Sukses

Pria Ini Bawa Jenazah ke Kantor Pos untuk Ambil Uang Pensiun, Bikin Heboh

Liputan6.com, Jakarta Ada banyak penyedia layanan pengambilan uang pensiun, salah satunya ialah kantor pos. Tentu untuk mengambilnya, seseorang harus mendatangi kantor pos terdekat. Namun apa jadinya jika mencairkan uang pensiun ditemani mayat pamannya. Seperti yang telah dilakukan seorang pria dari Hoseys, Carlow, Irlandia pada Jumat Pagi (21/22). 

Pria ini bernama Declan Haughney yang mengaku berniat mengambil uang pensiunan di kantor pos tersebut. Namun siapa sangka hal janggal terlihat saat Haughney bersama rekannya menyeret jenazah Mr. Doyle. Mengagetkannya lagi jenazah tersebut adalah pamannya sendiri. Kejadian ini sontak membuat masyarakat sekitar menjadi curiga. Tak sedikit yang mengatai Haughney sebagai orang gila.

“Aku bukan perampok yang masuk ke Hoseys dengan orang mati dan mengumpulkan uangnya. Apakah saya gila? Apakah saya gila? Saya tidak’, ujar  Declan Haughney melansir dari Mirror Irlandia. 

Selain itu pria 40 tahun ini diketahui turut membawa mayat pamannya masuk ke dalam kantor pos, menembus antrian panjang. Apa yang dilakukan Haughney tentu menimbulkan berbagai macam pertanyaan. Berikut selengkapnya Liputan6.com merangkumnya dari berbagai sumber, Kamis (27/1/2022).

2 dari 4 halaman

Disebut Sebagai Pembunuh

Aksi yang dilakukan Declan Haughney kemudian menghebohkan masyarakat sekitar. Tak sedikit orang yang menyebutnya sebagai pembunuh sang paman. Bahkan dalih mengambil uang pensiun juga berubah menjadi dugaan dirinya telah merampok pamannya. Namun seketika dirinya menyangkal tudingan dari masyarakat. 

“Mengapa saya ingin merampok paman saya? Umur saya 40 tahun ya, saya bukan anak kecil , saya bukan anak muda” tegas Haughney. 

Meski begitu, kasus ini tengah ditangani oleh pihak kepolisian. Atas tuduhan dengan sengaja membawa pamannya yang sudah meninggal untuk mendapatkan uang pensiunnya.

3 dari 4 halaman

Babak Belur

Selama proses penyidikan berlangsung, Haughney diketahui memiliki kecanduan akan narkoba. Bahkan dirinya sempat menjalani hukuman dua tahun penjara atas kasus tersebut. Aksi membawa jenazah pamannya ini berbuntut dirinya mendapat pukulan dari massa. Haughney mengalami bengkak dan luka menghitam di wajahnya. 

Saat itulah ia menegaskan kembali bahwa pamannya mungkin sudah meninggal pada saat dia dan laki-laki lain membawanya ke bawah jembatan di Pollerton Road, yang berjarak kurang dari dua menit berjalan kaki dari rumahnya. Namun kedua orang tersebut  terus membawanya ke kantor pos dengan menghubungkan lengan dengan dia dan menyeretnya ke sana. 

4 dari 4 halaman

Bukti CCTV

Berbagai tudingan masyarakat atas aksi Declan Haughney kini menjadi wewenang kepolisian. Belum jelas apakah pensiunan pelukis itu meninggal di rumahnya di Pollerton Road, sekitar 500 meter dari kantor pos. Atau telah meninggal di perjalanan.

"Kami melihat hal-hal seperti pernyataan saksi dan rekaman CCTV untuk melihat bagaimana kondisi Peader [Doyle] saat dia dibawa dari rumah ke kantor pos," mengutip Irish Times. 

Terlepas dari itu, pemakaman Mr Doyle telah berlangsung pada hari Senin (24/1) di Gereja Keluarga Kudus, Askea, kota Carlow.