Sukses

Tiga Hari Terjebak di Restoran Hot Pot, Wanita Ini Puas Makan Menu Favoritnya

Liputan6.com, Jakarta Apa jadinya jika terpaksa terjebak di restoran selama berhari-hari. Inilah yang dialami seorang wanita asal China yang dikabarkan terjebak di restoran hotpot selama 3 hari. Alhasil pelanggan bernama Wang ini justru mendapat akomodasi jajanan favoritnya selama 3 hari terjebak. 

Sebagaimana dikabarkan World of Buzz, pada 18 Maret Wang sedang makan malam dengan 4 teman lainnya di sebuah restoran hotpot setelah mereka bekerja sekitar pukul 22.30. Seketika 3 temannya langsung pulang saat selesai menyantap hidangan hotpot. 

Namun selang 20 menit, dari rombongan itu hanya Wang seorang yang tertinggal, dan tanpa disangka saat itu pula harus terjebak di dalam restoran akibat kasus Covid-19 yang tinggi. Sejak saat itu hingga 3 hari, Wang bersama 10 anggota staf dan 30-40 pelanggan yang terjebak di restoran hotpot.

Tanpa ada menu lain, Wang bisa dengan puas menyantap hidangan hotpot dengan berbagai bahan makanan akan dicelupkan ke dalam panci panas berisi kaldu mendidih. Berikut Liputan6.com merangkum kisahnya melansir dari World of Buzz, Rabu (23/3/2022).

2 dari 3 halaman

Puas Makan Menu Hot Pot

Apa yang dialami Wang tentu tidak sepenuhnya bencana. Atas kebaikan pemilik restoran, wang beserta staf dan pelanggan yang terjebak diberi akomodasi makan hot pot selama 3 hari. Bahkan ia diberikan tempat istirahat di dalam restoran. 

"Saya sudah makan hot pot selama tiga hari sekarang dan saya tidak berpikir bisa memakannya lagi. Ini adalah pengalaman yang sangat nyata,” kata Wang.

Tanpa ada menu lain, Wang terpaksa harus bertahan menyantap menu makanan hotpot favoritnya. Bahkan Wang turut membagikan momen yang sangat menyenangkan itu melalui media sosialnya.

3 dari 3 halaman

Bonus Makan Malam

Keberuntungan di tengah musibah ini benar-benar dirasakan Wang dan para pelanggan yang terjebak. Pihak restoran bahkan turut membagikan makan malam gratis pada jam 3 pagi dan makan siang gratis. 

Selama pandemi Covid-19 terjadi Pemerintah China memang selalu cukup ketat dan ketika kasus baru terdeteksi, mereka akan segera menutup tempat-tempat yang pernah dikunjungi orang yang terinfeksi, bahkan jika ada orang di dalamnya.