Sukses

Tata Cara Sholat Dhuha, Dalil, Hukum, Waktu, dan Doanya

Liputan6.com, Jakarta Tata cara sholat dhuha penting diketahui. Sholat dhuha merupakan salah satu sholat sunah yang punya banyak keutamaan. Ini sebabnya, mengetahui tata cara sholat dhuha bisa menjadi cara menambah pahala.

Sholat dhuha yang dilakukan dengan sepenuh hati dan rutin akan membawa kelimpahan berkah. Tata cara sholat dhuha bisa dilakukan 20 menit setelah matahari mulai terbit hingga 15 menit sebelum waktu Zuhur.

Tata cara sholat dhuha pada dasarnya sama dengan sholat lainnya. Yang membedakan tata cara sholat dhuha dengan sholat lain adalah niatnya. Selain itu, yang perlu diperhatikan dalam tata cara sholat dhuha adalah jumlah rakaatnya.

Berikut tata cara sholat dhuha, hukum, dan waktunya, dirangkum Liputan6.com dari berbagai sumber, Kamis (24/3/2022).

2 dari 8 halaman

Hadis tentang sholat dhuha

Keutamaan sholat dhuha dijelaskan dalam sejumlah hadis. Berikut hadis yang menjelaskan tentang keutamaan sholat dhuha:

HR At-Tirmidzi dan Ibnu Majah

"Siapa yang membiasakan sholat dhuha, dosanya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan." (HR At-Tirmidzi dan Ibnu Majah).

HR Abu Daud

“Barangsiapa yang masih berdiam diri di masjid atau tempat sholatnya setelah sholat shubuh karena melakukan iktikaf, berzikir, dan melakukan dua rakaat sholat dhuha disertai tidak berkata sesuatu kecuali kebaikan, maka dosa-dosanya akan diampuni meskipun banyaknya melebihi buih di lautan.” (HR Abu Daud).

HR. Muslim

“Pada pagi hari diharuskan bagi seluruh persendian di antara kalian untuk bersedekah. Setiap bacaan tasbih (subhanallah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahmid (alhamdulillah) bisa sebagai sedekah, setiap bacaan tahlil (laa ilaha illallah) bisa sebagai sedekah, dan setiap bacaan takbir (Allahu akbar) juga bisa sebagai sedekah. Begitu pula amar ma’ruf (mengajak kepada ketaatan) dan nahi mungkar (melarang dari kemungkaran) adalah sedekah. Ini semua bisa dicukupi (diganti) dengan melaksanakan shalat Dhuha sebanyak 2 raka’at” (HR. Muslim no. 720).

HR Daud, Ahmad, Tirmidz

“Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: “Wahai Anak Adam, jangan sekali-kali kamu malas mengerjakan empat rakaat pada awal siang (sholat duha), nanti akan Aku cukupi kebutuhanmu pada akhirnya (sore hari).” (HR Daud, Ahmad, Tirmidz).

HR. At-Thabrani

“Barangsiapa yang sholat duha dua rakaat, maka dia tidak ditulis sebagai orang yang lalai. Barangsiapa yang mengerjakannya sebanyak empat rakaat, maka ditulis sebagai orang yang ahli ibadah. Barangsiapa yang mengerjakannya enam rakaat, maka diselamatkan di hari itu. Barangsiapa mengerjakannya delapan rakaat, maka Allah tulis sebagai orang yang taat. Dan barangsiapa yang mengerjakannya dua belas rakaat, maka Allah akan membangun sebuah rumah di surga untuknya.” (HR. At-Thabrani).

3 dari 8 halaman

Waktu sholat dhuha

Sholat dhuha dilaksanakan 20 menit setelah matahari mulai terbit. Ini sesuai dengan hadis yang berbunyi:

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Kerjakanlah sholat subuh kemudian tinggalkanlah sholat hingga matahari terbit, sampai matahari naik. Ketika matahari terbit, ia terbit di antara dua tanduk setan, saat itu orang-orang kafir sedang bersujud (menyembah Matahari).” (HR. Muslim)

Sementara itu, sholat dhuha bisa dilaksanakan 15 menit sebelum masuk waktu sholat dzuhur. Ini sesuai dengan hadis yang berbunyi:

Zaid bin Arqam melihat orang-orang mengerjakan sholat dhuha (di awal pagi). Dia berkata, “Tidakkah mereka mengetahui bahwa sholat di selain waktu ini lebih utama. Sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Sholat orang-orang awwabin (taat; kembali pada Allah) adalah ketika anak unta mulai kepanasan’.” (HR. Muslim)

4 dari 8 halaman

Hukum dan rakaat sholat dhuha

Para ulama bersepakat bahwa hukum dari sholat dhuha adalah sunah. Nabi Muhammad SAW sendiri telah mengingatkan pentingnya sholat dhuha. Sholat dhuha termasuk ibadah yang dilakukan oleh Rasulullah.

