Sukses

Ciri-Ciri Hamil Anak Perempuan yang Akurat Beserta Mitos-Mitosnya

Liputan6.com, Jakarta Ciri-ciri hamil anak perempuan yang akurat tentu membuat banyak orang penasaran. Pasalnya, banyak berkembang mitos-mitos yang menyebutkan tanda seseorang hamil anak perempuan. Setiap orang tua tentunya penasaran dengan jenis kelamin anaknya pada saat kehamilan.

Padahal, kebanyakan ciri-ciri hamil anak perempuan yang sering disampaikan orang-orang ini belum pernah dibuktikan secara ilmiah. Jadi, jika ingin informasi yang lebih pasti kamu harus pergi ke dokter untuk memeriksakannya.

Ciri-ciri hamil anak perempuan yang akurat dapat diprediksi melalui USG atau ultrasonografi. Pendapat dokter selama USG inilah yang merupakan cara paling akurat untuk menentukan jenis kelamin bayi. Namun, prediksi jenis kelamin lewat USG bisa juga menjadi salah karena beberapa faktor tertentu. 

Berikut Liputan6.com rangkum dari berbagai sumber, Selasa (25/1/2022) tentang ciri-ciri hamil anak perempuan yang akurat.

2 dari 4 halaman

Mitos dan Fakta Tentang Ciri-Ciri Hamil Anak Perempuan

Morning sickness parah

Ibu hamil dengan morning sickness ekstrem dikaitkan dengan ciri-ciri hamil anak perempuan yang akurat. Beberapa orang berpikir bahwa mual di pagi hari adalah ciri-ciri hamil anak perempuan yang akurat. Bahkan, penelitian terbaru menunjukkan bahwa merasa sakit selama kehamilan dapat dikaitkan dengan jenis kelamin bayi. Sebuah studi tahun 2017 menemukan bahwa wanita yang mengandung anak perempuan mengalami lebih banyak peradangan ketika sistem kekebalan mereka terpapar bakteri dibandingkan dengan yang membawa anak laki-laki.

Perbedaan ini dapat berdampak pada cara ibu mengandung anak perempuan dengan mengalami mual di pagi hari. Mereka mungkin merasa lebih tidak sehat daripada yang mengandung anak laki-laki. Namun, diperlukan lebih banyak penelitian untuk memahami sepenuhnya jika ada hubungan antara mual di pagi hari dan jenis kelamin bayi.

Bentuk perut menonjol ke atas

Banyak yang percaya jika bentuk perut terlihat tinggi atau menonjol ke atas merupakan ciri-ciri hamil anak perempuan yang akurat. Berat badan yang bertambah pada area perut juga diduga sebagai ciri hamil anak perempuan lainnya. Namun, bukti ilmiah tidak mendukung teori ini. Bentuk perut dan berat badan pada wanita hamil tergantung pada tipe badan, pertambahan berat badan, tingkat kebugaran, dan kekuatan otot.

Tingkat stres tinggi

Tingkat stres yang tinggi juga dikaitkan dengan ciri-ciri hamil anak perempuan yang akurat. Jika seorang wanita memiliki tingkat stres yang tinggi sebelum hamil, ia mungkin akan mengandung seorang anak perempuan. Tingkat stres wanita sebelum hamil dapat memengaruhi jenis kelamin bayi. Sebuah studi tahun 2012 menemukan hubungan antara kadar hormon stres kortisol dan rasio kelahiran bayi laki-laki dan perempuan.

Dalam studi ini, wanita dengan tingkat kortisol tinggi secara statistik lebih mungkin untuk memiliki anak perempuan. Sebuah studi 2013 menemukan bahwa dalam dua tahun setelah gempa bumi di pulau Zakynthos Yunani, tingkat kelahiran bayi laki-laki menurun. Para peneliti menduga bahwa peningkatan tingkat stres di komunitas pulau tersebut memengaruhi rasio kelahiran. Namun, diperlukan lebih banyak penelitian lebih lanjut untuk memahami hubungan antara stres dan jenis kelamin bayi yang belum lahir.

Detak jantung bayi cepat

Beberapa orang percaya bahwa jantung bayi berdetak cepat merupakan ciri-ciri hamil anak perempuan yang akurat. Pendapat ini menyatakan kecepatan detak jantung lebih dari 140 denyut per menit berarti ibu mengandung bayi perempuan. Para peneliti membantah mitos mengenai tingkat detak jantung yang menentukan jenis kelamin bayi beberapa dekade lalu dalam sebuah penelitian. Mereka tidak menemukan perbedaan signifikan antara denyut jantung pada janin laki-laki dan perempuan. Denyut jantung bayi perempuan biasanya lebih cepat daripada bayi laki-laki. Hal ini benar namun setelah persalinan dimulai, artinya benar saat bayi telah lahir ke dunia. Sebelum itu, usia janin yang benar-benar memengaruhi kecepatan detak jantung.

3 dari 4 halaman

Mitos dan Fakta Tentang Ciri-Ciri Hamil Anak Perempuan

Perubahan bentuk payudara

Perubahan bentuk pada anggota badan tertentu dapat dikenali sebagai ciri-ciri hamil anak perempuan yang akurat. Salah satunya adalah perbedaan bentuk payudara sang ibu. Ketika ibu sedang mengandung anak perempuan, banyak orang percaya bahwa bentuk payudaranya akan mengalami perbedaan. Jika payudara sebelah kiri akan nampak lebih besar dibandingkan yang sebelah kanan, maka ibu tengah menunjukkan ciri-ciri sedang mengandung anak perempuan.

