Sukses

10 Penyebab Sariawan di Lidah yang Jarang Diketahui, Lengkap Pengobatannya

Liputan6.com, Jakarta Sariawan di lidah merupakan salah satu gangguan kesehatan mulut yang cukup mengganggu. Rasa perih yang ditimbulkan kerap membuat penderitanya kehilangan nafsu makan dan tidak nyaman saat berbicara. 

Sariawan di lidah dapat dikenali dari bentuknya yang tampak seperti luka kecil berbentuk bulat atau oval dan berwarna putih atau kekuningan. Tak hanya di lidah, sariawan juga dapat muncul di pipi bagian dalam, gusi, amandel, hingga bagian belakang tenggorokan.

Tak banyak yang tahu, sariawan rupanya bisa mengganggu mukosa mulut yang dapat memengaruhi kesehatan tubuh secara keseluruhan. Maka dari itu, penyebab sariawan di lidah ini perlu dikenali. Sebagai upaya penting untuk mencegah sariawan di lidah datang kembali.

Berikut ini ulasan mengenai penyebab sariawan di lidah dan cara mengobatinya yang telah dirangkum oleh Liputan6.com dari berbagai sumber, Minggu (6/3/2022).

2 dari 4 halaman

Penyebab Sariawan di Lidah

Berikut ini penyebab sariawan di lidah yang perlu diketahui sebagai antisipasi, antara lain:

1. Mulut Kering

Penyebab sariawan di lidah yang pertama adalah mulut kering. Dalam hal ini air liur amat sangat berperan penting untuk menjaga kelembapan mulut. Jika mulut anda kering, maka otomatis kuman dan bakteri penyebab infeksi di mulut akan lebih mudah tumbuh dan berkembang biak semakin banyak. Pertumbuhan bakteri yang tidak terkendali ini yang dapat membuat anda lebih mudah mengalami infeksi di mulut dan menjadi salah satu penyebab sariawan di lidah.

2. Mengonsumsi Makanan Pedas, Asam hingga Panas

Penyebab sariawan di lidah selanjutnya adalah karena terlalu banyak mengonsumsi makanan pedas, asam hingga panas. Di mana makanan tersebut dapat menyebabkan iritasi di lidah dan jaringan lunak mulut yang dapat memicu munculnya sariawan. Makanan tersebut juga dapat memperparah kondisi sariawan di lidah. Sementara buah asam seperti jeruk, nanas, dan lemon tidak secara langsung memicu munculnya sariawan. Akan tetapi, masalah sariawan muncul ketika buah asam mulai menekan jaringan mulut yang terluka.

3. Lidah Tergigit

Bisa jadi anda salah satu orang yang mengalami lidah yang tak sengaja tergigit ketika sedang asyik mengunyah makanan. Selain membuat nyeri dan perih, hal ini juga bisa memicu sariawan muncul. Untungnya, sariawan karena lidah tergigit biasanya dapat sembuh dengan sendirinya setelah beberapa hari.

4. Alergi Makanan

Penyebab sariawan di lidah lainnya adalah bisa karena alergi makanan tertentu, seperti halnya cokelat, makanan pedas, kopi, kacang-kacangan, telur, sereal, almond, stroberi, keju, dan tomat.

5. Kurang Vitamin dan Mineral

Kurang vitamin dan mineral juga termasuk penyebab sariawan di lidah. Tidak hanya kekurangan vitamin C tetapi juga vitamin B12 dan zat besi. Sariawan juga bisa sering muncul karena kekurangan asam folat, seng, dan kalsium. Hal ini membuat memenuhi kebutuhan asupan vitamin dan mineral penting dilakukan. Ada beberapa makanan yang bisa anda konsumsi untuk memenuhi kebutuhan vitamin ini. Vitamin B12 bisa didapat dari ikan, daging, telur, hingga produk olahan susu. Zat besi bisa didapat dari hati, kacang-kacangan, bayam, tahu, dan kentang.