Sementara untuk jumlah rakaat, sholat dhuha umumnya dilakukan sebanyak 2 sampai 12 rakaat dengan salam tiap dua rakaatnya. Ini sesuai dengan hadis:

Dari Ummu Hani’ binti Abi Thalib, "Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pernah mengerjakan sholat dhuha sebanyak 8 rakaat. Pada setiap dua rakaat, beliau mengucap salam." (HR. Abu Dawud).

5 dari 8 halaman

Niat sholat dhuha

Berikut untuk niat sholat dhuha:

اُصَلِّى سُنَّةَ الضَّحٰى رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً ِللهِ تَعَالَى

Ushalli Sunntadh-dhuha rak'ataini lillahi ta'ala

Artinya,

"Aku niat sholat dhuha dua rakaat, karena Allah ta'ala."

6 dari 8 halaman

Tata cara sholat dhuha

Berikut tata cara sholat dhuha:

1. Membaca niat sholat dhuha

Bacaan niat sholat dhuha telah dijelaskan pada paragraf sebelumnya.

2. Takbirotul Ihram

Takbiratul Ihram dilakukan setelah membaca niat dengan mengangkat kedua tangan sejajar dengan telinga untuk laki-laki, dan sejajar dengan dada untuk perempuan, sambil membaca:

“Allaahu akbar”

3. Membaca Doa Iftitah (Sunnah)

Bacaan doa iftitah, yaitu:

“Kabiiraa wal hamdu lillaahi katsiiraa wasubhaanallaahi bukrataw waashiilaa. Innii wajjahtu wajhiya lilladzii fatharas samaawaati wal ardha haniifam muslimaw wamaa ana minal musyrikiin. Inna shalaatii wanusukii wamahyaaya wamamaatii lillaahirabbil ‘aalamiin. Laa syariika lahuu wa bidzaalika umirtu wa ana minal muslimiin.”

4. Membaca Surah Al-Fatihah

Dilanjutkan dengan membaca surat Al-Fatihah:

“Bismillaahir rahmaanir rahiim. Alhamdu lillaahi rabbil ‘aalamiin. Arrahmaanir rahiim. Maalikiyaumiddiin. Iyyaaka na’budu waiyyaaka nasta’iinu. Ihdinash shiraathal mustaqiim. Shiraathal ladziina an’amta ‘alaihim ghairil maghdhuubi ‘alaihim waladhdhaalliin. Aamiin.”

5. Membaca Surah Ad-Dhuha

Aaḍ-ḍuḥā. Waḍ-ḍuḥā. Wā wadda'aka rabbuka wa mā qalā. Wa lal-ākhiratu khairul laka minal-ụlā. Wa lasaufa yu'ṭīka rabbuka fa tarḍā. A lam yajidka yatīman fa āwā. Wa wajadaka ḍāllan fa hadā. Wa wajadaka 'ā`ilan fa agnā. Fa ammal-yatīma fa lā taq-har. Wa ammas-sā`ila fa lā tan-har. Wa ammā bini'mati rabbika fa ḥaddiṡ.

6. Ruku’ dengan tuma’ninah

Setelah selesai membaca surat Al-Fatihah dan surat pendek, tata cara sholat dhuha selanjutnya adalah ruku’. Kedua tangan diangkat setinggi telinga dan membaca Allaahu akbar, kemudian badan dibungkukkan, kedua tangan memegang lutut dan ditekankan. Usahakan antara punggung dan kepala supaya rata. Setelah sempurna, kemudian membaca do’a berikut sebanyak tiga kali:

“Subhaana rabbiyal ‘adziimi wa bihamdih”. (3x)

7 dari 8 halaman

Tata cara sholat dhuha

7. I’tidal dengan tuma’ninah

Setelah ruku’, kemudian bangkit tegak dengan mengangkat kedua tangan setinggi telinga sambil membaca:

“Sami’allaahu liman hamidah.”

