Sukses

7 Penyebab Karang Gigi yang Sering Disepelekan, Lengkap Cara Menghilangkannya

Liputan6.com, Jakarta Penyebab karang gigi yang menumpuk sering kali disepelekan. Karang gigi atau kalkulus kerap tidak menimbulkan gejala atau keluhan secara fisik, sehingga banyak orang yang tidak menyadari bahwa terdapat karang gigi di dalam mulutnya. 

Karang gigi adalah lapisan seperti kotoran yang mengeras di gigi. Meski tidak menimbulkan gejala, karang gigi yang tidak dibersihkan dan ditangani lama-kelamaan dapat menyebabkan beberapa masalah kesehatan gigi dan gusi, seperti radang gusi, gigi rusak, atau bahkan gigi tanggal.

Karang gigi sulit dihilangkan meski telah dibersihkan atau disikat berulang kali. Oleh sebab itu, cara menghilangkannya hanya bisa dilakukan oleh dokter gigi. Tak hanya itu, anda juga perlu mencegah terjadinya karang gigi yang semakin menumpuk dengan mengetahui penyebab karang gigi.

Berikut ini ulasan mengenai penyebab karang gigi, beserta cara menghilangkan dan mencegahanya yang telah dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Senin (14/2/2022).

2 dari 4 halaman

Penyebab Karang Gigi

Berikut ini terdapat beberapa penyebab karang gigi, antara lain:

1. Terlalu Banyak Konsumsi Makanan Karbohidrat Tinggi

Penyebab karang gigi yang pertama adalah karena terlalu banyak mengonsumsi makanan karbohidrat yang tinggi. Terlalu banyak mengonsumsi makanan berkarbohidrat tinggi juga bisa mempercepat penumpukan plak di sela-sela gigi dan gusi. Hal ini dikarenakan karbohidrat merupakan zat yang sangat disukai oleh mikroorganisme di mulut. Sehingga pada sisa makanan yang mengandung karbohidrat tidak dibersihkan dengan baik, akan menjadi tempat berkembangnya bakteri.

2. Kurang Konsumsi Buah dan Sayur

Penyebab karang gigi yang lainnya adalah kurang mengonsumsi buah dan sayur. Sayur dan buah-buah mengandung mineral dan vitamin yang sangat dibutuhkan oleh gigi. Tak hanya itu, menggigit dan mengunyahnya secara teratur dapat membantu membersihkan gigi secara alami. Apabila anda kurang makan sayur dan buah, maka karang gigi akan lebih mudah muncul.

3. Terlalu Banyak Konsumsi Makanan Manis

Penyebab karang gigi yang lainnya adalah terlalu banyak mengonsumsi makanan manis. Makanan yang manis dan lengket sangat mudah sekali tertinggal di sela-sela gigi. Hal ini mengakibatkan jenis makanan tersebut menjadi salah sumber makanan bagi bakteri perusak gigi. Bakteri tersebut akan menghasilkan zat asam perusak enamel gigi dan berkembang menjadi karang gigi.

4. Merokok dan Minum Alkohol

Kebiasan merokok dan minum alkohol juga merupakan salah satu penyebab karang gigi menjadi menumpuk. Hal ini dikarenakan rokok memiliki zat kimia berbahaya yang dapat membentuk plak gigi.

5. Jarang Menggosok Gigi

Setelah memperhatikan apa saja yang masuk ke dalam mulut yang bisa menjadi penyebab karang gigi, selanjutnya adalah pentingnya untuk menjaga kebersihan gigi dengan menggosok gigi. Apabila anda tak menjaga kesehatan gigi, maka sisa makanan yang tertinggal di sela-sela gigi akan memicu munculnya bakteri. Kondisi inilah bakteri akan bersarang dan berkembang sehingga gigi akan berkarang dan rusak.

6. Suka Minuman Soda

Tak hanya perlu memperhatikan jenis makanan saja untuk mengurangi risiko munculnya karang gigi. Minuman bersoda juga dapat menjadi penyebab karang gigi. Hal ini dikarenakan sifat soda yang tajam dan kerap membahayakan enamel gigi.