3 dari 4 halaman

Penyebab Sariawan di Lidah Lainnya

6. Menyikat Gigi Terlalu Keras

Penyebab sariawan di lidah yang satu ini pasti pernah dialami dilakukan banyak orang yakni menyikat gigi terlalu keras. Alih-alih membuat gigi jadi lebih bersih, menyikat gigi dan lidah terlalu keras malah bisa menimbulkan iritasi dan menyebabkan sariawan. Bahkan, benturan keras yang mengenai bagian mulut juga bisa menyebabkan hal serupa. Maka dari itu, ada baiknya anda membersihkan mulut secara perlahan dan mencari tahu bagaimana cara sikat gigi yang benar.

7. Baru Pasang Behel

Masalah umum yang terjadi setelah memasang behel adalah sariawan. Penyebab sariawan di lidah ini memang sulit untuk dihindari. Perawatan behel tidak baik atau tidak sesuai prosedur akan meningkatkan risikonya. Gesekan antara kawat dengan sisi dalam pipi, gusi, bibir, dan lidah dapat menyebabkan sariawan.

8. Perawatan Kanker

Perawatan kanker, termasuk kemoterapi dan terapi radiasi dapat merusak dan membunuh sel-sel sehat. Penyebab sariawan di lidah ini juga memicu terjadinya infeksi lain. Bisa juga karena kondisi yang melemahkan sistem kekebalan tubuh, seperti karena leukemia dan HIV. Masalah ini bisa meningkatkan risiko pengembangan sariawan di lidah.

9. Pertumbuhan Jamur Karena Obat

Pertumbuhan jamur Candida albicana termasuk penyebab sering sariawan di lidah. Terutama jika pertumbuhannya sangat berlebihan pada mulut. Jamur ini akan membentuk lapisan berwarna putih berupa bercak-bercak. Nantinya bercak ini akan menjadi sariawan di lidah. Dilansir dari mayoclinic, mengonsumsi obat-obatan seperti prednison, kortikosteroid inhalasi, atau antibiotik dapat mengganggu mikroorganisme dalam tubuh. Efeknya dapat meningkatkan risiko kandidiasis mulut. Agar bisa terhindar dari jamur ini, sebaiknya rajin menjaga kebersihan mulut. Rajin menyikat gigi, berkumur, dan minum air putih. Kuatkan juga sistem imun tubuh agar jamur tidak tubuh berlebihan.

10. Perubahan Hormon

Faktanya, wanita lebih rentan mengalami sariawan ketimbang pria. Hal ini disebabkan karena pengaruh perubahan hormon ketika masa menstruasi, kehamilan, dan menopause. Hormon progesteron yang cenderung meningkat pada masa-masa itu berdampak langsung pada sirkulasi darah di mulut. Alhasil, jaringan lunak di dalam mulut pun jadi lebih sensitif terhadap rangsangan sekecil apa pun, sehingga lebih mudah terluka dan menimbulkan sariawan.

4 dari 4 halaman

Cara Mengobati Sariawan di Lidah

Sariawan biasanya tidak membutuhkan obat khusus karena bisa membaik sendiri dalam beberapa hari. Namun, ada banyak cara untuk meredakan nyeri sekaligus membuat sariawan di area mulut cepat sembuh. Tidak hanya menghindari penyebab, berikut beberapa cara mengatasi sariawan di lidah yang bisa Anda coba:

1. Dokter jamak meresepkan asam hialuronat topikal sebagai salep atau obat untuk sariawan di lidah.

2. Cukupi kebutuhan vitamin C setiap hari dari makanan, hindari sembarangan minum suplemen tanpa pengawasan dokter.

3. Gunakan obat kumur antiseptik.

4. Hindari makanan asam, asin, pedas, terlalu garing, dan keras karena bisa mengiritasi sariawan.

5. Berkumur dengan air garam.

6. Senantiasa menjaga kebersihan gigi dan mulut.

7. Berkumurlah dengan air dingin atau makan es krim bila mengalami sensasi terbakar di dalam mulut.