“Rabbanaa lakal hamdu mil’us samaawati wa mil ‘ulardhi wa mil ‘umaasyi’ta min syai’in ba’du.”

8. Sujud dengan tuma’ninah

Selesai I’tidal lalu sujud dengan meletakkan dahi di alas sholat. Ketika turun, yaitu dari berdiri i’tidal ke sujud sambil membaca “Allahuu akbar”. Dan saat sujud membaca tasbih sebanyak tiga kali:

“Subhaana rabbiyal a‘laa wa bihamdih.” (3x)

9. Duduk di antara dua sujud dengan tuma’ninah

Setelah sujud, lakukan duduk di antara dua sujud dan membaca:

“Rabbighfirlii warhamnii wajburnii warfa’nii warzuqnii wahdinii wa’aafinii wa’fu ‘annii.”

10. Sujud kedua dengan tuma’ninah

Sujud kedua dikerjakan seperti sujud pertama baik cara maupun bacaannya. Setelah sujud kedua, berdiri dan melakukan raka’at kedua dengan tata cara sholat sama seperti raka’at pertama namun tanpa membaca do’a Iftitah. Sesudahnya, membaca surat Al-Fatihah, surat pendek, melakukan ruku’, I’tidal dan kemudian sujud untuk raka’at kedua.

11. Tasyahud Akhir dengan tuma’ninah

Kemudian setelah sujud terakhir, dilakukan tahiyatul akhir dengan duduk kaki bersilang (tawarruk) serta membaca:

“Attahiyaatul mubaarakaatush shalawaa-tuth thayy1baatu lillaah. assalaamu alaika ayyuhan nabiyyu warahmatullaahi wabarakaatuh. assalaamualainaa wa’alaa 'ibaadillaahish shaalihhn. asy-hadu al laa ilaaha illallaah, wa asyhaduanna muhammadar rasuulullaah. allaahumma shalli alaa sayyidinaa muhammad. wa alaa aali sayyidinaa muhammad. kama shallaita ‘alaa sayyidinaaibraahiim. wa’alaa aali sayyidinaa ibraahiim wabaarik-‘alaa sayyidinaa muhammad wa-‘alaa aali sayyidinaa muhammad. kamaa baarakta alaa sayyidinaa ibraahiim. wa ‘alaa aali sayyidinaa ibraahiim fil’aala miina innaka hamiidum majiid.”

12. Salam

Selesai Tahiyatul Akhir, lakukan salam dengan menengok ke kanan dan ke kiri bergantian sambil membaca:

“Assalaamu’alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh.”

13. Membaca doa sholat dhuha

8 dari 8 halaman

Doa setelah sholat dhuha

Berikut doa yang bisa dipanjatkan setelah selesai melakukan tata cara sholat dhuha:

“Allahumma innad-duhaa'a duhaa'uka wal bahaa'a bahaa'uka wal jamaala jamaaluka wal quwwata quwwatuka wal-qudrota qudratuka wal 'ismata 'ismatuka.

Allahumma in kaana rizqii fis-samaa'i fa anzilhu, wa in kaana fil ardi fa akhrijhu, wa in kaana mu'assiran fa yassirhu, wa in kaana haraaman fa tahrirhu wa in kaana ba'iidan fa qarribhu bi haqqi duhaa'ika wa bahaa'ika wa jamaalika wa quwwatika wa qudratika, aatinii maa ataita 'ibaadakash-shalihiin.”

Artinya: "Ya Allah, sesungguhnya waktu dhuha adalah waktu dhuha-Mu, keagungan adalah keagungan-Mu, keindahan adalah keindahan-Mu, kekuatan adalah kekuatan-Mu, penjagaan adalah penjagaan-Mu.

Ya Allah, apabila rezekiku berada di atas langit maka turunkanlah, apabila berada di dalam bumi maka keluarkanlah, apabila sukar mudahkanlah, apabila haram sucikanlah, apabila jauh dekatkanlah dengan kebenaran dhuha-Mu, kekuasaan-Mu (wahai Tuhanku), datangkanlah padaku apa yang Engkau datangkan kepada hamba-hamba-Mu yang sholeh."