7. Memiliki kondisi mulit kering

Penyebab karang gigi yang selanjutnya adalah karena memiliki kondisi mulut yang kering. Kondisi mulut yang kering, biasanya disebabkan oleh efek samping obat, atau kondisi kesehatan tertentu, seperti sindrom Sjögren.

3 dari 4 halaman

Cara Menghilangkan Karang Gigi

Plak di gigi yang sudah mengeras dan menjadi karang gigi tidak bisa dihilangkan hanya dengan menggosok gigi. Untuk mengatasi kondisi tersebut, dokter akan menganjurkan scaling gigi. Scaling gigi adalah tindakan medis nonbedah (tanpa sayatan) yang menggunakan scaler, yaitu alat khusus untuk mengikis karang-karang di gigi. Scaler tersedia dalam jenis manual dan ultrasonik. Masing-masing jenis scaler tersebut memiliki fungsi yang sama. Namun, scaler ultrasonik lebih sering digunakan daripada scaler manual. Hal ini karena scaler ultrasonik membuat proses pengikisan lebih cepat dan mengurangi risiko nyeri.

Biasanya, prosedur scaling gigi manual biasanya dilakukan untuk mengatasi karang gigi yang masih tipis atau jumlahnya sedikit. Jika jumlah karang gigi sudah terlalu banyak, scaling gigi bisa dilakukan dengan menggunakan mesin ultrasonik. Pada dasarnya, karang gigi harus segera dibersihkan walau jumlahnya hanya sedikit dan tidak menimbulkan keluhan. Hal ini bertujuan untuk mencegah terjadinya komplikasi berupa penyakit gigi dan mulut yang lebih serius.

4 dari 4 halaman

Cara Mencegah Karang Gigi Muncul

Setelah mengetahui cara menghilangkan karang gigi, dan anda sudah mencobanya. Anda juga perlu mencegah munculnya karang gigi, berikut caranya:

1. Rutin sikat gigi

Sikatlah gigi secara teratur sebanyak 2 kali sehari selama 2 menit, dengan cara menyikat gigi yang benar. Pastikan permukaan belakang gigi dan geraham Anda terjangkau saat menyikat gigi. Saat menyikat gigi, gunakan pasta gigi yang mengandung fluoride dan sikat gigi dengan bulu sikat lembut. Usahakan untuk menjangkau semua area di sela-sela gigi dan mulut. Anda juga bisa mencoba menggunakan baking soda untuk membersihkan karang gigi.

2. Gunakan benang gigi dan obat kumur

Bersihkan juga gigi dengan benang gigi setidaknya 1 kali sehari setelah menyikat gigi. Hal ini bertujuan untuk menghilangkan plak dan sisa makanan di sela gigi yang mungkin masih tertinggal karena sulit dijangkau oleh sikat gigi. Setelah itu, berkumurlah dengan obat kumur untuk membersihkan gigi dan mulut, serta membasmi bakteri penyebab munculnya plak dan karang gigi. Supaya tidak menimbulkan iritasi di gusi dan mulut, Anda dapat menggunakan obat kumur yang bebas alkohol atau yang mengandung minyak esensial.

3. Kurangi konsumsi gula

Seperti yang telah dijelaskan sebelumnya bahwa bakteri penyebab plak berkembang karena konsumsi makanan atau minuman yang mengandung banyak gula. Untuk mengendalikan penumpukan plak, batasilah konsumsi makanan manis dan perbanyaklah konsumsi makanan bergizi seimbang.

4. Minum air putih yang cukup

Anda dianjurkan untuk minum 8 gelas atau sekitar 2 liter air putih setiap harinya. Air putih berfungsi mengangkat bakteri dan kotoran di mulut yang dapat memicu terjadinya penumpukan plak penyebab karang gigi. Selain itu, minum cukup air setiap harinya juga menghindarkan Anda dari mulut kering yang dapat merusak gigi.

5. Hindari merokok dan minuman beralkohol

Sebisa mungkin jauhilah rokok dan minuman beralkohol. Pasalnya, kebiasaan buruk tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya gangguan kesehatan gigi dan mulut, termasuk pembentukan karang gigi.