunakan pada saat membatik cap ini umumnya dibuat dari plat tembaga yang didesain sedemikian rupa hingga membentuk sebuah motif batik.

5 dari 5 halaman

Cara Membuat Batik Cap

Berikut ini ada beberapa cara membuat batik cap, antara lain:

1. Cara membuat batik cap yang pertama adalah kain mori diletakkan di atas meja datar yang telah dilapisi dengan bahan yang empuk.

2. selanjutnya, malam direbus hingga mencair dan dijaga agar suhu cairan malam ini tetap dalam kondiri 60° s/d 70° Celcius.

3. Setelah itu, canting cap lalu dimasukkan ke dalam cairan malam tadi (kurang lebih 2 cm bagian bawah canting cap yang tercelup cairan malam).

4. Canting cap kemudian dicapkan dengan tekanan yang cukup di atas kain mori yang telah disiapkan tadi.

5. Kemudian, cairan malam akan meresap ke dalam pori-pori kain mori hingga tembus ke sisi lain permukaan kain mori.

6. Setelah proses pengecapan pada kain selesai dengan berbagai kombinasi canting cap yang digunakan, selanjutnya kain mori akan dilakukan proses pewarnaan, dengan cara mencelupkan kain mori ini ke dalam tangki yang berisi warna yang sudah dipilih.

7. Kain mori yang permukaannya telah diresapi oleh cairan malam, tidak akan terkena dalam proses pewarnaan ini.

8. Setelah proses pewarnaan, proses berikutnya adalah penghilangan berkas motif cairan malam melalui proses merebus kain.

9. Sehingga akan tampak 2 warna, yaitu warna dasar asli kain mori yang tadi tertutup malam, dan warna setelah proses pewarnaan tadi.

10. Jika akan diberikan kombinasi pewarnaan lagi, maka harus dimulai lagi dari proses pengecapan kain sampai proses perebusan kain.

11. Hal yang menarik dari batik cap adalah pada proses percampuran warna. Sebab permukaan kain mori yang telah diwarna sebelumnya akan diwarna lagi pada proses pewarnaan berikutnya, sehingga perlu keahlian khusus dalam proses pemilihan dan percampuran warna.

12. Oleh karena itu, proses pewarnaan yang berulang-ulang dan menyeluruh pada setiap pori-pori kain mori, maka warna pada batik cap cenderung lebih awet dan tahan lama dibandingkan dengan batik yang lain.

13. Proses terakhir dari pembuatan batik cap adalah proses pembersihan dan pencerahan warna dengan soda. Selanjutnya dikeringkan dan disetrika.

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.