Sukses

Tata Cara Mandi Junub untuk Perempuan, Niat dan Urutannya

Liputan6.com, Jakarta Tata cara mandi junub penting diketahui. Mandi junub adalah cara untuk mensucikan diri dari hadas besar. Dalam syariat Islam, mandi tata cara mandi junub wajib dilakukan ketika dalam keadaan junub.

Tata cara mandi junub berbeda dengan mandi biasa. Ada niat dan rukun yang harus dipenuhi dalam tata cara mandi junub. Tata cara mandi junub juga sedikit berbeda antara laki-laki dan perempuan.

Namun, pada dasarnya, niat dan rukun tata cara mandi junub antara laki-laki dan perempuan, sama. Berikut tata cara mandi junub untuk perempuan, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Rabu (9/3/2022).

Hukum mandi junub sudah diperintahkan oleh Allah SWT dalam Alquran yaitu Surat Al Maidah dan An-Nisa'.

Allah SWT berfirman,

"Dan jika kamu junub, maka mandilah." (QS. Al Maidah: 6).

Dalam surat An-Nisa', Allah SWT juga menyuruh umat Muslim mandi junub jika dalam keadaan junub.

"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu salat, sedang kamu dalam keadaan mabuk, sehingga kamu mengerti apa yang kamu ucapkan, (jangan pula hampiri masjid) sedang kamu dalam keadaan junub, terkecuali sekadar berlalu saja, hingga kamu mandi. Dan jika kamu sakit atau sedang dalam musafir atau datang dari tempat buang air atau kamu telah menyentuh perempuan, kemudian kamu tidak mendapat air, maka bertayamumlah kamu dengan tanah yang baik (suci); sapulah mukamu dan tanganmu. Sesungguhnya Allah Maha Pemaaf lagi Maha Pengampun." (QS. An-Nisa': 43).

* Fakta atau Hoaks? Untuk mengetahui kebenaran informasi yang beredar, silakan WhatsApp ke nomor Cek Fakta Liputan6.com 0811 9787 670 hanya dengan ketik kata kunci yang diinginkan.

2 dari 5 halaman

Kondisi junub yang diharuskan mandi junub

Berikut kondisi yang mengharuskan perempuan untuk mandi junub:

Bersetubuh

Perempuan yang selesai bersetubuh, wajib hukumnya melakukan mandi junub. Mandi junub tetap harus dilakukan meski tidak keluar air mani. Meskipun memakai kondom atau tidak keluar sperma, aktivitas tersebut tetap masuk pada kategori hubungan seksual. Dalam kondisi tersebut, baik perempuan maupun laki-laki sedang dalam junub artinya harus kembali bersuci dengan melakukan mandi junub.

Keluarnya air mani

Kondisi junub selanjutnya adalah keluarnya air mani. Baik pria maupun wanita yang mengeluarkan air mani, maka wajib hukumnya untuk membersihkan dan mensucikan diri dengan mandi junub. Mandi junub karena keluarnya air mani harus dilakukan baik keluar dalam keadaan terjaga atau tidur, disengaja atau tidak disengaja, ada sebab atau tidak ada sebab, dan disertai syahwat atau tidak.

Haid

Perempuan juga wajib mandi junub setelah masa haid selesai. Darah haid termasuk dalam hadas besar. Jika darah haid sudah berhenti keluar maka wajib hukumnya bagi perempuan untuk melakukan mandi junub.

Nifas

Selain haid, perempuan yang selesai masa nifas juga wajib mandi junub. Setelah melahirkan, perempuan bisa mengeluarkan darah nifas yang bisa berlangsung dalam waktu sebentar atau maksimal selama 60 hari. Ketika nifas sudah benar-benar berhenti, wajib bagi perempuan untuk mandi junub.

3 dari 5 halaman

Rukun mandi junub

Rukun mandi junub adalah tata cara mandi junub yang harus dilakukan. Berikut rukun mandi junub:

- Niat

- Mengguyur air ke seluruh badan

- Menghilangkan najis pada tubuh

- Meratakan air ke seluruh tubuh, termasuk sela-sela dan lipatan tubuh.

Dengan memenuhi rukun dan niat, maka mandi wajib dianggap sah. Sementara untuk berkumur, memasukkan air dalam hidung, menggosok badan, dan lainnya merupakan perkara yang disunnahkan menurut mayoritas ulama.

4 dari 5 halaman

Niat mandi junub untuk perempuan

Niat Secara Umum

Niat ini merupakan niat umum yang bisa dibaca oleh perempuan yang sedang dalam kondisi hadas besar. Berikut niatnya:

"Bismillahi Rahmani Rahim Nawaitul Ghusla Liraf’il Hadatsil Akbar Minal Janabati Fardlon Lillahi Ta’ala"

Artinya:

Dengan menyebut nama Allah Aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari jinabah, fardlu karena Allah Ta’ala

Niat mandi junub setelah haid

"Bismillahi Rahmani Rahim Nawaitul Ghusla Liraf’il Hadatsil Akbar Minal Haidi Fardlon Lillahi Ta’ala"

Artinya:

Dengan menyebut nama Allah Aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari haidl, fardlu karena Allah Ta’ala.

Niat mandi junub setelah nifas

Bismillahi Rahmani Rahim Nawaitu Ghusla Liraf’il Hadatsil Akbar Minan Nifasi Fardlon Lillahi Ta’ala

Artinya:

Dengan menyebut nama Allah Aku niat mandi untuk menghilangkan hadats besar dari nifas, fardlu karena Allah Ta’ala.

5 dari 5 halaman

Tata cara mandi junub untuk perempuan

Berikut tata cara mandi junub untuk perempuan:

1. Membaca niat mandi junub

2. 2. Membasuh tangan sampai 3 kali. Hal ini bertujuan agar tangan bersih dan terhindar dari najis.

3. Membersihkan bagian tubuh yang dianggap kotor dan tersembunyi menggunakan tangan kiri. Bagian tubuh yang biasanya kotor dan tersembunyi tersebut adalah bagian kemaluan, dubur, bawah ketiak, pusar dan lain–lain.

4. Mengulangi mencuci kedua tangan. Setelah membersihkan bagian tubuh yang kotor dan tersembunyi, tangan perlu dicuci ulang.

5. Berwudhu seperti tata cara wudhu saat hendak salat.

6. Mengguyur kepala dengan air sebanyak 3 kali hingga basah semua. Perbedaan antara tata cara mandi junub perempuan dan laki-laki terletak di sini. Saat membasuh keseluruhan rambut, perempuan tidak harus menguraikan rambutnya. Perempuan bisa cukup menyela kepala dengan air tiga kali dan mengguyurnya.

7. Mengguyur tubuh dengan air, yang dimulai dari sisi kanan kemudian dilanjutkan dengan sisi kiri masing-masing 3 kali.

8. Pastikan seluruh anggota tubuh dibersihkan dari kotoran-kotaran.

 

* BACA BERITA TERKINI LAINNYA DI GOOGLE NEWS