Sukses

Lata Mangeshkar Meninggal, Ini 7 Perjalanan Karier Penyanyi Film Legendaris India

Liputan6.com, Jakarta Kabar duka datang dari industri hiburan India. Penyanyi legendaris Bollywood, Lata Mangeshkar meninggal dunia di usia 92 tahun. Setelah hampir sebulan dirawat di rumah sakit dinyatakan positif Covid-19 sejak tanggal 8 Januari 2022, Lata Mangeshkar meninggal dunia pada Minggu (6/2/2022) pukul 08.12 waktu India.

Kabar meninggalnya penyanyi soundtrack film India ini tentunya mengejutkan pecinta film Bollywood. Hampir seluruh artis Bollywood hingga Perdana Menteri India memberikan penghormantan terakhir kepada Lata Mangeshkar di pemakaman. Lata Mangeshkar telah dikebumikan dengan Istiadat Pengebumian Negara dan telah dihadiri sendiri oleh Perdana Menteri India.

Menyisakan duka, pemerintah India menetapkan hari meninggalnya Lata Mangeshkar sebagai hari berkabung nasional. Bendera nasional akan dikibarkan setengah tiang mulai Minggu hingga Senin, kata Kementerian Dalam Negeri India dalam sebuah pernyataannya dilansir Liputan6 dari CNN.

Jadi salah satu penyanyi legendaris yang kerap mengisi soundtrack film Bollywood, Lata Mangeshkar mulai menyanyi sejak usia belia. Suara merdu hingga lagu-lagu yang dibawakannya sudah mendunia dan selalu diingat oleh para pecinta film Bollywood.

Berikut Liputan6.com merangkum dari berbagai sumber tentang perjalanan karier penyanyi legendaris Lata Mangeshkar, Selasa (8/2/2022).

2 dari 8 halaman

1. Mulai Menyanyi saat Usia 5 Tahun

Bersinar selama puluhan tahun dan dikenal oleh dunia, Lata Mangeshkar mulai bernyanyi saat usia 5 tahun. Sejak saat itu, Mangeshkar mulai berlatih musik klasik India dengan ayahnya. Ayahnya, Deenanath Mangeshkar, adalah seorang penyanyi klasik dan aktor panggung. Sang putri, Lata Mangeshkar memulai kariernya dengan bernyanyi di drama musiknya. Sementara ibu Lata bernama Shevanti yang kemudian ganti nama jadi Sudhamati.

Lata Mangeshkar tampil pertama kali saat ia berusia 9 tahun. 4 tahun berselang tepatnya saat usianya 13 tahun, penyanyi legendaris kelahiran 28 September 1929 ini mulai rekaman untuk lagu pertamanya.

3 dari 8 halaman

2. Jadi Tulang Punggung Keluarga

Sukses dengan rekaman pertamanya di usia 13 tahun, kabar duka datang dari keluarga Lata Mangeshkar. Sebulan setelah dia merekam lagu pertamanya, ayahnya meninggal. Kepergian sang ayah membuatnya harus menjadi tulang punggung keluarga untuk menghidupi ibunda dan empat adiknya.

Sejak kepergian sang ayah untuk selamanya, Lata Mangeshkar mulai bekerja di industri film India. Namun awal mula perjalanan kariernya tidak mulus, pada awalnya, direktur musik memecatnya, mengatakan suaranya terlalu tipis dan tajam. Pada tahun 1948, dia meminjamkan suaranya ke setengah lusin film.

4 dari 8 halaman

3. Diperkenalkan Kepada Komposer Sejak Belia

Usai kepergian sang ayah, Lata Mangeshkar dibantu oleh kerabat-kerabat ayahnya untuk memulai karier menjadi seorang penyanyi. Master Vinayak yang merupakan sahabat ayah Lata sekaligus merupakan aktor, sutradara dan produser film yang cukup terkenal pada masanya membantu Lata memulai karier sebagai penyanyi.

Lantaran reputasi ayahnya di kancah musik klasik, Lata Mangeshkar juga diperkenalkan dengan beberapa komposer, seperti Aman Ali Khan, yang membimbing dan melatihnya selama beberapa tahun.

