Sukses

13 Tahun Berlalu Pasca KDRT, Ini 6 Kabar Pangeran Kelantan Mantan Suami Manohara

Liputan6.com, Jakarta Prahara rumah tangga Manohara Odelia Pinot dan mantan suaminya, Tengku Muhammad Fakhry sempat menghebohkan dua negara. Pernikahan keduanya hanya bertahan seumur jagung. Dirinya diketahui mendapatkan kekerasan selama menjadi istri dari pria yang dijuluki Pangeran Kelantan tersebut.

Manohara dianiaya dengan tindakan KDRT oleh salah satu pangeran Kelantan Malaysia itu. Setahun membina rumah tangga, keduanya memutuskan untuk berpisah. Lama tak terdengar kabarnya usai kasus tersebut, mantan suami Manohara itu rupanya sempat membuat heboh di negara asalnya.

Pasca bercerai dari Manohara, Tengku Fakhry menghadapi beberapa kasus hukum yang menjeratnya. Di antaranya, sempat berseteru dengan dua pejabat istana, punya catatan jelek kepolisian hingga menjadi buronan, juga berseteru dengan kakaknya sendiri hingga 'diusir' dari Kerajaan Kelantan.

Sudah 13 tahun berlalu pasca tragedi KDRT, peristiwa buruk yang menimpa Tengku Fakhry bak karma. Berikut ini Liputan6.com rangkum 6 kabar Tengku Muhammad Fakhry mantan suami Manohara dari KapanLagi.com, Rabu (2/3/2022).

 

2 dari 7 halaman

1. Manohara yang menjadi korban KDRT sang suami menjadi berita hangat di Indonesia pada tahun 2009 silam. Ibunda Manohara mencari bantuan hukum agar sang putri bisa keluar dari jeratan Tengku Fakhry.

3 dari 7 halaman

2. Pasca bercerai dari Manohara, sosok Tengku Fakhry bak menghilang ditelan bumi.

4 dari 7 halaman

3. Diketahui Tengku Fakhry sempat berseteru dengan dua pejabat istana karena dirilisnya pernyataan pers mengenai kisruh rumah tangganya yang disiarkan pada 15 Juni 2009.

5 dari 7 halaman

4. Tengku Fakhry menuduh dua pejabat istana sengaja menyebar fitnah karena bersekutu dengan kakaknya. Ia memasukkan gugatannya pada 10 Agustus 2009 dan ditangani oleh Mahkamah Tinggi Kuala Lumpur.

6 dari 7 halaman

5. Kakak Tengku Fakhry membatalkan pelantikan sang adik sebagai anggota majelis Kerajaan Negeri Kelantan pada 16 September 2009, sekaligus penanda resmi 'diusirnya' Tengku Fakhry dari Kerajaan Kelantan.

7 dari 7 halaman

6. Tengku Fakhry diketahui memiliki catatan buruk kepolisian. Dirinya pernah menjadi buronan dan akhirnya ditangkap diduga ada kaitannya dengan peristiwa penembakan pengawal kakaknya, Pangeran Muhammad Faris Petra.