Ngidam makanan manis

Wanita sering mengalami masa ngidam saat hamil. Beberapa orang percaya jika seorang wanita ngidam makanan manis, hal ini merupakan ciri-ciri hamil anak perempuan yang akurat, sedangkan mengidam makanan asin mungkin mengindikasikan seorang anak laki-laki. Namun, tidak ada bukti ilmiah yang menunjukkan bahwa mengidam makanan selama kehamilan dapat menunjukkan jenis kelamin bayi.

Mengalami Kram Perut

Ciri hamil anak perempuan bisa dikenali dari kram perut yang dialami. Pada minggu pertama setelah terjadi konsepsi (pertemuan sel telur dan sel sperma) kram perut akan terjadi. Ciri-ciri hamil anak perempuan yang akurat ini kebanyakan muncul di atas dua minggu pascamenstruasi terakhir. Kram perut terjadi akibat penempelan hasil konsepsi (embrio) ke dalam dinding rahim, yang disebut dengan implantasi.

Kulit berminyak dan rambut kusam

Ciri-ciri hamil anak perempuan yang perlu dikenali mitos dan faktanya adalah kulit berminyak dan rambut kusam. Beberapa orang percaya bahwa memiliki kulit berminyak dan rambut kusam dapat berarti seorang ibu hamil mengandung bayi perempuan. Namun, keyakinan ini tidak berbasis ilmiah. Di sisi lain, perubahan dalam produksi minyak atau penampilan rambut selama kehamilan berhubungan dengan perubahan hormon atau perubahan dalam pola makan.

4 dari 4 halaman

Cara Mengetahui Jenis Kelamin Anak yang Akurat

Setelah mengetahui mitos dan fakta tentang ciri-ciri anak perempuan yang akurat tersebut, kamu tentunya perlu mengenali cara mengetahu jenis kelamin anak yang lebih akurat. Ada banyak cara untuk memperkirakan jenis kelamin bayi dalam kandungan.

Meskipun demikian, hasilnya belum tentu 100% benar. Mengutip dari Babyologist, jenis kelamin bayi dapat diperkirakan dengan cara USG, tes darah, CVS atau amniosentesis, IVF dan tes prediksi jenis kelamin.

1. Metode Ultrasonografi (USG)

Banyak ibu hamil mengetahui jenis kelamin bayi selama USG saat usia kandungan antara 16 dan 20 minggu. Namun jika petugas tidak bisa mendapatkan gambaran yang jelas tentang alat kelamin bayi, jenis kelamin bayi mungkin belum dapat dipastikan. Meskipun penis bayi atau vulva mulai terbentuk sedini 6 minggu, bayi laki-laki dan perempuan terlihat sangat mirip pada USG sampai sekitar 14 minggu. Masih sulit untuk membedakan mereka selama beberapa minggu setelah itu.

Pada usia 18 minggu, sonographer kemungkinan besar dapat mengidentifikasi jenis kelamin jika bayi berada dalam posisi yang memungkinkan alat kelamin terlihat. Jika tidak, kamu mungkin akan dapat mengetahui jenis kelaminnya pada kunjungan periksa USG berikutnya. Semakin berpengalaman sonographer yang memeriksa dan semakin tinggi kualitas mesin sonogram, semakin besar kemungkinan jenis kelamin bayi akan dapat diketahui secara akurat. Meskipun demikian, bahkan sonographer terbaik pun biasanya tidak dapat menjamin apakah kamu mengandung anak perempuan atau laki-laki.

2. Metode Tes Darah

Kamu dapat mengetahui jenis kelamin bayi dengan Noninvasive Prenatal Testing (NIPT), sebuah tes darah yang dapat mendeteksi Down syndrome dan beberapa kondisi kromosom lainnya mulai dari 10 minggu kehamilan. Tes ini juga mencari potongan kromosom seks pria dalam darah ibu hamil, yang dapat digunakan untuk menentukan apakah kamu mengandung anak laki-laki atau perempuan. Tes ini ditujukan untuk wanita yang berisiko lebih tinggi memiliki bayi dengan gangguan kromosom, tetapi sering juga tersedia untuk wanita dengan risiko lebih rendah.

3. Metode Tes CVS atau Amniosentesis

Kamu juga dapat mengetahui jenis kelamin si Kecil melalui tes genetik seperti Chorionic Villus Sampling (CVS) atau amniosentesis. Tes ini biasanya dilakukan untuk menentukan apakah bayi memiliki kelainan genetik atau kelainan kromosom, seperti Down syndrome. CVS biasanya dilakukan antara 10 dan 13 minggu, dan amniosentesis antara 16 dan 20 minggu. Wanita yang tidak berisiko tinggi terhadap masalah genetik dan kromosom biasanya tidak menjalani CVS atau amnio, salah satu alasannya karena tes ini invasif dan membawa risiko keguguran kecil.

4. Metode Tes IVF

Jika kamu menjalani tes genetik preimplantasi selama In Vitro Fertilization (IVF), embrio ibu hamil akan diuji untuk kelainan genetik dan kromosom dan jenis kelamin. Tes genetik preimplantasi hampir 100% akurat dalam menentukan jenis kelamin embrio.