5 dari 8 halaman

4. Bawakan Lagu Hits saat Karier Mulai Melejit

Sukses memulai karier di usia yang masih sangat muda, karier Lata Mangeshkar mulai melejit. Saat karirnya melejit, Mangeshkar membawakan hits berturut-turut yang menjadikannya salah satu penyanyi playback paling dicari di negara India.

Dalam film-film India, merupakan praktik standar bagi seorang pengarah musik untuk menyisipkan delapan hingga 10 lagu yang diputar selaras dengan plot film. Penyanyi seperti Mangeshkar disewa untuk merekam lagu terlebih dahulu dan aktor mana yang akan melakukan sinkronisasi bibir atau urutan yang akan diputar di layar.

6 dari 8 halaman

5. Penghargaan Pertama

Lantaran kariernya yang sukses dan melejit, Lata Mangeshkar sukses raih penghargaan pertamanya dan menyanyikan salah satu lagu yang terkenal. Pada tahun 1949 lewat film "Mahal," Lata menyanyikan lagu yang sangat terkenal yakni Aayega Aanewal.

Lata kemudian memenangkan penghargaan filmfare pertamanya untuk lagu Aaja Re Pardesi dalam film Madhumati pada tahun 1958 dan penghargaan film nasional pertamanya pada tahun 1973 untuk lagu Beeti Na Bitai dalam film Parichay.

Penyanyi legendaris India kelahiran 1929 ini juga menyanyikan, "Aye Mere Watan Ke Logon," sebuah lagu yang dimaksudkan untuk menginspirasi orang-orang di negara itu setelah perang Indo-Cina pada tahun 1963. Lagu itu menjadi lagu kebangsaan dengan permintaan Mangeshkar di setiap konser.

7 dari 8 halaman

6. Dianugerahi Bharat Ratna

Pada tahun 2001, Lata Mangeshkar dianugerahi Bharat Ratna, kehormatan sipil tertinggi di India. Dia juga dianugerahi Padma Vibushan pada tahun 1999, penghargaan sipil tertinggi kedua di India. Mangeshkar telah tampil dalam lebih dari lima bahasa untuk berbagai industri film di India.

Tidak memperhatikan musik klasik, Lata pernah ungkap penyesalannya dalam sebuah wawancara tahun 2009.

"Saya sangat ingin menjadi penyanyi klasik. Tetapi ketika saya mulai bekerja, saya memiliki begitu banyak tanggung jawab sehingga saya tidak dapat memperhatikan musik klasik. Saya tidak punya waktu untuk berlatih," katanya dilansir Liputan6 dari CNN.

8 dari 8 halaman

7. Sudah Menyayikan Lebih dari 25.000 Lagu

Lata Mangeshkar sudah mengisi soundtrack lebih dari 1.300 film dan menyanyikan lebih dari 25.000 lagu. Musiknya juga telah digunakan dalam film-film Hollywood seperti Eternal Sunshine of the Spotless Mind, Life of Pi, Lion dan The Hundred-Foot Journey.

Selama dua dekade terakhir, Mangeshkar perlahan-lahan mengurangi beban kerjanya menjadi hanya beberapa film dalam setahun. Lebih suka menjauh dari pusat perhatian, dia jarang berbicara tentang kehidupan pribadinya.

Melansir dari sebuah thread Twitter @IniAlalalann, bahwa Lata Mangeshkar menolak untuk menyanyikan lagu-lagu yang liriknya kurang sopan. 

"Sepanjang karier beliau, Lata Mangeshkar menolak untuk menyanyikan lagu-lagu berentak kabaret dan juga lagu-lagu berlirik kurang sopan, lucah dan bersifat perkauman kerana bertentangan dengan prinsip peribadi beliau." Tulis @IniAlalalann.

"Beliau juga dikatakan sentiasa menanggalkan kasut sebelum masuk ke dalam studio untuk merakamkan lagu sebagai tanda hormat kepada seni dan lagu itu sendiri." Tambahnya.